Menu ✖

Otomatis

DEPOK

Wali Kota Depok Apresiasi dan Dorong Penggunaan Alat Kesehatan Produk Lokal

Avatar photobadge-check

Wali Kota Depok Apresiasi dan Dorong Penggunaan Alat Kesehatan Produk Lokal Perbesar

Wali Kota Depok Apresiasi dan Dorong Penggunaan Alat Kesehatan Produk Lokal

DEPOK, transnews.co.id – Supian Suri Wali Kota Depok apresiasi dan dorong penggunaan alat kesehatan pada produksi lokal yang ada di Kota Depok.

Hal itu disampaikan saat menghadiri peresmian produk alat kesehatan dalam negeri ventilator dan anesthesia machine produk PT. Graha Tekno Medika (GTM) bersama Mindray Medical Internasional Limited (Mindray Indonesia), di Jalan Abdul Wahab, Sawangan, Kota Depok, pada Senin, (08/09/2025).

“Pemerintah Kota Depok berikhtiar semaksimal mungkin mengapresiasi ini, khususnya dalam memenuhi kebutuhan alat kesehatan di rumah sakit, baik pemerintah maupun swasta,” ujar Wali Kota Depok.

Lebih lanjut Wali Kota Depok menyampaikan dengan adanya perusahaan yang memproduksi alat kesehatan di Kota Depok memberikan solusi terhadap salah satu permasalahan kesehatan.

“Atas nama pemerintah Kota Depok dan atas nama warga Indonesia. Saya berterima kasih kepada PT GTM dan Mindray yang memberikan salah satu solusi terhadap permasalahan kesehatan,”

“Dan kami Kota Depok menjadi bangga karena salah satu perusahaan Indonesia yang memproduksi alat kesehatan yang masuk kedalam teknologi tinggi ini juga ada di Kota Depok,” jelasnya.

Ade Supriyatna Ketua DPRD Kota Depok
Ade Supriyatna Ketua DPRD Kota Depok

Pada kesempatan yang sama Ade Supriyatna Ketua DPRD Kota Depok juga menyampaikan, dengan adanya produk alat kesehatan yang dibuat oleh perusahaan lokal yang berkolaborasi dengan industri luar negeri, menjadi salah satu pertumbuhan industri alat kesehatan.

“Ini untuk mempercepat pertumbuhan industri alat kesehatan di Indonesia khususnya di Kota Depok salah satu faktor untuk mengakselerasi adalah kerjasama dengan industri luar negeri. Juga sosialisasi edukasi ke dokter ke rumah sakit itu perlu dilakukan,” jelasnya.

Febie Yuriza Poetri Direktur Marketing dan Keuangan PT. GTMLebih lanjut, Febie Yuriza Poetri Direktur Marketing dan Keuangan PT. GTM mengatakan, Indonesia sudah menjadi produsen alat kesehatan berteknologi tinggi.

Ia juga menuturkan bahwa ventilator dan mesin anestesi bisa ditargetkan kapasitas produksinya 500 hingga 1.000 unit ventilator dan mesin anestesi setiap tahunnya.

“Kedua alat ini, kini dapat diproduksi di tanah air. Indonesia tidak lagi hanya menjadi pasar impor, tetapi juga produsen alat kesehatan berteknologi tinggi untuk mendukung layanan kritis dan intensif,” tandasnya.

Perlu diketahu bahwa PT. GTM menjadi salah satu produsen furnitur rumah sakit terkemuka di Indonesia. Sejak tahun 2014, PT. GTM telah memperluas riset dan pengembangan untuk memproduksi perangkat elektromedis.

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Bidik 1.000 Poin dan Juara Umum Porprov Jatim 2027, Sidoarjo Genjot Pembinaan Atlet Sejak Dini

30 Okt 2026 - 18:58 WIB

Bidik 1.000 Poin dan Juara Umum Porprov Jatim 2027, Sidoarjo Genjot Pembinaan Atlet Sejak Dini

Tekanan Mental Remaja Jadi Sorotan, Pemprov Jatim Perluas Layanan Konseling Gratis SEHATI

30 Okt 2026 - 18:56 WIB

Tekanan Mental Remaja Jadi Sorotan, Pemprov Jatim Perluas Layanan Konseling Gratis SEHATI

Direktur SDM Pertamina Ajak Generasi Muda Berinovasi dan Ciptakan Karya Bernilai Tambah

30 Okt 2026 - 15:21 WIB

Direktur SDM Pertamina Ajak Generasi Muda Berinovasi dan Ciptakan Karya Bernilai Tambah

Pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi I Kabupaten Banyuwangi Tuntas 100 Persen, Peresmian Serentak Masih Tertunda

30 Okt 2026 - 10:38 WIB

Pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi I Kabupaten Banyuwangi Tuntas 100 Persen, Peresmian Serentak Masih Tertunda

Khofifah Tantang Pemuda Jatim Buktikan Sumpah Pemuda Lewat Aksi Nyata, SNBT Madura Melonjak 33 Persen

28 Okt 2026 - 22:30 WIB

Khofifah Tantang Pemuda Jatim Buktikan Sumpah Pemuda Lewat Aksi Nyata, SNBT Madura Melonjak 33 Persen

Pembebasan Lahan Flyover Gedangan Butuh 200 Hari, Ganti Rugi Rp 450 Miliar Bergeser ke 2027

28 Okt 2026 - 22:27 WIB

Pembebasan Lahan Flyover Gedangan Butuh 200 Hari, Ganti Rugi Rp 450 Miliar Bergeser ke 2027
Trending di DAERAH