BLITAR, transnews.co.id — Pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengalokasikan anggaran sebesar Rp 63,9 miliar dari APBN Tahun 2025–2026 untuk pembangunan Pasar Kesamben di Kabupaten Blitar, Jawa Timur.
Proyek tersebut berada di bawah Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis Jawa Timur.
Berdasarkan konfirmasi di lapangan, Rabu (29/4/2026), Manajer Proyek PT Citra Prasasti Konsorsindo, Hasan, menjelaskan bahwa pembangunan pasar dimulai pada 23 Desember 2025.

Hingga akhir April 2026 atau memasuki minggu ke-17, progres fisik pekerjaan baru mencapai sekitar 20 persen dengan deviasi minus.
Menurut Hasan, keterlambatan progres disebabkan oleh lambatnya suplai beton di lapangan. Hal ini dipicu tingginya kebutuhan beton untuk sejumlah proyek besar lain di wilayah yang sama, termasuk pembangunan sekolah rakyat.
“Suplai beton tersendat karena banyak proyek besar yang juga membutuhkan volume beton dalam jumlah besar,” ujarnya.
Untuk mengejar ketertinggalan, pihaknya kini menggenjot pekerjaan dengan menambah tenaga kerja, alat berat, serta menerapkan sistem kerja dua shift, dari siang hingga malam hari.
“Saat ini kami mempekerjakan sekitar 75 pekerja di luar staf, dan akan terus ditambah untuk percepatan,” tambahnya.
Hasan juga menyampaikan bahwa proyek saat ini tengah dalam proses addendum. Ia berharap, melalui addendum tersebut, bobot pekerjaan yang sebelumnya belum terhitung dapat dimasukkan ke dalam progres sehingga capaian dapat meningkat sesuai target.
Ia menargetkan, pada pertengahan Mei 2026 pekerjaan sudah memasuki tahap struktur, sementara bangunan gedung pengelola mulai naik ke lantai atas. Seluruh material pendukung disebut telah tersedia di lokasi.
“Material sudah siap, tinggal percepatan pekerjaan di lapangan,” jelasnya.

Pembangunan Pasar Kesamben Blitar Capai 20 Persen, Terkendala Pasokan Beton
Senada dengan itu, Agung, salah satu pihak dalam proyek tersebut, mengatakan bahwa percepatan juga akan dilakukan melalui penambahan tenaga kerja (manpower) guna mendongkrak progres pembangunan.
Pemerintah Kabupaten Blitar sendiri telah menyiapkan lahan seluas sekitar 1 hektare untuk pembangunan pasar tersebut.
Di sisi lain, masyarakat menyambut positif proyek pembangunan Pasar Kesamben. Salah satu warga, Abidin, berharap pasar baru dengan konsep modern ini dapat meningkatkan omzet pedagang sekaligus memberikan kenyamanan bagi pengunjung.
“Harapannya pasar dua lantai yang modern ini bisa menarik lebih banyak pembeli, sehingga pendapatan pedagang meningkat,” ujarnya.
Diketahui, proyek pembangunan Pasar Kesamben merupakan hasil lelang yang diikuti sekitar 133 perusahaan konstruksi nasional.
PT Citra Prasasti Konsorsindo akhirnya ditetapkan sebagai pemenang tender dengan nilai penawaran sebesar Rp63,9 miliar.
Pembangunan pasar ini diharapkan menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi lokal serta meningkatkan kualitas fasilitas perdagangan di Kabupaten Blitar.











