Menu

Mode Gelap
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Pengamanan Natal 2025 di Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2025 Berjalan Aman, Forkopimda Sidoarjo Pantau Gereja Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jatim 2 Tahap Finishing, Addendum 14 Hari  Kominfo Jatim Evaluasi Pengelolaan SP4N LAPOR!, Dorong Peningkatan Status Kabupaten/Kota Bupati Sidoarjo Tinjau Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Instruksikan Penanganan Darurat Perkuat Tata Kelola Digital, Ribuan Desa di Jawa Timur Terima Hibah Komputer dari Korsel

DAERAH

Penyakit Menular di Jatim Ancam Pasokan Hewan Ternak ke Kalteng

LOGOS TNbadge-check


					Penyakit Menular di Jatim Ancam Pasokan Hewan Ternak ke Kalteng Perbesar

Sampit, Transnews.co.id – Adanya temuan outbreak (wabah) penyakit menular pada hewan ternak di Jawa Timur, mengancam pasokan hewan ternak dan kurban ke Kalimantan Tengah, khususnya ke Kabupaten Kotawaringin Timur.

Dikonfirmasi terkait ini, Penanggung Jawab Balai Karantina Pertanian Palangka Raya Wilayah Kerja Sampit, Agung Rahmadi mengatakan, pihaknya masih menunggu hasil rapat di pusat dan menunggu arahan lebih lanjut dari atasannya di Palangka Raya.

“Hal ini masih dirapatkan, kami juga masih menunggu informasi dari pimpinan,”ujarnya, Sabtu, (7/5/2022).

Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur (Disnak Jatim) menjelaskan adanya outbreak (wabah) penyakit menular yang telah menyerang 1.247 ekor ternak sapi di Kabupaten Gresik, Lamongan, Sidoarjo dan Mojokerto Provinsi Jawa Timur dan telah terkonfirmasi positif Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Hal itu berdasarkan surat Kepala Pusat Veterinaria Farma bernomor 05001/PK.310/F4.H/05/2022 tanggal 5 Mei 2022 tentang Jawaban Hasil Uji Sampel Suspect PMK.

Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) adalah penyakit hewan menular akut yang menyerang ternak sapi, kerbau, kambing, domba, kuda dan babi dengan tingkat penularan mencapai 90-100 persen dan bisa menyebabkan kerugian ekonomi sangat tinggi.

Tanda klinis dari ini penyakit ini adalah demam tinggi (39-41 derajat Celsius) pada hewan ternak; keluarnya lendir berlebihan dari mulut dan berbusa, adanya luka-luka seperti sariawan pada rongga mulut dan lidah.

Selain itu, hewan ternak juga tidak mau makan, pincang, luka pada kaki dan diakhiri lepasnya kuku, sulit berdiri, gemetar, napas berburu cepat, dan produksi susu turun drastis serta menjadi kurus.

Kasus penyakit menular ini pertama kalinya dilaporkan di Kabupaten Gresik pada tanggal 28 April lalu, sebanyak 402 ekor sapi potong yang tersebar di 5 kecamatan dan 22 desa dilaporkan mendera penyakit PMK.

Provinsi Jawa Timur baru dinyatakan bebas PMK oleh organisasi Kesehatan Hewan Dunia (Office International des Epizooties OIE) pada tahun 1990 silam.

Baca Lainnya

Gubernur Khofifah Siagakan OPD Hadapi Mudik Lebaran 2026, WFA Diterapkan Tanpa Ganggu Layanan Publik

18 Maret 2026 - 20:02

Pemkab Sidoarjo Berangkatkan 1.400 Pemudik Gratis, Siapkan 28 Bus ke 5 Rute Favorit

18 Maret 2026 - 20:00

Passca Ledakan di Masjid Jember, Polda Jatim Pastikan Situasi Terkendali dan Tidak Ada Korban Jiwa

18 Maret 2026 - 05:53

Salurkan Bantuan Kursi Roda, YGP Beri Semangat Baru Untuk Warga Depok

18 Maret 2026 - 05:47

News Trending DEPOK