Menu

Mode Gelap
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Pengamanan Natal 2025 di Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2025 Berjalan Aman, Forkopimda Sidoarjo Pantau Gereja Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jatim 2 Tahap Finishing, Addendum 14 Hari  Kominfo Jatim Evaluasi Pengelolaan SP4N LAPOR!, Dorong Peningkatan Status Kabupaten/Kota Bupati Sidoarjo Tinjau Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Instruksikan Penanganan Darurat Perkuat Tata Kelola Digital, Ribuan Desa di Jawa Timur Terima Hibah Komputer dari Korsel

DAERAH

Transformasi Perpustakaan Perkuat Pembangunan Pertanian

LOGOS TNbadge-check


					Transformasi Perpustakaan Perkuat Pembangunan Pertanian Perbesar

Bogor, Transnews.co.id – Era Revolusi Industri 4.0 membuat akses informasi di dunia digital makin cepat. Kebutuhan akan data yang presisi Dan komprehensif menjadi sebuah kepastian.

Maka dari diperlukan SDM yang adaptif terhadap perubahan-perubahan tersebut. Disnilah peran perpustakaan amat penting sebagai sumber rujukan pengetahuan, sekaligus menjadi institusi yang memiliki andil dalam upaya peningkatan kapasitas dan kompetensi masyarakat.

Demikian disampaikan Kepala Badan PPSDMP Kementerian Pertanian, Dedi Nursyamsi ketika membuka acara Bimtek bertajuk ‘Literasi dan Pengelolaan Informasi Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian’ di Bogor, Jawa Barat, Kamis (11/11).

Dedi memaparkan bahwa dalam birokrasi Indonesia, perpustakaan tumbuh membentuk institusi yang sangat hierarkis, dengan aparaturnya yang dibedakan atas fungsional dan struktural.

Perpustakaan menjadi sumber informasi dan pengetahuan. Keberadaannya tidak hanya mengumpulkan pengetahuan, namun lebih dari itu pengetahuan disebarluaskan melalui perpustakaan dan dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat.

“Perpustakaan dituntut untuk mendukung literasi informasi masyarakat dalam aktivitas rutinnya. Bukan lagi sekedar pelayanan bahan bacaan yang diubutuhkan pemustaka semata,” beber Dedi.

Menurut Dedi, untuk menjadikan perpustakaan sebagai pusat literasi diperlukan adanya peningkatan kualitas baik pustakawan sebagai pengelola perpustakaan, maupun perpustakaan yang menyediakan informasi yang mudah diakses secara virtual dimana pun berada.

“Perpustakaan harus bisa bertransformasi sehingga memiliki peran signifikan dalam meningkatkan kemampuan masyarakat, sehingga dapat mengubah kualitas hidupnya menjadi lebih baik menuju kesejahteraan,” ungkap dia.

Dedi menambahkan bahwa informasi yang dikelola perpustakaan dapat digunakan penyuluh sebagai bahan literasi informasi dalam menyusun materi teknologi pertanian untuk petani, khususnya di lokasi IPDMIP.

Melalui Literasi informasi, dia berharap dapat memperkaya informasi bagi stakeholder, pengelola, maupun pelaksana IPDMIP dalam penerapan pertanian beririgasi dan peningkatan IP.

“Sehingga desiminasi informasi kepada masyarakat umum khususnya petani akan lebih cepat dan valid serta mendukung pembangunan pertanian di Indonesia,” tegas pejabat bermurah senyum ini.

Adapun peserta bimtek ini terdiri dari fungsional pustakawan/pengelola perpustakaan Lingkup Eselon 1 dan UPT BPPSDMP serta fungsional penyuluh pertanian Pusat dan Dinas Pertanian Kabupaten di lokasi IPDMIP.

Kepala Pusat Pengembangan
Perpustakaan Umum dan
Khusus, Perpustakaan
Nasional, Upriyadi memaparkan bahwa lembaganya dihadapkan pada tantangan yang kompleks di era teknologi yang sedemikian pesat.

Perpustakaan harus mengambil peran sebagai penyedia informasi yang dibutuhkan publik yang dilayaninya. Perpustakaan harus dapat memilah serapan teknologi yang membanjir, dan dapat memahami keberadaan teknologi yang kemudian menyediakannya sebagai layanan perpustakaan.

“Perpustakaan mempunyai andil yang besar dalam literasi dan penyediaan informasi, baik cetak maupun online untuk menciptakan masyarakat yang mempunyai kemampuan literasi lebih tinggi sehingga mendorong perubahan kualitas hidupnya menjadi lebih baik,” beber dia.

Literasi Perpustakaan (Library Literacy), bisa mengoptimalkan informasi yang ada. Karena keberadaan perpustakaan sebagai salah satu akses mendapatkan informasi belum optimal dikembangkan di Indonesia.

“Di era pandemi Covid-19, perpustakaan menyesuaikan diri, bukan lagi hanya sebagai tumpukan buku berdebu dan hanya sebagai institusi dan gedung. Perpustakaan kini harus bertransformasi berbasis inklusi sosial agar masyarakat dapat memperoleh akses pengetahuan, baik secara onsite maupun secara online melalui layanan informasi digital sehingga dapat memberdayakan masyarakat dengan pendekatan tekologi informasi,” pungkasnya.(ez)

Baca Lainnya

FKPM Mambak Kecam Akun Facebook yang Rendahkan Martabat Ratu Kalinyamat Jepara

3 February 2026 - 23:05

Pekerja Bangunan di Jepara Dilarikan ke RSUD Kartini Usai Tersengat Listrik di Atap Gudang SPPG Lebuawu

3 February 2026 - 23:02

Temuan Tonggak Penebangan di Beteng Portugis Picu Pertanyaan Tata Kelola Cagar Budaya

3 February 2026 - 22:58

Gebyar Literasi Anak Meriahkan Harjasda ke-167, Tanamkan Budaya Menabung dan Cinta Sidoarjo Sejak Dini

3 February 2026 - 22:52

News Trending DAERAH