Menu

Mode Gelap
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Pengamanan Natal 2025 di Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2025 Berjalan Aman, Forkopimda Sidoarjo Pantau Gereja Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jatim 2 Tahap Finishing, Addendum 14 Hari  Kominfo Jatim Evaluasi Pengelolaan SP4N LAPOR!, Dorong Peningkatan Status Kabupaten/Kota Bupati Sidoarjo Tinjau Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Instruksikan Penanganan Darurat Perkuat Tata Kelola Digital, Ribuan Desa di Jawa Timur Terima Hibah Komputer dari Korsel

DAERAH

SDM Petani Kalbar Meningkat, Mentan SYL: Sekolah Lapang Punya Peran Strategis

LOGOS TNbadge-check


					SDM Petani Kalbar Meningkat, Mentan SYL: Sekolah Lapang Punya Peran Strategis Perbesar

Kalimantan Barat, Transnews.co.id – Provinsi Kalimantan Barat memiliki potensi pertanian yang cukup besar, salah satunya di Kabupaten Kubu Raya. Bersama Kementerian Pertanian, pemerintah dan elemen terakait terus menggenjot SDM para petani agar kompetensi mereka meningkat.

Salah satu yang tengah masif dilakukan adalah Sekolah Lapang (SL) Daerah Irigasi (DI) Selat Remis di Kecamatan Teluk Pakedai, Kabupaten Kubu Raya. SL merupakan bagian dari item program Integrated Participatory Development and Management of Irrigation Project (IPDMIP).

“Untuk yang September ini diikuti 20 peserta dari Kelompok Anugrah Tani. Fokus materi terkiat panen padi MT (Musim Tanam) Gadu -musim tanam yang tidak ada pengairannya dan mengandalkan air hujan atau tadah hujan-,” ujar Koordinator SL DI setempat, Enny Irdiana melalui keterangan tertulisnya, Jumat (1/10).

“Materi ini sangat penting karena sangat berpengaruh terhadap efektifitas dan efisiensi hasil panen. Pembekalan materi memberikan nilai tambah terhadap aktivitas usaha tani mereka,” lanjut dia.

Enny memaparkan program IPDMIP memiliki dampak positif terhadap peningkatan kompetensi para petani. Yakni bagaimana meningkatkan produktivitas padi, merehabilitasi jaringan irigasi, mencetak sawah beririgasi, menjamin tersedianya air untuk irigasi, hingga meningkatkan infrastruktur pertanian.

“Kita yakin dengan begitu, cita-cita kedaulatan pangan nasional bisa terealisasi. Optimis petani makin sejahtera, khususnya Kalimantan Barat. Siap penopang pangan nasional,” tutup dia.

Sementara, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo optimis bahwa kegiatan IPDMIP berjalan maksimal, dan bermanfaat bagi kepentingan masyarakat perdesaan, khususnya bagi petani dalam mendukung pencapaian ketahanan pangan dan meningkatkan Kesejahteraan Petani.

“Dengan IPDMIP, kita akan menggenjot produktivitas pertanian, khususnya di daerah irigasi. Diharapkan pendapatan petani naik sehingga kesejahteraan petani juga meningkat,” kata Mentan Syahrul.

Lebih lanjut diaampaikannya salah satu yang amat strategis adalah Sekolah Lapang (SL) Daerah Irigasi (DI) ini. Sangat penting untuk menguatkan kompetensi para petani kita,” lanjutnya.

Hal senada diungkapkan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian (Kementan) Dedi Nursyamsi. Menurutnya, IPDMIP harus berperan mendorong proses transformasi dari sistem pertanian tradisional menjadi modern. Untuk itu, SDM-nya harus digarap lebih dahulu.

“Mereka adalah petani, penyuluh, petani milenial melalui pelatihan,” kata Dedi.

Sistem pertanian tradisional, katanya, dicirikan oleh produktivitas yang rendah, penggunaan varietas lokal, dikerjakan secara manual atau dengan bantuan tenaga ternak. Sistem pertanian ini belum memanfaatkan mekanisasi pertanian serta teknologi informasi dan komunikasi (TIK).

“Pertanian modern dicirikan masifnya varietas berdaya hasil tinggi, menerapkan mekanisasi dan pemanfaatan teknologi era industri 4.0,” pungkas Dedi.

Sebagai informasi program IPDMIP dilaksanakan di 74 Kabupaten, 16 Provinsi (Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT)). Program ini bekerjasama lintas sektor dengan Bappenas, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Keuangan dan masyarakat petani serta semua pihak yang terkait baik di dalam dan sekitar daerah Irigasi.(ez)

Baca Lainnya

FKPM Mambak Kecam Akun Facebook yang Rendahkan Martabat Ratu Kalinyamat Jepara

3 February 2026 - 23:05

Pekerja Bangunan di Jepara Dilarikan ke RSUD Kartini Usai Tersengat Listrik di Atap Gudang SPPG Lebuawu

3 February 2026 - 23:02

Temuan Tonggak Penebangan di Beteng Portugis Picu Pertanyaan Tata Kelola Cagar Budaya

3 February 2026 - 22:58

Gebyar Literasi Anak Meriahkan Harjasda ke-167, Tanamkan Budaya Menabung dan Cinta Sidoarjo Sejak Dini

3 February 2026 - 22:52

News Trending DAERAH