Menu

Otomatis

DAERAH

Tidak ada Akses Jalan, Warga Desa Segarjaya Terisolasi

LOGOS TNbadge-check

Tanggul yang diklaim masuk lahan garapan oleh pengusaha tambak. (Yusup) Perbesar

Tanggul yang diklaim masuk lahan garapan oleh pengusaha tambak. (Yusup)

Karawang, Transnews.co.id – Warga Rt.013/03 Dusun (B) Karangmulya Desa Segarjaya Kecamatan Batujaya Kabupaten Karawang Jawabarat, yang berjumlah 60 kepala keluarga mengaku ketika ada warga yang meninggal,mau melahirkan dan sakit harus digendong.

Keadaan kehidupan warga setempat yang mayoritas sebagai petani padi, petambak serta menggantungkan hidupnya dari hasil laut,tidak hanya mayat warga dan yang mau melahirkan digendong.

“Anak-anak warga setempat manakala pergi ke sekolah harus berjalan kaki hingga 3 kilometer, menapaki jalan tanah dipinggiran empang.
Dan akan semakin sulit apabila dimusim penghujan jalanya licin, masyarakat nyaris lockdown tinggal di rumah tanpa melakukan aktivitas dan memiliki penghasilan,” Ungkap warga.

Masih menurut warga.Kesulitan dikarenakan bukan tidak memiliki area atau tanah untuk akses jalan, dari dulu area untuk pasilitas jalan sebagai fasilitas umum (FASUM) sudah ada.

Masalahnya lahan fasum untuk jalan diklaim oleh pengusaha tambak “Menurutnya Bahwa tanah untuk jalan (FASUM) termasuk lahan garapannya dengan beberapa alasan lainnya”

Sebenarnya, Bukan karena tidak ada perhatian pemerintah kabupaten dan Desa, ditahun 2021 Dua kali akan dibangun gagal.

Pertama akan dibangun Oleh pihak Pemda saat pelaksanaan mau dimulai lumpur Empang diangkat (Dicaer), Begitupun saat pemdes lewat Dana Desa juga sama Dicaer dan pada akhirnya dananya dialihkan ketitik yang lain.

Ironisnya pihak kehutanan Asper,RPH,Mandor yang notabene penguasa/doumenya atas lahan kehutanan yang menjadi otoritasnya tidak dapat mencarikan solusi serta melakukan untuk kepentingan orang banyak/masyarakat yang telah menempatkan kampung tersebut puluhan tahun,jauh sebelumnya tanah garapan dikuasai pengusaha tambak.

Masyarakat meminta Kepada Bapak Presiden RI, Menteri Yang Membidangi, Gubernur Jawabarat, Ombushman,Bupati Karawang, Camat Batujaya, Kades Segarjaya dan para pihak terkait lainnya agar turun kelapangan melakukan uji petik dan singkronisasi.

Manakala dibiarkan berpotensi masyarakat setempat akan terpuruk serta mengakibatkan perekonomian masyarakat Dusun (B) Karangmulya stak (tidak ada kemajuan/ tidak adanya peningkatan) bahkan nyaris terisolasi. Pinta warga.28/11-2021. (Yusup)

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Pemkab Sidoarjo Dukung Pembangunan Kompi Produksi Kodim 0816 untuk Perkuat Ketahanan Pangan

10 Sep 2026 - 19:01 WIB

Pemkab Sidoarjo Dukung Pembangunan Kompi Produksi Kodim 0816 untuk Perkuat Ketahanan Pangan

122 Bidang Lahan Flyover Gedangan Mulai Diukur, Pemkab Sidoarjo Kejar Pembebasan Lahan Rp 450 Milyar 

8 Sep 2026 - 21:03 WIB

122 Bidang Lahan Flyover Gedangan Mulai Diukur, Pemkab Sidoarjo Kejar Pembebasan Lahan Rp 450 Milyar 

Pemkab Pasuruan Gelar Pasar Murah Tiga Hari, Tekan Harga Sembako dan Jaga Daya Beli Warga

7 Sep 2026 - 19:55 WIB

Pemkab Pasuruan Gelar Pasar Murah Tiga Hari, Tekan Harga Sembako dan Jaga Daya Beli Warga

Sambut HUT TNI ke-81, Koramil Jonggol dan Warga Sukanegara Gelar Kerja Bakti Massal

6 Sep 2026 - 15:36 WIB

Sambut HUT TNI ke-81, Koramil Jonggol dan Warga Sukanegara Gelar Kerja Bakti Massal

Keracunan MBG Berulang, Pemprov Jatim Panggil Seluruh Pengelola SPPG dan Perketat Pengawasan

3 Sep 2026 - 21:00 WIB

Keracunan MBG Berulang, Pemprov Jatim Panggil Seluruh Pengelola SPPG dan Perketat Pengawasan

Sebanyak 516 Santri Diduga Keracunan MBG, SPPG Kalitengah Disuspend BGN: 31 Dapur di Sidoarjo Belum Berizin

2 Sep 2026 - 16:43 WIB

Sebanyak 516 Santri Diduga Keracunan MBG, SPPG Kalitengah Disuspend BGN: 31 Dapur di Sidoarjo Belum Berizin
Trending di DAERAH