Menu ✖

Otomatis

DAERAH

Harga Gas Elpiji 3 Kg di Kalteng Meroket, Capai 50 Ribu

LOGOS TNbadge-check

Harga Gas Elpiji 3 Kg di Kalteng Meroket, Capai 50 Ribu Perbesar

Sampit, Transnews.co.id – Gas elpiji di pelosok desa di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dijual dengan harga tinggi, dan kondisi ini tentu sangat memberatkan masyarakat desa. Sehingga banyak warga yang terpaksa menggunakan kayu bakar untuk memasak.

Seperti di Desa Sungai Ubar Mandiri, Kecamatan Cempaga dan desa-desa di Kecamatan Telawang, gas elpiji bersubsidi ukuran 3 kilogram (kg) dijual seharga Rp50.000 dari yang sebelumnya Rp40.000.

“Di Desa Sungai Ubar Mandiri harga gas elpiji bersubsidi tabung 3 kilogram dijual Rp50 ribu dari yang sebelumnya Rp40 ribu. Namun setelah ada rencana pemerintah mau menaikkan harga, selain mahal juga terjadi kelangkaan. Makanya kami terpaksa kembali menggunakan kayu bakar untuk memasak,” ujar Bernanto (35), warga Desa Sungai Ubar Mandiri, Senin (11/4/2022).

Dia mengakui, kondisi ekonomi masyarakat desa saat ini sangat sulit berkembang. Hal itu terjadi karena harga sejumlah kebutuhan pokok merangkak naik, mulai dari gas elpiji, minyak goreng dan kebutuhan hidup lainnya.

Khusus minyak goreng, satu liter dijual seharga Rp30.000. Jika berbanding dengan pendapatan masyarakat desa, kondisi itu sangat menyulitkan dan mereka tidak mampu memenuhi kebutuhan, karena harga karet, rotan atau hasil kebun lainnya justru menurun.

“Kami harap kepada Bapak Bupati bisa melihat langsung kondisi ekonomi masyarakat hingga ke desa-desa. Sehingga bisa mengetahui dan mendengar suara kami selaku warga desa,” ujar Bernanto.

Menanggapi hal itu, Anggota Komisi II DPRD Kotim Hj Darmawati mengaku sangat prihatin dengan kondisi ekonomi masyarakat, terutama soal langkanya gas elpiji bersubsidi dan harga jualnya yang mahal.

Seharusnya kepala desa bisa berkoordinasi ke kepala daerah terkait hal ini. Harus ada solusi atau kebijakan pemerintah daerah guna mengatur sistem penyaluran gas elpiji bersubsidi ke tingkat desa.

“Jika mengandalkan jasa agen-agen dalam penyaluran, maka yang terjadi saat ini justru disinyalir agen sengaja menaikkan harga gas elpiji itu. Koperasi Unit Desa bisa saja digunakan untuk penyalurannya. Saya harap ini jadi perhatian semua pihak, dan harus segera ditindaklanjuti,” ucap Darmawati di Sampit.

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Antisipasi Bencana Hidrometeorologi, Pemkab Sidoarjo Siagakan 17 Pompa Air dan Empat Posko Bencana

7 Nov 2026 - 04:34 WIB

Antisipasi Bencana Hidrometeorologi, Pemkab Sidoarjo Siagakan 17 Pompa Air dan Empat Posko Bencana

Bupati Subandi Tegaskan Zero Tolerance Suap dan Gratifikasi, Perkuat Pengawasan di Sidoarjo

5 Nov 2026 - 18:24 WIB

Bupati Subandi Tegaskan Zero Tolerance Suap dan Gratifikasi, Perkuat Pengawasan di Sidoarjo

Pembangunan SPAM Sumber Durmo Kabupaten Malang Capai 50 Persen, Deviasi Surplus 6 Persen

5 Nov 2026 - 18:22 WIB

Pembangunan SPAM Sumber Durmo Kabupaten Malang Capai 50 Persen, Deviasi Surplus 6 Persen

​Resmi Dilantik, Anggota BPD Se-Kecamatan Puger Siap Kembangkan Tata Kelola Desa

5 Nov 2026 - 17:26 WIB

​Resmi Dilantik, Anggota BPD Se-Kecamatan Puger Siap Kembangkan Tata Kelola Desa

Gubernur Khofifah Letakkan Batu Pertama Rutilahu di Probolinggo, Lima Warga Dapat Bantuan Renovasi

4 Nov 2026 - 19:20 WIB

Gubernur Khofifah Letakkan Batu Pertama Rutilahu di Probolinggo, Lima Warga Dapat Bantuan Renovasi

Pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi I Kabupaten Malang Tuntas 100 Persen, Siap Diresmikan

4 Nov 2026 - 19:16 WIB

Pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi I Kabupaten Malang Tuntas 100 Persen, Siap Diresmikan
Trending di DAERAH