Menu

Mode Gelap
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Pengamanan Natal 2025 di Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2025 Berjalan Aman, Forkopimda Sidoarjo Pantau Gereja Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jatim 2 Tahap Finishing, Addendum 14 Hari  Kominfo Jatim Evaluasi Pengelolaan SP4N LAPOR!, Dorong Peningkatan Status Kabupaten/Kota Bupati Sidoarjo Tinjau Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Instruksikan Penanganan Darurat Perkuat Tata Kelola Digital, Ribuan Desa di Jawa Timur Terima Hibah Komputer dari Korsel

PERISTIWA

Cegah Bentrok Antar Perguruan Silat, Polisi Amankan 18 Pemuda di Kedungdoro 

Avatar photobadge-check


					Cegah Bentrok Antar Perguruan Silat, Polisi Amankan 18 Pemuda di Kedungdoro  Perbesar

Cegah Bentrok Antar Perguruan Silat, Polisi Amankan 18 Pemuda di Kedungdoro 

SURABAYA, transnews.co.id – Satuan Samapta Polrestabes Surabaya berhasil mencegah potensi kericuhan yang lebih meluas di kawasan Jalan Kedungdoro, Surabaya, Kamis dini hari (15/1/2026).

Kasat Samapta Polrestabes Surabaya AKBP Erika Purwana Putra mengatakan, polisi mengamankan 18 pemuda yang diduga berasal dari dua kelompok perguruan silat berbeda, beserta sejumlah kendaraan dan barang yang diduga digunakan dalam bentrokan.

“Ada 18 orang yang kami amankan. Mereka diduga dari kelompok perguruan silat yang berbeda.

Kami juga mengamankan 10 unit sepeda motor, batu, dan kayu yang diduga digunakan sebagai alat perkelahian,” ujar AKBP Erika, Jumat (16/1/2026).

Peristiwa tersebut bermula sekitar pukul 00.30 WIB, saat petugas menerima laporan dari masyarakat melalui Taruna Command Center 110 terkait adanya aksi saling serang di lokasi kejadian.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Jogoboyo 3 Sat Samapta Polrestabes Surabaya yang sedang berpatroli di sekitar Jalan Blauran langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan pengecekan dan pengamanan.

AKBP Erika menegaskan, tindakan cepat ini merupakan bagian dari upaya kepolisian menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Kota Surabaya tetap kondusif.

“Seluruh potensi gesekan antar kelompok harus dicegah sebelum berkembang menjadi kekerasan yang lebih besar dan membahayakan masyarakat,” tegasnya.

Menurutnya, patroli aktif memungkinkan personel di lapangan merespons gangguan kamtibmas secara cepat, tepat, dan terukur.

Saat ini, ke-18 pemuda tersebut beserta barang bukti telah diserahkan ke Piket Satreskrim Polrestabes Surabaya untuk dilakukan proses pendalaman lebih lanjut.

AKBP Erika juga mengimbau seluruh elemen masyarakat agar senantiasa menjaga ketertiban serta tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang dapat memicu konflik.

Ia turut mengapresiasi peran masyarakat yang cepat melapor melalui layanan Command Center 110, sehingga aparat kepolisian dapat merespons kejadian secara presisi dan efektif.

Baca Lainnya

Bupati Subandi Sosialisasi Perbup Baru, Anggaran Desa Jangan Disalahgunakan

5 Maret 2026 - 03:57

Pembangunan Sekolah Rakyat Jatim 1 Dikebut, 287 Pekerja Diterjunkan

4 Maret 2026 - 22:42

Rem Blong, Truk Box Tabrak 10 Kendaraan di Exit Tol Bawen

4 Maret 2026 - 14:59

Perumda Kahuripan Pastikan Layanan Air Bersih Selama Cuti Bersama Idul Fitri

4 Maret 2026 - 04:39

News Trending PERISTIWA