Menu ✖

Otomatis

DEPOK

Optimalisasi Pelayanan Terus Dilakukan BPJS Kesehatan Depok

LOGOS TNbadge-check

Optimalisasi Pelayanan Terus Dilakukan BPJS Kesehatan Depok Perbesar

DEPOK, transnews.co.id | Acara Ngopi Bareng Sekber bersama Kepala BPJS Kesehatan Cabang kota Depok, drg. Irfan Qadarusman dengan tema Optimalisasi Pelayanan Peserta JKN-KIS berlangsung sangat hangat.

Acara yang digelar di kantor Sekber Wartawan kota Depok dihadiri oleh puluhan wartawan dan juga aktivis kesehatan, jumat (22/3/2019)

Irfan dalam paparannya mengatakan terkait masalah pelayanan kesehatan, disini harus dilihat dua hal. BPJS sebagai pelaksana administratif, seperti keanggotaan, perubahan kelas, juga pendaftaran. Sedangkan pelayanan keduanya adalah kemitraan dan itu terkait fasilitas kesehatan pelayanan BPJS.

Permasalahan BPJS sendiri, lanjut Irfan, lebih kepada administratif, terkait data, ganti kelas dan peserta baru. Banyak masyarakat belum tahu bahwa itu bisa dilakukan lewat aplikasi Mobile JKN.

“Jadi, mereka datang pagi antara jam 08 – 10 dan menunggu antrian panjang untuk hal itu.(keluhan administratif-red) yang bisa dilakukan lewat mobile JKN” ungkap Irfan.

Untuk memenuhi tuntutan layanan publik yang lebih berkualitas, tambah Irfan, kita ada layanan Pemberian Informasi dan Penanganan Pengaduan (PIPP) di rumah sakit. kita selalu bekerjasama dengan baik untuk pelayanan yang maksimal.

“PIPP merupakan integrasi layanan rumah sakit dan BPJS Kesehatan dimana PIPP khusus memberikan penanganan terhadap kebutuhan akan informasi peserta JKN dan penanganan pengaduan peserta JKN-KIS di rumah sakit” jelas Irfan.

Irfan juga menyinggung soal tunggakan pembayaran iuran Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) warga Depok pada BPJS Kesehatan Cabang Kota Depok yang mencapai sekitar Rp 94 Miliar dari sekira 204 ribu orang warga Depok yang menunggak pembayaran iuran BPJS Kesehatan.

“Kebanyakan dari mereka yang menunggak adalah peserta yang membayar iuran tersebut secara mandiri. Tunggakan terbanyak pada kelas 3 sekitar 102 ribu orang dengan nilai tunggakan Rp. 26 M lebih.” kata Irfan.

Acara yang berlangsung selama dua jam itu semakin terasa hangat dengan pertanyaan para rekan wartawan. Kenyataan di lapangan yang ditemukan, stigma akan pelayanan peserta BPJS yang buruk, menjadi titik sentral diskusi dan tanya jawab.

Intinya, tambah Irfan, selain pelayanan, sosialisasi terkait program BPJS memang harus sampai kepada semua pihak. Baik peserta, rumah sakit, dan pemangku kebijakan.

“Oleh karena itu perlu juga ditindaklanjuti program sosialisasi ini oleh rekan – rekan Sekber Wartawan agar program kesehatan untuk pelayanan yang maksimal bisa tersosialisasikan dengan baik dan masif,” pungkas Irfan. -MH

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Tapos Viral, Dugaan Kematian Bayi dan Potongan Biaya Layanan Dokter di RSUD ASA

29 Sep 2026 - 16:42 WIB

Tapos Viral, Dugaan Kematian Bayi dan Potongan Biaya Layanan Dokter di RSUD ASA

Klarifikasi Paguyuban RRI tentang Tuduhan Miring, Ini Isi Lengkapnya

27 Sep 2026 - 20:30 WIB

Klarifikasi Paguyuban RRI tentang Tuduhan Miring, Ini Isi Lengkapnya

Progres Pembangunan RSUD Sedati Capai 25.47 Persen

27 Sep 2026 - 17:33 WIB

Progres Pembangunan RSUD Sedati Capai 25.47 Persen

Dari Lenong Betawi hingga Kontes Batu Akik, Ini Rangkaian Acara Milad KOOD Berbudaya ke-26

24 Sep 2026 - 15:20 WIB

Dari Lenong Betawi hingga Kontes Batu Akik, Ini Rangkaian Acara Milad KOOD Berbudaya ke-26

Tanggapi Isu Terkait Fasos Fasum, Kadiskominfo Depok Ingatkan Hak Berpendapat dan Peran APH

24 Sep 2026 - 11:33 WIB

Tanggapi Isu Terkait Fasos Fasum, Kadiskominfo Depok Ingatkan Hak Berpendapat dan Peran APH

Layanan Biskita Depok Tuai Kritik, Pengusaha Pertanyakan Transparansi Anggaran Rp19 Miliar

24 Sep 2026 - 10:46 WIB

Layanan Biskita Depok Tuai Kritik, Pengusaha Pertanyakan Transparansi Anggaran Rp19 Miliar
Trending di DEPOK