JEPARA, transnews.co.id – Lembaga Jepara Membangun (LJM) menyatakan komitmen penuh dalam mendukung penyusunan kurikulum Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan serta Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di Kabupaten Jepara. Dukungan tersebut disampaikan usai pelaksanaan Forum Group Discussion (FGD) yang membahas penyusunan kurikulum P4GN, Selasa (7/7/2026).
Ketua LJM, Yuli Suhariyono, mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Jepara melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) yang menjadi leading sector dalam merancang kurikulum P4GN. Menurutnya, inisiatif tersebut merupakan langkah strategis dalam membangun karakter generasi muda yang tangguh serta terbebas dari ancaman penyalahgunaan narkoba.
“Pemkab Jepara tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga menunjukkan kepedulian terhadap pembangunan sumber daya manusia melalui upaya menciptakan generasi muda yang unggul dan bebas dari narkoba,” ujar Yuli saat ditemui awak media Tran News.

Ketua LJM, Yuli Suhariyono,
Ia menilai penyusunan kurikulum P4GN memerlukan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan. Karena itu, LJM mendorong agar Pemerintah Kabupaten Jepara segera menjalin nota kesepahaman (MoU) dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) serta Kementerian Agama guna mempercepat implementasi kurikulum tersebut di lingkungan pendidikan.
Selain itu, Yuli berharap BNN dapat memberikan dukungan anggaran sebagai stimulus agar program penyusunan kurikulum dapat segera direalisasikan. Menurutnya, keterlibatan pihak swasta, khususnya perusahaan percetakan dan penerbit, juga diperlukan untuk mendukung penyediaan buku ajar maupun modul pembelajaran P4GN.
“Kami berharap ada dukungan anggaran dari BNN sebagai stimulan agar kurikulum ini dapat segera diterapkan. Di sisi lain, pihak swasta, terutama percetakan dan penerbit, juga perlu dilibatkan dalam penyediaan buku dan modul pembelajaran,” katanya.
LJM berpandangan bahwa ancaman penyalahgunaan narkoba terhadap generasi muda merupakan persoalan serius yang membutuhkan langkah-langkah luar biasa. Oleh karena itu, penanganannya tidak cukup dilakukan dengan cara-cara konvensional, melainkan memerlukan terobosan dan sinergi lintas sektor agar upaya pencegahan dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.












