Menu

Mode Gelap
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Pengamanan Natal 2025 di Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2025 Berjalan Aman, Forkopimda Sidoarjo Pantau Gereja Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jatim 2 Tahap Finishing, Addendum 14 Hari  Kominfo Jatim Evaluasi Pengelolaan SP4N LAPOR!, Dorong Peningkatan Status Kabupaten/Kota Bupati Sidoarjo Tinjau Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Instruksikan Penanganan Darurat Perkuat Tata Kelola Digital, Ribuan Desa di Jawa Timur Terima Hibah Komputer dari Korsel

DAERAH

Wagub Jatim Apresiasi Penanganan Banjir oleh Pemkab Gresik

LOGOS TNbadge-check


					Wagub Jatim, Emil Dardak saat meninjau dampak banjir yang terjadi di Desa Bengkelolor, Kecamatan Benjeng dan Desa Cermen, Kecamatan Kedamean, Kab. Gresik, Senin (8/11/2021). Perbesar

Wagub Jatim, Emil Dardak saat meninjau dampak banjir yang terjadi di Desa Bengkelolor, Kecamatan Benjeng dan Desa Cermen, Kecamatan Kedamean, Kab. Gresik, Senin (8/11/2021).

Gresik, Transnews.co.id – Dampak jebolnya tanggul di beberapa titik di Kabupaten Gresik hingga membanjiri pemukiman warga, mendapat perhatian serius Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak. Untuk mengetahui secara dekat kondisi yang terjadi di lapangan, Wagub Emil meninjau dampak banjir yang terjadi di Desa Bengkelolor, Kecamatan Benjeng dan Desa Cermen, Kecamatan Kedamean, Kab. Gresik, Senin (8/11/2021).

Didampingi perwakilan petugas dari Pemprov Jatim dan Pemkab Gresik, mantan Bupati Trenggalek tersebut, melihat posko pengungsian yang sudah disiapkan. Tak hanya itu, dirinya juga melihat kesiapan para petugas Dapur Umum yang disiapkan BPBD Pemprov Jatim bekerjasama dengan Pemkab Gresik.

Melihat kesiapa-siagaan tersebut, Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak mengapresiasi pada kesiapan Pemkab Gresik tidak tidur menghadapi ini. Penaggulangan dan normalisasi sudah dijalankan Pemkab Gresik sejak Oktober awal. Langkah-langkah itu terus kita tingkatkan dan kita dorong,” kata Emil.

Emil menjelaskan, jebolnya Tanggul di Desa Bengkelolor, Kec. Kedamean, Kab. Gresik menjadi penyebab utama terjadinya banjir. Setidaknya total ada 13 tanggul yang jebol. Empat alat berat sudah dikerahkan untuk memperkuat tanggul di Kab. Gresik. Sedangkan alat berat milik Pemprov Jatim masih diperbantukan untuk menangani banjir bandang yang terjadi di Kota Batu. ujarnya.

Menurut Emil, upaya melakukan penanganan darurat di Kali Lamong, harus dilakukan secara bertahap. Karena skalanya dinilai cukup besar.

“Kalau di total, penanggulangan dilakukan sekitar 100 km. Menanggul 100 km merupakan proyek yang sangat besar,” tuturnya.

Menurutnya, penanganan banjir di Kali Lamong harus dilakukan secara bertahap. Pada prinsipnya, menangani sungai dimulai dari hilir hingga hulu. Dengan kata lain, sebut Emil, dimulai dari titik-titik yang paling urgent.

“Berdasarkan pemetaan yang paling darurat, dimulai dari Desa Jono, Kecamatan Cerme, berlanjut ke Desa Tambakberas, kemudian ke Desa Morowudi,” jelasnya.

Sementara terkait wacana pompa yang disarankan Bupati Gresik dengan menggunakan pengaturan air, Emil menjelaskan, bahwa di beberapa daerah memiliki perbedaan karakter banjirnya. Wagub Emil mencontohkan di Kab. Batu. Kondisi di wilayah tersebut dinilai karena sedimentasi atau hutan yang gundul. Lalu di Kota Surabaya karena tampungan drainasenya meluap melebihi kapasitas.

“Sementara di Kab. Gresik berbeda, karena sungai tidak mampu menampung debit air yang ada. Namun, pemerintah pusat sedang melaksanakan tugas untuk mengatasi tanggul. Memang semua ini masih proses,” jelas Wagub Emil.

Emil menambahkan, bahwa saat ini, Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWS) juga akan membantu persoalan yang sedang dialami Kab. Gresik.

“Mereka akan mendatangkan alat berat untuk membantu sekaligus menguatkan tanggul yang jebol,” tandasnya.

Selain normalisasi sungai dan memperkuat tanggul, BPBD Jatim sudah melakukan penanganan lain diantaranya membuka posko kesehatan di setiap puskesmas dan puskesmas pembantu wilayah kecamatan yang terdampak banjir. Disamping itu juga melakukan evakuasi warga di wilayah terdampak banjir, dan membuka dapur umum serta pemberian bantuan paket sembako dan makanan siap saji.

Sementara berdasarkan data BPBD Jatim per Senin, (8/11/2021) jumlah warga yang mengungsi sebanyak 403 orang. Rinciannya, sebanyak 21 balita, 77 anak-anak, 273 orang dewasa dan 32 lansia. Kemudian jumlah kecamatan yang terdampak banjir sebanyak 5 kecamatan terdiri dari Kecamatan Balongpanggang, Kecamatan Benjeng, Kecamatan Cerme, Kecamatan Menganti dan Kecamatan Kedamean. Sementara jumlah rumah yang terdampak sebanyak 2.211 rumah. (hd)

Baca Lainnya

Perkuat Soliditas Organisasi, H. Muhamad Sholeh Resmi Pimpin DPD Projo Jawa Timur 2026-2031

12 April 2026 - 18:35

CFD Sidoarjo Kembali Digelar, Layanan Publik dan UMKM Diserbu Warga

12 April 2026 - 18:25

Pemkab Sumenep Hadirkan Internet Satelit Starlink di Pulau Raas, Dorong Layanan Pajak Digital

12 April 2026 - 18:22

Halal Bihalal DPD Partai NasDem Jember Dari Silaturahmi ke Tekad Besar Mewujudkan Perubahan Nyata

12 April 2026 - 12:59

News Trending DAERAH