TUBAN, transnews.co.id – Proyek pembangunan Sekolah Rakyat (SR) Jawa Timur 1 di Kabupaten Tuban terus dipercepat guna mengejar target dari Kementerian Pekerjaan Umum. Hingga awal Mei 2026 atau memasuki minggu ke-24 pelaksanaan, progres pembangunan telah mencapai 43 persen.
Koordinator wilayah kabupaten Tuban, Agus Saputra dari PT Waskita CAG – KSO, Agus, menyampaikan bahwa percepatan dilakukan dengan menambah tenaga kerja, alat berat, serta mempercepat distribusi material ke lokasi proyek.
“Selain menambah sumber daya manusia, kami juga menerapkan sistem kerja tiga shift, siang, malam hingga pagi, agar pekerjaan bisa berjalan tanpa henti,” ujarnya.

Saat ini, sebanyak 748 pekerja dikerahkan di luar staf manajemen, dengan sistem kerja tiga shift. Jumlah tersebut masih berpotensi bertambah sesuai kebutuhan di lapangan.

Dok. Lintas Kendal
Lebih lanjut, Agus mengatakan bahwa Progres pekerjaan di lapangan sempat terjadi deviasi minus tipis, namun secara keseluruhan proyek masih sesuai jalur perencanaan,” jelasnya.
Saat ini, pembangunan telah memasuki tahap struktur. Sebagian bangunan bahkan sudah mulai masuk tahap arsitektur dan mekanikal. Seluruh material pendukung juga disebut telah tersedia, sehingga percepatan kini difokuskan pada pekerjaan di lapangan.
Awalnya, proyek ditargetkan rampung melalui Provisional Hand Over (PHO) pada akhir Juli 2026. Namun, adanya instruksi percepatan membuat target dimajukan, dengan harapan gedung sekolah sudah bisa digunakan pada akhir Juni 2026.
“Dengan adanya program percepatan dari Presiden Prabowo Subianto, kami berupaya maksimal agar proyek ini bisa selesai lebih cepat,” kata Agus.
Pemerintah daerah sendiri telah menyiapkan lahan seluas sekitar tujuh hektare untuk pembangunan kompleks Sekolah Rakyat tahap II ini.
Sekolah tersebut akan mengusung konsep boarding school yang mencakup jenjang SD, SMP, hingga SMA dengan kapasitas sekitar 1.000 siswa.
Setiap jenjang akan dilengkapi gedung dua lantai untuk kegiatan belajar mengajar. Selain itu, berbagai fasilitas penunjang juga disiapkan, seperti asrama siswa dan guru, kantin terpisah, dapur, gudang, hingga rumah susun guru.
Fasilitas lainnya meliputi masjid, guest house, lapangan sepak bola, serta lapangan basket yang akan terintegrasi dalam satu kawasan pendidikan.
“Konsepnya boarding school, sehingga siswa dapat tinggal dan belajar dalam satu kawasan terpadu,” tambah Agus.
Di sisi lain, masyarakat sekitar menyambut positif pembangunan sekolah tersebut. Salah satu warga, Basuki, berharap Sekolah Rakyat benar-benar memberikan akses pendidikan gratis dan berkualitas bagi masyarakat kurang mampu.
“Harapannya benar-benar gratis tanpa pungutan liar, sehingga bisa membantu masyarakat kecil,” ujarnya.
Diketahui, proyek pembangunan Sekolah Rakyat ini merupakan hasil lelang yang diikuti 61 perusahaan konstruksi nasional.
Dari proses tersebut, tiga perusahaan lolos hingga tahap evaluasi akhir, sebelum akhirnya PT Waskita CAG – KSO ditetapkan sebagai pemenang.
Nilai penawaran proyek mencapai Rp1,165 triliun untuk pembangunan di lima lokasi di lima kabupaten di Jawa Timur.
Proyek strategis ini diharapkan menjadi tonggak pemerataan akses pendidikan berkualitas, sekaligus menjadi model pengembangan Sekolah Rakyat berbasis asrama di Indonesia.












