Menu

Mode Gelap
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Pengamanan Natal 2025 di Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2025 Berjalan Aman, Forkopimda Sidoarjo Pantau Gereja Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jatim 2 Tahap Finishing, Addendum 14 Hari  Kominfo Jatim Evaluasi Pengelolaan SP4N LAPOR!, Dorong Peningkatan Status Kabupaten/Kota Bupati Sidoarjo Tinjau Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Instruksikan Penanganan Darurat Perkuat Tata Kelola Digital, Ribuan Desa di Jawa Timur Terima Hibah Komputer dari Korsel

DAERAH

Karang Taruna Muda Desa Karangdoro Banyuwangi Gelar Petik Sungai

LOGOS TNbadge-check


					Karang Taruna Muda Desa Karangdoro Banyuwangi Gelar Petik Sungai Perbesar

Banyuwangi , Transnews.co.id – Guna menjaga kebersihan sungai Karangdoro, anak muda Desa Karangdoro, Kecamatan Tegalsari kabupaten Banyuwangi Jawa timur, memiliki cara sendiri untuk menjaga ekosistem sungai. Mereka menggelar Petik Sungai yang bertujuan membersihkan sungai Karangdoro dari sampah, Minggu (17/10).

“Ini murni inisiasi dari anak-anak muda Karang Taruna Bina Muda Desa Karangdoro,” kata Suryono, Kepala Desa Karangdoro.

Sebelum pelaksanaan Petik Sungai tersebut, pintu air bendungan ditutup untuk mengeringkan sungai hingga dasar sungai hampir terlihat. Saat air menyusut inilah, anak-anak muda bersama warga sepanjang sungai membersihkan sampah yang tersangkut.

Anak-anak juga ikut menceburkan ke sungai untuk mencari ikan. Ditambah lagi penyelenggara menyediakan ratusan ikan berukuran besar, yang dilepas ke sungai untuk diperebutkan. Saat ikan dilepas, anak-anak dan warga setempat yang berada di sungai langsung berlarian berebut mencari ikan tersebut.

Bagi yang mendapat ikan berukuran besar, selain ikan juga dapat hadiah sembako. Penyelenggara menyediakan ratusan paket sembako. “Ini hanya salah satu cara saja agar masyarakat sekitar turut serta dalam membersihkan sampah dan menjaga ekosistem sungai,” kata Suryono.

Suyono menambahkan, bahwa Sungai Karangdoro memiliki historis tersendiri. Pada sungai tersebut, terdapat bendungan Karangdoro merupakan salah satu bangunan irigasi peninggalan Belanda dibangun tahun 1921.

Dalam sejarah yang tercantum di koran Belanda, disebutkan pernah terjadi banjir besar di kawasan ini pada 1929. Bendungan pun rusak berat dan pada 1935 dimulai proses renovasi. Bendung resmi difungsikan kembali oleh kolonial Jepang pada tahun 1942.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurut Ipuk, Petik Sungai ini memiliki banyak manfaat. “Selain memiliki nilai positif karena lingkungan dan ekosistem sungai terjaga, juga memiliki nilai edukasi dan hiburan,” kata Ipuk.

Hanya saja Ipuk berpesan, ini jangan hanya menjadi agenda rutinitas saja. Namun harus ada tindak lanjut agar masyarakat bisa turut berperan aktif menjaga sungai.

“Saya juga berpesan, tetap disiplin pada protokol kesehatan. Covid 19 masih ada di sekitar, kita harus tetap waspada,” pinta Ipuk. (hd).

Baca Lainnya

Temuan Kokain di Sumenep, Polda Jatim Perketat Pengawasan Jalur Laut

4 Mei 2026 - 21:31

Pemkab Sidoarjo Hapus Denda Pajak hingga Oktober 2026, Dorong Kepatuhan dan Genjot PAD

4 Mei 2026 - 21:25

Cemburu, Pria di Surabaya Bacok Warga hingga Tewas, Tiga Rekan Jadi DPO

3 Mei 2026 - 20:40

Bupati Sidoarjo Sidak RTLH dan Salurkan Bantuan, Soroti Akses Kesehatan Warga Rentan

2 Mei 2026 - 21:06

News Trending DAERAH