Menu

Mode Gelap
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Pengamanan Natal 2025 di Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2025 Berjalan Aman, Forkopimda Sidoarjo Pantau Gereja Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jatim 2 Tahap Finishing, Addendum 14 Hari  Kominfo Jatim Evaluasi Pengelolaan SP4N LAPOR!, Dorong Peningkatan Status Kabupaten/Kota Bupati Sidoarjo Tinjau Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Instruksikan Penanganan Darurat Perkuat Tata Kelola Digital, Ribuan Desa di Jawa Timur Terima Hibah Komputer dari Korsel

DAERAH

Panen Berkurang, Harga Cabai dan Bawang di Pekanbaru Melonjak Naik

LOGOS TNbadge-check


					Panen Berkurang, Harga Cabai dan Bawang di Pekanbaru Melonjak Naik Perbesar

Pekanbaru, Transnews.co.id – Beberapa bahan pokok di Provinsi Riau, seperti cabai merah dan bawang merah mengalami kenaikan cukup signifikan. Kenaikan bahan pokok tersebut juga dikeluhkan oleh para ibu rumah tangga.

Hana, seorang ibu rumah tangga yang tinggal di Pekanbaru mengaku, kenaikan harga bahan pokok terutama cabai dan bawang merah sudah terjadi sejak sepekan terakhir. Namun, kenaikan terjadi secara berkala.

“Yang sangat terasa kenaikan cabai merah yang biasa 40 ribu rupiah per Kg, saat ini naik menjadi 60 ribu rupiah. Bawang merah biasanya 25 ribu rupiah per Kg, naik jadi 40 ribu rupiah,” katanya, Selasa (8/3/2022).

Hal yang sama juga disampaikan warga Pekanbaru lainnya, Yunita. Dia mengaku hargai cabai merah di Pasar Sail Pekanbaru berkisar Rp57 ribu hingga Rp60 ribu per Kilogram.

“Kalau harga normal cabai merah per Kilogram 40 ribu rupiah. Tapi tadi beli harganya 60 rupiah. Untuk harga seperempat cabai giling harga normal 10 ribu rupiah, sekarang naik jadi 15 ribu rupiah,” ujar Yunita.

Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM (Disperindagkop- UKM) Provinsi Riau, M Taufiq OH didampingi Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri, Lisda Erni mengatakan, kenaikan bahan pokok terutama cabai dan bawang merah terjadi akibat panen dilokasi produsen berkurang.

“Untuk cabai merah dan bawang merah, naik dikarenakan cuaca buruk yang menyebabkan hasil panen petani banyak yang tidak bagus,” kata Lisda, Selasa (8/3/2022).

Sementara itu, untuk produk lainnya seperti gula pasir dan beras, terpantau masih stabil, meskipun untuk gula pasir ada mengalami kenaikan harga. Namun, tidak banyak.

“Gula pasir dan beras masih stabil, begitu juga dengan ayam dan juga daging,” katanya.

Baca Lainnya

FKPM Mambak Kecam Akun Facebook yang Rendahkan Martabat Ratu Kalinyamat Jepara

3 February 2026 - 23:05

Pekerja Bangunan di Jepara Dilarikan ke RSUD Kartini Usai Tersengat Listrik di Atap Gudang SPPG Lebuawu

3 February 2026 - 23:02

Temuan Tonggak Penebangan di Beteng Portugis Picu Pertanyaan Tata Kelola Cagar Budaya

3 February 2026 - 22:58

Gebyar Literasi Anak Meriahkan Harjasda ke-167, Tanamkan Budaya Menabung dan Cinta Sidoarjo Sejak Dini

3 February 2026 - 22:52

News Trending DAERAH