Menu

Mode Gelap
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Pengamanan Natal 2025 di Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2025 Berjalan Aman, Forkopimda Sidoarjo Pantau Gereja Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jatim 2 Tahap Finishing, Addendum 14 Hari  Kominfo Jatim Evaluasi Pengelolaan SP4N LAPOR!, Dorong Peningkatan Status Kabupaten/Kota Bupati Sidoarjo Tinjau Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Instruksikan Penanganan Darurat Perkuat Tata Kelola Digital, Ribuan Desa di Jawa Timur Terima Hibah Komputer dari Korsel

DAERAH

Wagub Jabar Kawal Ekspor Ubi Jalar ke Singapura

LOGOS TNbadge-check


					Wagub Jabar Kawal Ekspor Ubi Jalar ke Singapura Perbesar

Sumedang, Transnews.co.id – Ubi jalar asal Jabar berhasil menembus pasar ekspor Singapura untuk pertama kali. Wakil Gubernur Uu Ruzhanul Ulum mengawal ekspor perdana ubi jalar oleh PT Bona Vista Hikmah di Desa Cilembu, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, beberapa waktu lalu.

Ubi jalar varietas rancing ini akan dikirim bertahap setiap bulan dengan total ekspor mencapai 8.037 ton setara USD6,6 juta.

“Hari ini ekspor 10 ton dengan total ekspor 55 ton di bulan ini dan itu baru ke Singapura saja,” ujar Uu Ruzhanul Ulum dalam acara pelepasan seperti dilansir dari laman resmi Pemprov Jabar.

Pak Uu bangga pangan Jabar bisa mendunia. Memang fokus Jabar saat pandemi adalah meningkatkan volume ekspor. Pada komoditas ubi jalar bagaimana meningkatkan pembibitan yang mengacu pasar ekspor.

Uu menjelaskan, produksi ubi jalar Jabar dalam setahun terakhir mencapai 468.743 ton. Adapun jenis ubi jalar yang jadi unggulan adalah ubi cilembu, ubi jepang, ubi ungu, ubi putih, dan ubi manohara.

Jabar sendiri memiliki cukup daerah sentra ubi jalar yakni Kabupaten Garut, Kuningan, Bogor, Bandung, Tasikmalaya, Sukabumi, dan Kabupaten Sumedang dengan ‘hui cilembu’ sebagai ikon.

Di Sumedang selain varietas rancing juga ada varietas nirkum dengan luas tanam per tahun sekitar 460 hektare. Rata-rata produktivitas 17 ton per hektare dan total produksi 7.820 ton per tahun. Sentra ubi di Sumedang terutama ada di Kecamatan Pamulihan, Tanjungsari, Rancakalong, dan Kecamatan Sukasari.

Pak Uu berharap mendatang bukan umbinya saja yang diekspor tapi pangan berbasis ubi jalar lebih berkembang lagi. Terbukti sudah ada permintaan 2.393 ton ubi jalar senilai USD3,3 juta, tepung ubi jalar, tepung kasar, dan bubuk ubi jalar sebanyak 507,8 ton senilai USD166.499.

Wagub juga berharap koperasi menjadi mesin kesejahteraan petani dengan manajemen pemasaran yang bagus. Cara – cara tradisional seiring kemajuan teknologi pertanian lambat laun harus diubah menjadi pertanian 4.0 misalnya menggunakan aplikasi sehingga produktivitas meningkat.

Menurut Uu Pemda Prov Jabar mendukung dan mendorong inovasi dan penguatan pertanian dari hulu ke hilir. Di tengah pandemi COVID-19 saat sektor lain menurun, pertanian justru meningkat dan menjadi penyelamat.

Selain ke Singapura, ubi jalar Jabar juga sudah diekspor ke Hongkong. Pada September 2020, Gubernur Ridwan Kamil melepas 30 ton ubi jalar asal Kabupaten Bandung.

Baca Lainnya

Warga Keluhkan Dampak Lingkungan Pengolahan Tanah di Sekitar JL Sumur Jambu Pinang Ranti Jaktim

3 February 2026 - 23:10

FKPM Mambak Kecam Akun Facebook yang Rendahkan Martabat Ratu Kalinyamat Jepara

3 February 2026 - 23:05

Pekerja Bangunan di Jepara Dilarikan ke RSUD Kartini Usai Tersengat Listrik di Atap Gudang SPPG Lebuawu

3 February 2026 - 23:02

Temuan Tonggak Penebangan di Beteng Portugis Picu Pertanyaan Tata Kelola Cagar Budaya

3 February 2026 - 22:58

News Trending DAERAH