Rekapitulasi KPU Jatim, Dua Incumbent dan Pendatang Baru Lolos DPD RI

SURABAYA, transnews.co.id – Ahmad Nawardi incumbent anggota DPD RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Timur dipastikan akan terpilih kembali bersama LaNyalla Mahmud Mattalitti icumbent yang juga saat ini masih menjabat ketua DPD RI, hasil Pemilu 2024.

Berdasarkan hasil rekapitulasi penghitungan suara tingkat provinsi yang sudah dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jatim, Senin (11/3/2024).

Nawardi dan LaNyalla akan di dampingi dua pendatang baru sebagai anggota DPDRI Dapil Jatim. Yakni Lia Istifhana dan Kondang Kusumaning Ayu, calon DPD no urut 10 yang cukup fenomenal, karena fotonya di surat suara yang tampak eye catching membuat banyak pemilih mencoblosnya.

Berdasarkan rekapitulasi tingkat kabupaten/kota yang dilakukan, AA Nawardi yang juga mantan anggota DPRD Jatim dari PKB mendapatkan dukungan sebanyak 3,28 juta suara dan menjadi peraih suara terbanyak.

baca juga :   KPU, Bawaslu dan Kesbangpol Apresiasi NGUTIK Gelaran KPNP kota Depok

Disusul La Nyalla dengan capaian 3,13 juta suara. Lalu Lia Istifhama yang merupakan keponakan dari mantan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa meraup sebanyak 2,74 juta suara. Dan Kondang Kusumaning Ayu dengan 2,54 juta suara.

Terpilihnya kembali Nawardi untuk yang ketiga kalinya dan La Nyalla diperiode kedua, selama ini memang sudah diprediksi. Maklum, keduanya sudah dua periode menjabat sebagai senator sehingga namanya jauh lebih familiar. Ditambah lagi dua tokoh ini juga kerap turun ke tengah-tengah masyarakat. Sepak terjangnya juga biasa menghiasi media massa.

Menurut A. Qudus Salam, pengamat politik dan sosial kemasyarakatan, keterpilihan Nawardi dan La Nyalla terbilang tidak mengejutkan. Dalam survei jauh sebelum Pemilu 2024 pun keduanya berada di posisi teratas.

baca juga :   Kadis Kominfo Jatim Berkunjung ke KPU Jatim

Sosok Nawardi, misalnya, mantan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) itu selama ini memang dikenal akrab dengan para kiai pesantren dan tokoh masyarakat.

‘’Beliau Nawardi memang santri. Anak-anaknya juga santri. Selain itu, sudah sangat lama berkecimpung di aktifitas pergerakan dan politik. Pernah menjadi anggota DPRD Jatim dan dua periode di DPD RI. Beliau juga kelahiran Madura. Jadi, sangat wajar mendulang suara tebal. Sebab, modal sosialnya sudah sangat kuat,’’ paparnya dikonfirmasi, Selasa (12/3/2024).

Justru, lanjut dia, terasa aneh kalau sampai Nawardi tidak banyak mendapatkan dukungan. “Sebaliknya, rasanya tidak rasional kalau tidak memiliki modal sosial besar, kemudian mendapat banyak suara,’’ sambung Qudus.

baca juga :   PKS Mendesak KPU dalam Kasus Penggelembungan Suara di Kota Depok

Demikian juga dengan La Nyalla. Mantan ketua Kadin Jatim itu sudah jauh lebih lama dikenal masyarakat. Jejaringnya juga luas. “Jadi, baik Pak Nawardi dan Pak Nyalla, keduanya memang memiliki kompetensi,’’ pungkasnya.

Kendati begitu, kepastian calon terpilih DPD RI dan kepastian angka raihan suara tersebut bukan hasil rekapitulasi resmi KPU Provinsi Jatim. Kepastiannya, tentu masih harus menunggu penetapan resmi KPU Pusat yang dijadwalkan paling akhir pada 20 Maret mendatang

Loading

Catatan Redaksi: Apabila ada pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan penayangan artikel dan/ atau berita tersebut di atas, Silahkan mengirimkan sanggahan dan/atau koreksi kepada Kami, sebagai-mana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) UU Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers melalui email: transnewsredaksi@gmail.com