Menu

Mode Gelap
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Pengamanan Natal 2025 di Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2025 Berjalan Aman, Forkopimda Sidoarjo Pantau Gereja Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jatim 2 Tahap Finishing, Addendum 14 Hari  Kominfo Jatim Evaluasi Pengelolaan SP4N LAPOR!, Dorong Peningkatan Status Kabupaten/Kota Bupati Sidoarjo Tinjau Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Instruksikan Penanganan Darurat Perkuat Tata Kelola Digital, Ribuan Desa di Jawa Timur Terima Hibah Komputer dari Korsel

DAERAH

Petani Milenial Gobleg Bali Sukses Padukan Organic dan Smart Farming

LOGOS TNbadge-check


					Petani Milenial Gobleg Bali Sukses Padukan Organic dan Smart Farming Perbesar

Bali, Transnews.co.id – Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mendorong para petani milenial untuk semakin maju. Karena harapan besar pelaksanaan pertanian modern yang diyakini memberi produktivitas tinggi ada di tangan para petani milenial.

“Kenapa kita terus mencetak petani-petani milenial karena pertanian modern dengan memanfaatkan berbagai teknologi ini sangat cocok bagi anak-anak muda. Sektor pertanian sekarang harus berkembang seiring pesatnya teknologi. Kalau tidak memanfaatkannya dan masih gunakan cara lama pasti akan tertinggal. Jadi bertani itu keren,” kata Mentan Syahrul.

Oleh karena itu Kementan terus memotivasi para petani milenial dengan berbagai bentuk, mulai bimbingan, bantuan peralatan, kemudahan permodalan dan pelatihan kewirausahaan.

Sejauh ini sudah ada beberapa petani milenial yang berhasil. Salah satunya adalah Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya (P4S) Petani Muda Keren (PMK) Desa Gobleg, Kec. Banjar, Buleleng, Bali yang dikunjungi Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan Dedi Nursyamsi, Jumat (17/9/2021).

Dalam kunjungannya itu Dedi menyatakan keyakinannya bahwa kejayaan pertanian Indonesia akan digenggam. Itu setelah melihat produksi yang dilakukan oleh petani milenial terutama P4S Petani Muda Keren yang dipimpin oleh Agung Wedhatama.

“Begitu datang ke Bali, khususnya di Buleleng ini saya yakin seyakin-yakinnya bahwa kejayaan pertanian Indonesia akan hadir. Karena SDM di sini sangat luar biasa,” kata Dedi.

Menurut Dedi, kebangkitan pembangunan pertanian ada di tangan Sumber Daya Manusia (SDM) pertanian, ada di tangan petani khususnya para petani andalan atau petani milenial termasuk PMK Gobleg.

“Kita sudah menemukan di Buleleng ini SDM pertanian yang profesional, mandiri, berdaya saing dan berjiwa enterpreunership. Jika semakin banyak adanya petani seperti ini, Indonesia pasti akan melejit. Produknya akan melanglang ke semua negara,” jelas Dedi.

Ada dua hal yang menjadi kata kunci di PMK Gobleg. Yaitu pertanian organik dan smart farming. Dimana PMK Gobleg sukses dan berhasil dalam integrated farming.

“Tentu ini sebuah capaian luar biasa. Kombinasi antara kualitas dan harga tinggi pada pertanian organik dengan efisiensi yang dihasilkan melalui smart farming,” ungkapnya.

Meskipun pertanian organik yang dikembangkan oleh PMK Gobleg sudah mempunyai pasar tersendiri dengan harga khusus, Dedi mengajak untuk hilirisasi. Karena hilirisasi akan meningkatkan keuntungan dan nilai tambahnya menjadi lebih tinggi.

“Produksinya sudah bagus, sekarang yang perlu mulai dipikirkan adalah mengarah kepada hilirisasi. Misalnya kalau produk organik itu adalah dry fruits. Jadi kadar airnya dihilangkan sehingga lebih awet namun tetap tidak hilangkan nutrisi dan rasa. Itu contoh saja, bisa olahan lain juga,” lanjutnya.

Ditambah lagi dalam pemupukan PMK Goblek menggabungkannya dengan irigasi sehingga keuntungan yang didapat berkali lipat.

“Tidak salah jika PMK Goblek mendapatkan keuntungan dari integrated farming yang dilakukan ini. Karena selain bisa menggenjot produktivitas, juga mampu menjamin kualitas, mandiri dan tentunya produk yang dihasilkan lebih sehat”, ujarnya.

Dedi yakin bahwa produk-produk ini akan mudah dipasarkan. Apalagi Bali juga dikenal dengan wisatanya.

“Bali ini dikenal mancanegara, bahkan lebih dikenal dari Indonesianya sendiri. Artinya Bali tidak perlu promosi jauh-jauh, tinggal memanfaatkan para turis yang datang. Mereka nantinya bisa membawa produk-produk kita ke negaranya,” tutup Dedi.

Baca Lainnya

Gubernur Khofifah Hadiri Tahlil dan Pengajian Muslimah Haul Sunan Ampel ke-549

7 Februari 2026 - 19:40

Pemkab Sidoarjo Kebut Perbaikan Jalan Berlubang

7 Februari 2026 - 19:37

Bupati Subandi Gaspol Perbaikan Jalan Rusak, Target Rampung Sebelum Lebaran

7 Februari 2026 - 19:34

Buka Muswil IX PPP Jateng, Mardiono Tegaskan Fokus Partai pada Kesejahteraan dan Ekonomi Rakyat

7 Februari 2026 - 19:12

News Trending DAERAH