SIDOARJO, transnews.co.id — Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menegaskan langkah serius dalam mengatasi persoalan sampah dengan menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) pengolahan sampah menjadi energi listrik (waste to energy) bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan sejumlah pemerintah daerah lainnya.
Kesepakatan ini menjadi tonggak penting dalam transformasi pengelolaan sampah berbasis lingkungan sekaligus mendukung pengembangan energi baru terbarukan di daerah.
Kerja sama tersebut merupakan tindak lanjut dari berbagai rapat koordinasi yang telah digelar sebelumnya guna mematangkan konsep hingga implementasi di lapangan.

Bupati Sidoarjo, Subandi, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bukti keseriusan pemerintah daerah dalam menghadirkan solusi konkret terhadap persoalan sampah yang selama ini menjadi tantangan klasik.
“Upaya ini adalah bentuk komitmen kami untuk menghadirkan solusi yang tidak hanya menyelesaikan persoalan sampah, tetapi juga memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, kolaborasi ini menjadi strategi penting dalam menghadirkan sistem pengelolaan sampah yang lebih modern.
Tidak hanya mengurangi beban lingkungan, tetapi juga mampu memberikan nilai tambah melalui konversi sampah menjadi energi listrik.
Kegiatan penandatanganan PKS tersebut turut dihadiri Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, serta Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Hanif Faisol Nurofiq.
Selain itu, hadir pula tujuh kepala daerah dari kawasan Surabaya Raya dan Malang Raya yang menjadi bagian dari kerja sama lintas wilayah ini.
Melalui kerja sama ini, paradigma pengelolaan sampah diharapkan berubah, dari sekadar persoalan akhir menjadi peluang strategis dalam menghasilkan energi ramah lingkungan.
Pendekatan ini juga sejalan dengan agenda nasional dalam mendorong transisi menuju energi bersih.
Kolaborasi antar daerah dinilai menjadi kunci keberhasilan program, terutama dalam aspek teknologi, pembiayaan, hingga operasional.
Dengan dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur, implementasi program waste to energy ini diharapkan mampu memberikan dampak signifikan terhadap kualitas lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Sidoarjo Arief Mulyono serta Kepala Dinas Perumahan, Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Sidoarjo Ir. Mochamad Bachruni Aryawan.
Langkah ini sekaligus menandai babak baru pengelolaan sampah di Sidoarjo dari beban menjadi sumber energi masa depan.












