Menu

Otomatis

DAERAH

Digodok Lewat SL DI, Kualitas SDM Petani Soppeng Meningkat

LOGOS TNbadge-check

Digodok Lewat SL DI, Kualitas SDM Petani Soppeng Meningkat Perbesar

Sulsel, Transnews.co.id – Tim District Project Implementation Unit Integrated Participatory Development and Management Irrigation Program (DPIU IPDMIP) Kabupaten Sopeng, Sulewesi Selatan optimis program yang digulirkannya mampu mendongkrak kualitas SDM para petani.

Deputi Manager DPIU Kabupaten Soppeng, Sulhukmi mengatakan, para petani mendapat banyak manfaat dengan kehadiran IPDMIP terutama program Sekolah Lapang (SL) Daerah Irigasi (DI). Selama duabelas kali pertemuan, peserta SL DI dibekali berbagai pengetahuan mengenai cara bertani yang efektif hingga pengelolaan keuangan skala mikro.

“Pesertanya melibatkan 25 kelompok tani (poktan). Dalam kurun waktu empat bulan, mereka kami godok dengan berbagai materi,” ujar dia melalui keterangan tertulisnya, Senin (11/10).

Total, lanjut dia, ada 300 petani yang terdiri dari 50% telah mengikuti SL-1 tahun 2021 dan 50% belum pernah mengikuti SL aktif berdiskusi dan mengadopsi teknologi yang diperkenalkan, sebagai outcome adanya outreach yang luas terhadap manfaat proyek berupa pengenalan teknologi dan praktek-praktek bertani yang baik (diperoleh selama SL-1) kepada anggota poktan yang belum pernah ikut serta.

Sulhukmi menjelaskan, selepas empat bulan melaksanakan Sl DI, pihaknya bersama tim menggelar acara bertajuk ‘Forum Berbagi Pengalaman Bagi Petani’ pada 3-7 Oktober 2021. Tujuannya untuk menampung beragam masukan dan saling sharing mengenai pelatihan yang telah dilaksanakan.

Selain itu lewat forum ini diharapkan terijadi peningkatan wawasan dan pengalaman, mendorong percepatan dan perluasan proses adopsi teknologi diantara petani dan sekaligus membangun keakraban. “Tiap peserta tentu memiliki pengalaman yang berbeda-beda. Jadi forum ini kami laksanakan untuk saling menguatkan, memberikan masukan-masukan yang positif,” jelas Sulhukmi.

Dijelaskan Sulhukmi, kegiatan ini dibagi ke dalam 6 forum yang terdiri dari Forum A diikuti empat Poktan dilaksanakan di BPP Lalabata, Forum B diikuti empat Poktan dilaksankan di BPP Lalabata, Forum C diikuti empat Poktan dilaksanakan di BPP Marioriawa, Forum D lima Poktan dilaksankan di BPP Donri donri, Forum E empat Poktan dilaksanakan di BPP Ganra dan Forum F empat dilaksanakan di BPP Ganra dimana disetiap forum diikuti sebanyak 50 orang peserta.

“25 orang diantaranya adalah anggota Poktan yang belum pernah ikut SL dan 25 orang yang sudah mengikuti SL-1. Peserta forum ini terdiri atas 30% Wanita, Petani kecil dan petani millennial,” tutup dia.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo mengatakan IPDMIP harus berperan dalam mendorong transformasi sistem pertanian tradisional menjadi modern. Transformasi ini dilakukan melalui peningkatan kapasitas SDM pertanian.

“IPDMIP harus berperan mendorong proses transformasi dari sistem pertanian tradisional menjadi modern. Untuk itu, SDM-nya harus digarap lebih dahulu. Mereka adalah petani, penyuluh, petani milenial melalui pelatihan,” kata Dedi Nursyamsi dalam keterangan tertulisnya.

Sistem pertanian tradisional, katanya, dicirikan oleh produktivitas yang rendah, penggunaan varietas lokal, dikerjakan secara manual atau dengan bantuan tenaga ternak. Sistem pertanian ini belum memanfaatkan mekanisasi pertanian serta teknologi informasi dan komunikasi (TIK).

“Pertanian modern dicirikan masifnya varietas berdaya hasil tinggi, menerapkan mekanisasi dan pemanfaatan teknologi era industri 4.0,” kata SYL.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian (Kementan) Dedi Nursyamsi mengingatkan, IPDMIP harus melaksanakan kegiatan-kegiatan yang memberikan dampak output dan outcome signifikan di lahan-lahan pertanian beririgasi. IPDMIP dapat berperan melalui kegiatan Training of Trainer (TOT), Training of Facilitator (TOF), Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi Komando Strategis Pembangunan Pertanian (KostraTani) di tingkat provinsi (Kostrawil) dan kabupaten (Kostrada).

Dedi Nursyamsi mengharapkan NPIU dari IPDMIP dalam bekerja mencontoh tim sepak bola yang mengutamakan kerjasama tim, kemampuan individu sehingga dapat menerjemahkan dan melaksanakan arahan pimpinan.

“Tim NPIU juga harus melakukan akselerasi semua kegiatan melalui proses yang cepat, sistematis dan taktis,” pungkasnya. (*)

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Pemkab Sidoarjo Dukung Pembangunan Kompi Produksi Kodim 0816 untuk Perkuat Ketahanan Pangan

10 Sep 2026 - 19:01 WIB

Pemkab Sidoarjo Dukung Pembangunan Kompi Produksi Kodim 0816 untuk Perkuat Ketahanan Pangan

122 Bidang Lahan Flyover Gedangan Mulai Diukur, Pemkab Sidoarjo Kejar Pembebasan Lahan Rp 450 Milyar 

8 Sep 2026 - 21:03 WIB

122 Bidang Lahan Flyover Gedangan Mulai Diukur, Pemkab Sidoarjo Kejar Pembebasan Lahan Rp 450 Milyar 

Pemkab Pasuruan Gelar Pasar Murah Tiga Hari, Tekan Harga Sembako dan Jaga Daya Beli Warga

7 Sep 2026 - 19:55 WIB

Pemkab Pasuruan Gelar Pasar Murah Tiga Hari, Tekan Harga Sembako dan Jaga Daya Beli Warga

Sambut HUT TNI ke-81, Koramil Jonggol dan Warga Sukanegara Gelar Kerja Bakti Massal

6 Sep 2026 - 15:36 WIB

Sambut HUT TNI ke-81, Koramil Jonggol dan Warga Sukanegara Gelar Kerja Bakti Massal

Keracunan MBG Berulang, Pemprov Jatim Panggil Seluruh Pengelola SPPG dan Perketat Pengawasan

3 Sep 2026 - 21:00 WIB

Keracunan MBG Berulang, Pemprov Jatim Panggil Seluruh Pengelola SPPG dan Perketat Pengawasan

Sebanyak 516 Santri Diduga Keracunan MBG, SPPG Kalitengah Disuspend BGN: 31 Dapur di Sidoarjo Belum Berizin

2 Sep 2026 - 16:43 WIB

Sebanyak 516 Santri Diduga Keracunan MBG, SPPG Kalitengah Disuspend BGN: 31 Dapur di Sidoarjo Belum Berizin
Trending di DAERAH