NGAWI, transnews.co.id – Pembangunan Sekolah Rakyat (SR) Jawa Timur 2 di Kabupaten Ngawi terus dipacu untuk memenuhi target percepatan yang ditetapkan Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Hingga pertengahan Juni 2026 atau memasuki minggu ke-35 pelaksanaan proyek, progres pembangunan telah mencapai 82,12 persen.
Bidang Quality dan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) PT Brantas Abipraya (Persero), Azis, mengatakan pihaknya melakukan berbagai langkah percepatan di lapangan, mulai dari penambahan tenaga kerja hingga penerapan sistem kerja tiga shift.
“Untuk memenuhi target percepatan tersebut, saat ini kami mempekerjakan sebanyak 888 pekerja di luar staf. Jumlah tenaga kerja ini masih berpotensi bertambah sesuai kebutuhan di lapangan,” ujar Azis, Sabtu (13/6/2026).

Menurutnya, proyek yang semula dikontrak mulai pertengahan Desember 2025 dengan target Provisional Hand Over (PHO) pada 20 Agustus 2026 kini harus dipercepat.
Menindaklanjuti instruksi percepatan dari Kementerian PU, penyelesaian proyek ditargetkan rampung sebelum Juli 2026.
“Dengan adanya program percepatan tersebut, kami berupaya maksimal agar proyek ini bisa selesai sebelum Juli 2026,” tegasnya.
Azis menjelaskan, pada tahap awal pelaksanaan proyek, progres fisik sempat belum terlihat signifikan karena masih difokuskan pada pekerjaan persiapan. Beberapa pekerjaan awal yang cukup menyita waktu antara lain penyelesaian pembebasan lahan, pemangkasan bukit, serta mobilisasi alat berat ke lokasi proyek.
Kondisi tersebut sempat menyebabkan deviasi progres minus tipis.
Namun, secara keseluruhan pelaksanaan proyek masih berada pada jalur yang direncanakan. Saat ini, pekerjaan struktur bangunan telah memasuki tahap finishing.
Sementara itu, pekerjaan arsitektur telah mencapai sekitar 70 persen, pekerjaan mekanikal berada di atas 50 persen, dan pekerjaan landscape telah melampaui 60 persen.
“Untuk pekerjaan penutup atap tinggal dua gedung dan saat ini masih berjalan sesuai rencana. Semua material pendukung sudah siap, tinggal percepatan pekerjaan di lapangan,” jelasnya.
Sementara itu, Site Manager PT Brantas Abipraya, Wahab, mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Ngawi telah menyediakan lahan seluas sekitar 7,6 hektare untuk pembangunan kompleks Sekolah Rakyat tahap II tersebut.
Sekolah ini dirancang mengusung konsep boarding school yang mencakup jenjang pendidikan SD, SMP hingga SMA dengan kapasitas sekitar 1.008 siswa.
Setiap jenjang pendidikan akan memiliki gedung belajar dua lantai yang dilengkapi berbagai fasilitas pendukung.
Selain ruang kelas, kawasan pendidikan terpadu ini juga akan dilengkapi asrama siswa dan guru, kantin terpisah, dapur umum, gudang, rumah susun guru, masjid, guest house, lapangan sepak bola, serta berbagai fasilitas penunjang lainnya.
“Konsepnya boarding school, sehingga siswa dapat tinggal dan belajar dalam satu kawasan yang terintegrasi,” kata Wahab.
Pembangunan Sekolah Rakyat Jatim 2 mendapat sambutan positif dari masyarakat sekitar. Salah seorang warga, Budiarto, berharap keberadaan sekolah tersebut benar-benar menjadi solusi bagi masyarakat kurang mampu untuk memperoleh pendidikan berkualitas tanpa biaya.
“Harapannya sekolah ini benar-benar gratis tanpa pungutan liar, sehingga bisa membantu masyarakat kecil mendapatkan pendidikan yang layak,” ujarnya.
Diketahui, proyek pembangunan Sekolah Rakyat Jawa Timur 2 merupakan bagian dari program strategis nasional di bidang pendidikan.
Tender proyek ini diikuti sekitar 56 perusahaan jasa konstruksi nasional, dan PT Brantas Abipraya (Persero) akhirnya ditetapkan sebagai pemenang.
Keberadaan Sekolah Rakyat Jatim 2 di Ngawi diharapkan menjadi tonggak pemerataan akses pendidikan berkualitas bagi masyarakat, sekaligus menjadi model pengembangan sekolah berbasis asrama yang dapat direplikasi di berbagai daerah di Indonesia.












