Menu

Mode Gelap
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Pengamanan Natal 2025 di Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2025 Berjalan Aman, Forkopimda Sidoarjo Pantau Gereja Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jatim 2 Tahap Finishing, Addendum 14 Hari  Kominfo Jatim Evaluasi Pengelolaan SP4N LAPOR!, Dorong Peningkatan Status Kabupaten/Kota Bupati Sidoarjo Tinjau Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Instruksikan Penanganan Darurat Perkuat Tata Kelola Digital, Ribuan Desa di Jawa Timur Terima Hibah Komputer dari Korsel

PERISTIWA

United Tractor Gandeng IPB Lepasliar 10 Rusa Timor di Sukabumi

Avatar photobadge-check


					Direktur Human Capital, Communications & Sustainability UT Ari Sutrisno menyerahkan piagam penghargaan kepada Kepala Bidang KSDA Wilayah I Bogor, Wawan Sukawan. (UT). Perbesar

Direktur Human Capital, Communications & Sustainability UT Ari Sutrisno menyerahkan piagam penghargaan kepada Kepala Bidang KSDA Wilayah I Bogor, Wawan Sukawan. (UT).

SUKABUMI, transnews.co.id || PT United Tractors Tbk (UT) anak usaha dari PT Astra International Tbk (Astra), melakukan pelepasliaran 10 ekor Rusa Timor (Rusa timorensis) di Kawasan Margasatwa Cikepuh, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (14/7/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari program keberlanjutan United Tractors for Nature and Environment Sustainability (UTREES), yang dijalankan UT bersama Universitas IPB sebagai upaya mendukung konservasi keanekaragaman hayati di Indonesia dalam pengelolaan konservasi Rusa Timor yang telah berlangsung sejak 2018.

Direktur Human Capital, Communications & Sustainability UT Ari Sutrisno menyampaikan, pelestarian keanekaragaman hayati merupakan bagian penting dari komitmen perusahaan, dalam menjalankan praktik bisnis yang berkelanjutan.

“Melalui program UTREES, kami berupaya memberikan kontribusi nyata terhadap pelestarian satwa endemik Indonesia sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem,” terangnya.

Kolaborasi bersama IPB University dan para pemangku kepentingan, lanjutnya, menjadi bukti bahwa sinergi multipihak dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan dan keberlanjutan di masa depan.

Ia menjelaskan, Rusa Timor merupakan salah satu satwa endemik Indonesia yang memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem, di antaranya melalui penyebaran biji dan regenerasi hutan.

Berdasarkan IUCN Red List, spesies ini berstatus Vulnerable (Rentan) sehingga memerlukan upaya konservasi yang berkelanjutan untuk menjaga kelestarian populasinya.

“Sebelum dilepasliarkan, seluruh rusa menjalani serangkaian tahapan, mulai dari penilaian kondisi individu, survei kesesuaian habitat, hingga proses habituasi selama dua minggu di kandang adaptasi yang berada di kawasan pelepasliaran,” ungkap Ari.

Tahapan tersebut, tambahnya, dilakukan guna meningkatkan kemampuan adaptasi satwa terhadap lingkungan alaminya, sehingga peluang keberhasilan pelepasliaran menjadi lebih optimal.

Kawasan Margasatwa Cikepuh dipilih sebagai lokasi pelepasliaran karena memiliki habitat alami yang masih terjaga, ketersediaan sumber pakan yang memadai, serta tutupan vegetasi yang mendukung kehidupan Rusa Timor.

Kawasan ini juga menjadi habitat bagi berbagai satwa liar lainnya, sehingga dinilai memenuhi aspek ekologis sebagai lokasi pelepasliaran.

Selain memberikan manfaat bagi pelestarian satwa, program ini juga mendukung pencapaian target keberlanjutan perusahaan melalui penguatan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG), khususnya pada pengelolaan keanekaragaman hayati.

Ari menegaskan, melalui berbagai inisiatif keberlanjutan, UT akan terus menghadirkan program-program yang memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.

“Sekaligus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, untuk menciptakan masa depan yang lebih berkelanjutan,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Umum Sekber Wartawan Indonesia (SWI) sangat mengapresiasi dan mendukung kegiatan konservasi dan pelepasliaran Rusa Timor ke Margasatwa Cikepuh, Kabupaten Sukabumi.

Menurutnya langkah tersebut, merupakan hak yang patut dicontoh oleh segenap bangsa Indonesia, untuk melestarikan keanekaragaman hayati.

“SWI sangat mendukung dan memberikan apresiasi tinggi kepada UT, yang telah melepasliarkan Rusa Timor tersebut. Ini patut dicontoh, oleh kita semua,” tukasnya.

Diketahui melalui program pembiakan dan pengelolaan konservasi di Taman Hutan Kampus IPB Dramaga, populasi Rusa Timor berhasil meningkat secara signifikan, dari semula 8 ekor menjadi 43 ekor.

Dari jumlah tersebut, 10 ekor Rusa Timor generasi keempat dinilai telah memenuhi kriteria untuk dilepasliarkan ke habitat alaminya.

Pelepasliaran ini juga melibatkan berbagai pemangku kepentingan, antara lain Universitas IPB, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat, Pemerintah Desa setempat, serta berbagai pihak lainnya.

Kolaborasi lintas pemangku kepentingan tersebut diharapkan dapat memperkuat upaya konservasi satwa liar, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga keanekaragaman hayati Indonesia.
(

Baca Lainnya

Museum Syaikhona Muhammad Kholil Resmi Dibuka, Bangkalan Teguhkan Warisan Dakwah dan Nasionalisme Ulama Besar Madura

18 Juli 2026 - 20:34

Bupati Subandi Serahkan Bantuan Rp.136 Juta Kepada Ahli Waris Pedagang Korban Kecelakaan 

18 Juli 2026 - 20:30

Sambut Program Sekolah Gratis, Kepala SMKS Tajimalela: Tidak Ada Alasan Putus Sekolah karena Biaya

18 Juli 2026 - 08:34

Sebut Ancaman Untuk Generasi Emas, Qonita Lutfiyah Tegas Tolak Normalisasi LGBT

17 Juli 2026 - 21:11

News Trending DEPOK