Menu

Mode Gelap
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Pengamanan Natal 2025 di Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2025 Berjalan Aman, Forkopimda Sidoarjo Pantau Gereja Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jatim 2 Tahap Finishing, Addendum 14 Hari  Kominfo Jatim Evaluasi Pengelolaan SP4N LAPOR!, Dorong Peningkatan Status Kabupaten/Kota Bupati Sidoarjo Tinjau Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Instruksikan Penanganan Darurat Perkuat Tata Kelola Digital, Ribuan Desa di Jawa Timur Terima Hibah Komputer dari Korsel

EKBIS

Sawit dan Migas Masih Jadi Andalan Topang Pertumbuhan Ekonomi Riau di 2022

LOGOS TNbadge-check


					Ilustrasi Perbesar

Ilustrasi

Pekanbaru, Transnews.co.id – Sawit dan Migas, diyakini masih akan memberikan andil bersar dalam menopang kondisi perekonomian Riau di sepanjang tahun 2022.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Riau Muhamad Nur, Rabu (16/2/2022) di Pekanbaru.

Dia menjelaskan, secara sektoral, struktur perekonomian Riau ditopang oleh tiga sektor utama berbasis sumber daya alam, yakni sektor industri pengolahan/manufaktur sekitar 32%.

Lalu sektor pertanian/perkebunan/kehutanan sekitar 28% (yang di dalamnya didominasi oleh sawit), serta sektor pertambangan (migas) sekitar 15% .

“Meski, di sektor pertambangan sejauh ini berkontribusi negatif terhadap pertumbuhan ekonomi Riau seiring natural declining lifting migas. Namun angka kontribusi terhadap ekonomi Riau masih sangat tinggi di tahun 2021,” terangnya.

Pertumbuhan di sektor sumber daya alam tersebut, semakin kuat didukung dengan kinerja investasi dan lapangan usaha, yang telah memberikan kontribusi cukup besar terhadap pertumbuhan ekonomi Riau di tahun 2021.

Akselerasi pertumbuhan ekonomi Riau seiring dengan pulihnya permintaan domestik disertai pertumbuhan yang tinggi pada ekspor luar negeri.

Muhamad Nur mengatakan, tingginya permintaan terhadap komoditas utama Riau dan tren peningkatan harga komoditas (sawit dan migas) sepanjang tahun 2021 mendorong kinerja ekspor mencapai titik tertinggi sejak tahun 2012.

Perkembangan ini juga mendorong kinerja investasi secara tahunan mencatatkan pertumbuhan positif di 2021.

“Dari sisi lapangan usaha, peningkatan kinerja pada sektor manufaktur, perdagangan, dan konstruksi, serta perbaikan kontraksi pada sektor pertambangan mendorong pertumbuhan pada periode ini,” terangnya.

Sebagaimana diketahui, kondisi perekonomian Riau pada triwulan IV–2021 melanjutkan pertumbuhan positif sepanjang tahun.

Pada periode tersebut, ekonomi Riau tumbuh sebesar 3,81% (yoy),meski realisasi tersebut lebih lambat dibandingkan triwulan sebelumnya (4,13%, yoy) dan lebih tinggi dari periode yang sama pada tahun sebelumnya (-1,48%, yoy),” ujarnya.

Secara keseluruhan tahun, perekonomian Riau pada tahun 2021 tumbuh sebesar 3,36% (yoy), terakselerasi dari tahun 2020 yang kontraksi 1,12% (yoy).

Pencapaian ini, membuat Riau menjadi provinsi dengan PDRB terbesar ke-6 se-Nasional atau terbesar ke-2 di luar pulau Jawa, dengan kontribusi terhadap seluruh provinsi di Indonesia sebesar 4,97%.

Baca Lainnya

Antisipasi Cuaca Ekstrem, PLN Siagakan Gardu Induk Rawan Banjir di Jakarta

2 Februari 2026 - 14:02

Ribuan Warga Jepara Padati Tradisi Baratan, Rayakan Nisfu Sya’ban Dengan Kirab Lampion

2 Februari 2026 - 11:30

HUT ke-167 Sidoarjo Jadi Momentum Lompatan Pembangunan, Investasi Tembus Rp18,9 Triliun

1 Februari 2026 - 07:07

HUT ke-167 Sidoarjo Jadi Momentum Lompatan Pembangunan, Investasi Tembus Rp18,9 Triliun

Antrean Panjang di TPA Cipayung Sebabkan Warga Marah, karena ini

30 Januari 2026 - 15:49

News Trending DEPOK