Menu

Mode Gelap
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Pengamanan Natal 2025 di Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2025 Berjalan Aman, Forkopimda Sidoarjo Pantau Gereja Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jatim 2 Tahap Finishing, Addendum 14 Hari  Kominfo Jatim Evaluasi Pengelolaan SP4N LAPOR!, Dorong Peningkatan Status Kabupaten/Kota Bupati Sidoarjo Tinjau Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Instruksikan Penanganan Darurat Perkuat Tata Kelola Digital, Ribuan Desa di Jawa Timur Terima Hibah Komputer dari Korsel

DAERAH

Koneksitas Antar Pelabuhan di Jatim Layak Dibuat

LOGOS TNbadge-check

Wakil Ketua DPRD Jatim Achmad IskandarSURABAYA, Transnews.co.id – Guna mensejahterakan masyarakat di kepulauan khususnya di Madura, maka itu perlu dibuat koneksitas antar pelabuhan di Jatim. Mengingat selama ini, proses untuk mensejahterakan masyarakat Madura di kepulauan terbentur terbatasnya pelabuhan yang melayani ke wilayah kepulauan di Madura, yaitu tergantung akan pelabuhan Jangkar di Situbondo. Ungkap Wakil Ketua DPRD Jatim, Achmad Iskandar

“Mengingat kondisi geografis Wilayah Madura berupa gugusan ratusan pulau, kehandalan infrastruktur transportasi laut dan udara sangat menentukan pengembangan Wilayah Madura. Dan untuk sarana transportasi udaranya sudah di dukung penuh adanya bandara Trunojoyo di Sumenep. Tentunya tak hanya bandara saja, pelabuhan laut juga diperlukan juga,”jelas Achmad Iskandar politisi Partai Demokrat ini saat dikonfimasi di Surabaya, Minggu (1/5/2022).

Mantan Birokrat ini mengatakan, bahwa ada sejumlah kegiatan dalam Renstra Kementerian Perhubungan 2020-2024 di Madura dan Kepulauan dimana untuk di Bangkalan adalah pembangunan Pelabuhan Tanjung Bulupandan, rehabilitasi dan replacement fasilitas Pelabuhan Donggala dan Pelabuhan Wani.

Pamekasan adalah pembangunan fasilitas Pelabuhan Telaga Biru, Pelabuhan Branta, Pelabuhan Sapeken, Pelabuhan Sapudi, dan Pelabuhan Masalembu, serta Sumenep adalah pembangunan kapal penyeberangan perintis Sapudi – Kangean, Pembangunan Bandara Perairan Gili Iyang, pembagunan Pelabuhan Pagerungan, penyelenggaraan angkutan bandara perintis di Sumenep, rehabilitasi dan pengembangan Bandara Trunojoyo Sumenep, pengembangan Bandara Harun Thohir juga sudah direncanakan pengerjaannya.

“Tentunya kedepan saya berharap dengan program dari pemerintah tersebut adanya koneksitas antar pelabuhan satu sama lain, baik yang dilakukan Pemprov Jatim maupun pusat ke wilayah-wilayah lainnya dimana misalnya bisa sampai Bantuangi atau Bali dan daerah lainnya,” katanya.

Dengan adanya koneksitas antar pelabuhan diperluas ke berbagai daerah, kata Achmad Iskandar, ketergantungan terhadap pelabuhan Jangkar di Situbondo untuk akses ke wilayah kepulauan di Madura bisa dikurangi.

Koneksitas tersebut, kata pria asal Sumenep Madura ini, diharapkan bisa mendatangkan kesejahteraan bagi masyarakat Madura, khususnya di wilayah kepulauan.

“Tentunya jika koneksitas lebih luas antar daerah melalui pelabuhan berjalan, saya optimis kesejahteraan masyarakat di kepulauan meningkat dan ini juga akan pempengaruhi IPM masyarakat di kepulauan bisa terangkat,” pungkasnya. (hd)

Baca Lainnya

Sidoarjo Jadi Rujukan Strategi Peningkatan PAD, Karangasem Bali Belajar Pengelolaan Fiskal dan Digitalisasi

8 Mei 2026 - 19:29

GWS Jepara Kunjungi Panti Lansia: Tekankan Pentingnya Kasih Sayang dan Kepedulian

8 Mei 2026 - 17:09

Bukan Angka Acak, Pakar Aktuaria UPER Bedah Rumus di Balik Santunan Kecelakaan Transportasi

7 Mei 2026 - 20:28

Bupati Subandi Warning pada Cakades: Biaya Politik Tinggi Bisa Picu Korupsi

7 Mei 2026 - 20:20

News Trending DAERAH