Menu

Mode Gelap
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Pengamanan Natal 2025 di Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2025 Berjalan Aman, Forkopimda Sidoarjo Pantau Gereja Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jatim 2 Tahap Finishing, Addendum 14 Hari  Kominfo Jatim Evaluasi Pengelolaan SP4N LAPOR!, Dorong Peningkatan Status Kabupaten/Kota Bupati Sidoarjo Tinjau Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Instruksikan Penanganan Darurat Perkuat Tata Kelola Digital, Ribuan Desa di Jawa Timur Terima Hibah Komputer dari Korsel

DAERAH

TRRC BKSDA dan OFI Kalteng Berhasil Evakuasi Orangutan dengan Bobot 83 Kg

LOGOS TNbadge-check


					TRRC BKSDA dan OFI Kalteng Berhasil Evakuasi Orangutan dengan Bobot 83 Kg Perbesar

Pangkalan Bun, Transnews.co.id – Tim Rescue Respon Cepat (TRRC) SKW II BKSDA Pangkalan Bun Kalimantan Tengah bersama OFI telah berhasil melakukan evakuasi Orangutan di Desa Sungai Bedaun Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, Sabtu (26/2/2022).

Individu orangutan berukuran besar tersebut nyasar ke perkampungan di lokasi perkebunan kelapa sawit milik salah satu perusahaan yang ada di Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah.

Orangutan dilindungi ini sempat menggegerkan warga dan pekerja perkebunan plasma kelapa sawit yang sedang melakukan aktivitas di Desa Sungai Bedaun, Kecamatan kumai.

Merasa terganggu dengan keberadaan orangutan, pihak perusahaan melapor ke petugas Tim Rescue Orangutan Foundation International (OFI) dan BKSDA kalteng SKW II Pangkalan Bun

Setelah mendapat laporan, petugas langsung melakukan pemantauan keberadaan orangutan dan berupaya mengevakuasi dengan cara menembakkan obat bius menggunakan alat tradisional berupa sumpit.

Humas BKSDA Kalteng SKW II Pangkalan Bun, Adimas Jaya Pratama saat dikonfirmasi mengatakan, usai dibius, orangutan diperiksa kesehatannya, kemudian dilakukan tes antigen dengan hasil negatif.

“Di tubuh orangutan tidak ditemukan bekas senjata tajam maupun tumpul,” katanya.

Orangutan berjenis kelamin jantan dan bobot delapan puluh tiga kilogram (83 kg). Setelah dinyatakan sehat, petugas langsung melepasliarkan orangutan Ke Taman Nasional Tanjung Puting.

Lanjut Adimas, karena jaraknya lebih dekat dengan keberadaan orangutan.

“Diduga orangutan kelaparan, kurang persediaan makanan dalam hutan, dan habitatnya terganggu akibat tingginya alih fungsi lahan dari hutan menjadi lahan Perkebunan Kelapa Sawit,” terang Adimas Jaya Pratama.

Petugas berharap, apabila warga menemukan orangutan nyasar ke pemukiman maupun ke perkebunan agar segera melapor ke Petugas BKSDA Kalteng.

Sebagai informasi Orangutan ini masuk perkampungan pada hari Rabu (23/2/2022) Sore hari.

Baca Lainnya

Peringati Harjasda ke-67, Pemkab Sidoarjo Gelar Doa Bersama 1.000 Anak Yatim 

2 Februari 2026 - 20:38

Peringati Harjasda ke-67, Pemkab Sidoarjo Gelar Doa Bersama 1.000 Anak Yatim 

Ribuan Warga Jepara Padati Tradisi Baratan, Rayakan Nisfu Sya’ban Dengan Kirab Lampion

2 Februari 2026 - 11:30

LSM KPK-RI Mojokerto Gandeng LBH CCI Jatim Tingkatkan Akses Bantuan Hukum Masyarakat

2 Februari 2026 - 11:23

LSM KPK-RI Mojokerto Gandeng LBH CCI Jatim Tingkatkan Akses Bantuan Hukum Masyarakat

Polres Jepara Gelar Operasi Keselamatan Candi 2026, Tindak Tegas Pelanggaran Lalu Lintas

1 Februari 2026 - 14:28

Polres Jepara Gelar Operasi Keselamatan Candi 2026, Tindak Tegas Pelanggaran Lalu Lintas
News Trending DAERAH