Menu

Mode Gelap
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Pengamanan Natal 2025 di Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2025 Berjalan Aman, Forkopimda Sidoarjo Pantau Gereja Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jatim 2 Tahap Finishing, Addendum 14 Hari  Kominfo Jatim Evaluasi Pengelolaan SP4N LAPOR!, Dorong Peningkatan Status Kabupaten/Kota Bupati Sidoarjo Tinjau Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Instruksikan Penanganan Darurat Perkuat Tata Kelola Digital, Ribuan Desa di Jawa Timur Terima Hibah Komputer dari Korsel

DAERAH

Antisipasi Penyebaran Omicron, Kota Bogor Kembali Berlakukan Ganjil Genap

LOGOS TNbadge-check


					Ilustrasi Ganjil Genap (Dok. Korlantas Polri) Perbesar

Ilustrasi Ganjil Genap (Dok. Korlantas Polri)

Bogor, Transnews.co.id – Rekayasa lalu lintas akan diberlakukan di Kota Bogor, salah satunya sistem ganjil genap. Hal ini bertujuan untuk membatasi mobilitas masyarakat dalam rangka mengantisipasi penyebaran Covid-19 varian Omicron.

“Kami akan melaksanakan gabungan kombinasi antara ganjil genap atau bebas kerumunan. Jadi dua metode akan kami laksanakan,” kata Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro di halaman Balai Kota Bogor, Jumat (14/1/2022).

Susatyo menambahkan, dalam dua pekan terakhir situasi di Kota Bogor memang terpantau padat, terutama di sentra wisata dan kuliner. Sehingga, dengan adanya kebijakan ini dapat memberi pesan kepada masyarakat bahwa pandemi belum berakhir.

“Kita tidak sedang baik-baik saja dan kita harus bersama-sama kembali menguatkan protokol kesehatan dan menghindari kerumunan, mengurangi mobilitas. Ingat ini disiplin menahan diri satu hari saja. Silakan beraktivitas tapi ingat kendaraan masing-masing ganjil atau genap,” ungkapnya.

Untuk teknis, pada dasarnya sama seperti ganjil genap sebelumnya yang pernah dilakukan di Kota Bogor. Hanya saja, untuk waktu dan lokasinya akan menyesuaikan situasi atau kondisi di lapangan.

“Kita akan lihat, akan ada lima pola yang diaksanakan, apakah lima pola ini kami di titik seputaran SSA atau ring luar sehingga kita lihat efektifnya mana yang ramai itu yang akan dilaksanakan. Ada enam titik, namun pola penempatan titiknya melihat dinamika di lapangan. Ingat, tidak membatasi total bukan penyekatan tetapi ini penerapan seleksi dan selektif kendaraan melalui ganjil genap,” jelas Susatyo.

Baca Lainnya

Gubernur Khofifah Siagakan OPD Hadapi Mudik Lebaran 2026, WFA Diterapkan Tanpa Ganggu Layanan Publik

18 Maret 2026 - 20:02

Pemkab Sidoarjo Berangkatkan 1.400 Pemudik Gratis, Siapkan 28 Bus ke 5 Rute Favorit

18 Maret 2026 - 20:00

Jelang Lebaran 2026, Forkopimda Jepara Pastikan Stok Pangan dan Energi Aman

17 Maret 2026 - 21:39

Semarak Ramadhan, Grup Senam Aerobik Saigo Jepara Gelar Buka Bersama untuk Pererat Silaturahmi

16 Maret 2026 - 21:52

News Trending DAERAH