Depok, Transnews.co.id – Langkah Gerakan Rakyat Semesta (GRS) menolak normalisasi Lesbian Gay Biseksual dan Transgender (LGBT) mendapat dukungan dari Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Depok, Ade Supriyatna.
Lewat berbagai aksi seperti demonstrasi damai tolak LGBT di Car Free Day dan kunjungan ke Kantor DPRD Depok untuk meminta tandatangan petisi, GRS hingga kini masih konsisten menyuarakan penolakan terhadap normalisasi kaum penyimpangan seksual.
Ketua DPRD Ade Supriyatna mengatakan dukungan terhadap aksi yang dilakukan Gerakan Rakyat Semesta atau GRS yang dikomandoi Anton Sujarwo.
Politisi PKS daerah pemilihan Cimanggis tersebut mengaku GRS memiliki langkah tepat dalam menyuarakan keprihatinan masyarakat melalui aksi sosial seperti yang dilakukan GRS.
“Terimakasih kepada GRS yang terus menyuarakan keprihatinan akan penyakit sosial seperti LBGT ini. Kita harus menjaga diri dan keluarga kita dari penyimpangan seksualitas,” kata Ade Supriyatna kepada wartawan, Kamis lalu.
Pria yang biasa disapa Ades tersebut mengajak seluruh warga Depok untuk lebih peduli dengan menolak perilaku seks menyimpang. Karena kata Ades, jika dibiarkan maka perilaku penyakit sosial bisa menjadi bencana sosial di kemudian hari.
“Mari para agamawan, akademisi dan semua harus punya keprihatinan yang sama. Kita harus lebih ketat menjaga keluarga, terutama anak-anak agar tidak terkena dampak dari para perilaku seks menyimpang tersebut,” pungkasnya.
Ketua GRS Anton Sujarwo mengapresiasi dukungan Ketua DPRD Ade Supriyatna terhadap apa yang dilakukan. Ia mengaku, untuk mengurangi angka penyintas pelaku penyuka sesama jenis perlu dilakukan kolaborasi secara keseluruhan.
Dari itu, Anton berharap pemangku kebijakan untuk bersama membuat payung hukum berupa peraturan daerah (Perda). “Khawatir ada aksi main hakim sendiri jika perilaku penyimpangan terlihat secara vulgar,” pungkas Anton.












