Menu

Mode Gelap
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Pengamanan Natal 2025 di Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2025 Berjalan Aman, Forkopimda Sidoarjo Pantau Gereja Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jatim 2 Tahap Finishing, Addendum 14 Hari  Kominfo Jatim Evaluasi Pengelolaan SP4N LAPOR!, Dorong Peningkatan Status Kabupaten/Kota Bupati Sidoarjo Tinjau Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Instruksikan Penanganan Darurat Perkuat Tata Kelola Digital, Ribuan Desa di Jawa Timur Terima Hibah Komputer dari Korsel

DEPOK

Rosyid Kepala UPS Permata Regency Depok: Jangan Wariskan Anak Cucu Dengan Sampah

LOGOS TNbadge-check


					Abdul Rosyid, Kepala UPS Permata Regency Ratu Jaya Depok. (17/05/2024) Perbesar

Abdul Rosyid, Kepala UPS Permata Regency Ratu Jaya Depok. (17/05/2024)

DEPOK, transnews.co.id – Marilah kita mulai memilah sampah, jangan wariskan anak cucu ke depannya dengan sampah,

Hal itu diungkapkan Kepala Unit Pengolahan Sampah (UPS) Permata Regency, Kelurahan Ratu Jaya, Cipayung, Kota Depok Abdul Rosyid saat ditemui transnews. (17/05/2024).

“Saya berpesan kepada masyarakat Ratu Jaya marilah kita mulai memilah sampah agar di TPA tidak sampai over loud, termasuk untuk masyarakat Kota Depok secara keseluruhan agar ke depannya anak cucu kita tidak kita wariskan sampah, lebih baik memilah sampah dari sekarang karena seluruh UPS yang ada di Kota Depok sudah operasional tinggal kesadaran masyarakatnya saja,” ungkap Rosyid.

Lebih lanjut Rosyid menjelaskan, “Jadi sampah dari masyarakat itu kan terbagi tiga ada organik, residu, dan non organik, nah sampah tiga macam itu organiknya dilarikan ke UPS sampah basah seperti bekas sayuran, nasi, tulang, sama cangkak telor. Sedangkan untuk residunya dibuang ke TPA, dan non organiknya ke Bank Sampah,” jelasnya.

Dan untuk masyarakat juga bisa membuang langsung sampah organik ke UPS terdekat,

“Untuk warga yang ingin membuang sampah organik bisa langsung mengunjungi UPS, jadi mereka yang diluar Ratu Jaya biasanya kan permintaan pupuk, sekalian juga kita memberikan edukasi ke masyarakat,” ucapnya.

Lebih dalam Rosyid menjabarkan proses pembuatan pupuk dari sampah organik,

“Proses pupuk organik itu ketika datang ke UPS kita tetap pilah karena masih ada plastik seperti bungkus saos yang kecil barulah selanjutnya kita campur dengan organik kering daun satu banding satu agar fermentasi itu tidak ada air,” ujarnya.

“Selanjutnya kita buat gundukan untuk pengaturan suhu selama empat belas hari baru kita balik agar suhunya menurun juga. Setelah tiga bulan setengah selanjutnya kita ayak dan dikemas dengan karung,” tandasnya.

Baca Lainnya

Salurkan Bantuan Kursi Roda, YGP Beri Semangat Baru Untuk Warga Depok

18 Maret 2026 - 05:47

Ramadan, PLN UIT JBB Berbagi Berkah untuk Anak Yatim dan Dhuafa

13 Maret 2026 - 17:48

Tanpan IMB, DPRD Depok Desak Perumahan Diamond Field Disegel

12 Maret 2026 - 21:02

Buka Bazar Raya Ramadan 2026, Sekda Depok Dorong Kebangkitan UMKM Lokal

12 Maret 2026 - 20:11

News Trending DEPOK