SEMARANG, transnews.co.id – Ribuan warga memadati halaman Masjid Sunan Kalijaga, Kelurahan Penggaron Kidul, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang, dalam rangkaian puncak Haul Wali Agung Tanah Jawa, Kanjeng Sunan Kalijaga, yang digelar melalui Kirab Budaya pada Kamis (11/6/2026) malam.
Kegiatan tahunan yang telah menjadi tradisi masyarakat setempat itu berlangsung meriah dan sarat nilai budaya serta religius. Antusiasme warga terlihat sejak pagi hari melalui berbagai kegiatan sosial dan pelayanan publik yang diselenggarakan panitia.
Beragam layanan diberikan kepada masyarakat, mulai dari bazar UMKM, lomba mewarnai anak, pemeriksaan kesehatan gratis dari Puskesmas, layanan Samsat Keliling, pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), donor darah, hingga fasilitasi pembuatan izin usaha bagi pelaku UMKM.


Ribuan Warga Padati Kirab Budaya Haul Sunan Kalijaga di Penggaron Kidul
Lurah Penggaron Kidul, Dian Amelia Sari, S.E., mengungkapkan rasa syukurnya atas tingginya partisipasi masyarakat dalam peringatan haul tahun ini.
“Alhamdulillah, Haul Nyadran Sunan Kalijaga yang rutin kami selenggarakan setiap tahun berjalan sangat luar biasa. Masyarakat sangat antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, khususnya kirab budaya,” ujarnya.
Puncak acara semakin semarak dengan kehadiran jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Wali Kota Semarang turut hadir dan mengikuti prosesi kirab dengan menaiki kereta kencana bersama Camat Pedurungan. Sementara itu, Anggota DPRD Kota Semarang, Rahmulyo, turut mengiringi kirab menggunakan bendi bersama rombongan.
Menurut Dian, inti dari perayaan malam itu adalah prosesi kirab budaya yang mengarak seekor kerbau dan empat gunungan hasil bumi sebagai simbol rasa syukur masyarakat.
“Gongnya malam ini adalah kirab budaya mengarak kerbau dan empat gunungan hasil bumi. Kami berterima kasih atas kehadiran Ibu Wali Kota yang ikut bersama masyarakat Penggaron Kidul dalam kegiatan ini,” katanya.
Ketua RW 01 Penggaron Kidul, M. Abdul Halim, menilai peringatan haul tidak hanya menjadi agenda pelestarian tradisi, tetapi juga sarana mempererat persatuan warga.
“Alhamdulillah kegiatan berjalan lancar dan sukses. Ini menjadi media untuk merukunkan seluruh warga agar dapat berkolaborasi demi kebaikan bersama. Sekaligus meneladani Sunan Kalijaga yang menyebarkan Islam melalui pendekatan budaya yang santun dan diterima masyarakat,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Haul dan Kirab Budaya, Tukimin Pujo, menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen masyarakat dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya leluhur.
“Kami ingin terus nguri-uri budaya yang diwariskan Sunan Kalijaga. Setelah kirab malam ini, rangkaian acara akan dilanjutkan dengan pengajian umum dan penyembelihan kerbau sebagai bentuk rasa syukur,” jelasnya.
Kirab budaya yang mengarak empat gunungan hasil bumi dan seekor kerbau menjadi simbol ungkapan syukur masyarakat sekaligus penghormatan kepada Sunan Kalijaga, tokoh penyebar Islam di Tanah Jawa yang dikenal mengedepankan dakwah melalui pendekatan budaya dan kearifan lokal.
Dengan tingginya partisipasi masyarakat dan dukungan berbagai pihak, Haul Sunan Kalijaga di Penggaron Kidul kembali menjadi momentum memperkuat nilai kebersamaan, pelestarian budaya, serta spiritualitas di tengah kehidupan masyarakat modern.












