Menu

Mode Gelap
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Pengamanan Natal 2025 di Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2025 Berjalan Aman, Forkopimda Sidoarjo Pantau Gereja Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jatim 2 Tahap Finishing, Addendum 14 Hari  Kominfo Jatim Evaluasi Pengelolaan SP4N LAPOR!, Dorong Peningkatan Status Kabupaten/Kota Bupati Sidoarjo Tinjau Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Instruksikan Penanganan Darurat Perkuat Tata Kelola Digital, Ribuan Desa di Jawa Timur Terima Hibah Komputer dari Korsel

DAERAH

Sekolah Rakyat Jatim 4 Banyuwangi Siap Sambut 237 Siswa Baru, Proyek Tahap Finishing

Avatar photobadge-check


					Sekolah Rakyat Jatim 4 Banyuwangi Siap Sambut 237 Siswa Baru, Proyek Tahap Finishing Perbesar

Sekolah Rakyat Jatim 4 Banyuwangi Siap Sambut 237 Siswa Baru, Proyek Tahap Finishing

BANYUWANGI, transnews.co.id – Proyek pembangunan Sekolah Rakyat (SR) Jawa Timur 4 di Kabupaten Banyuwangi memasuki tahap akhir penyelesaian. Dengan progres pembangunan mencapai 95 persen, sekolah tersebut dipastikan siap menyambut 237 siswa baru untuk mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang dijadwalkan dimulai pada 14 Juli 2026.

Sementara serah terima sementara pekerjaan (Provisional Hand Over/PHO) ditargetkan rampung pada akhir Juli 2026.

Koordinator Pekerjaan PT Nindya Karya (Persero), Eko, mengatakan pihaknya terus melakukan percepatan penyelesaian proyek dengan menambah jumlah tenaga kerja serta menerapkan sistem lembur hingga malam bahkan dini hari.

“Untuk memenuhi target percepatan, saat ini kami mempekerjakan 1.053 pekerja di luar staf. Jumlah tersebut masih berpotensi bertambah sesuai kebutuhan di lapangan,” ujar Eko di ruang kerjanya, Selasa (7/7/2026).

Menurutnya, koordinasi dengan Dinas Sosial dan pihak Sekolah Rakyat telah dilakukan untuk memastikan kesiapan pelaksanaan MPLS. Pada tahap awal, fasilitas yang akan digunakan meliputi gedung SMP, dua asrama siswa, satu gedung kantin, serta rumah ibadah.

Eko menjelaskan seluruh mebel untuk ruang kelas telah tersedia 100 persen sehingga siap digunakan saat siswa mulai masuk sekolah. Sementara itu, target penyelesaian seluruh pekerjaan melalui PHO tetap dipatok pada akhir Juli 2026.

“Persiapan mebel sudah seratus persen. Ketika siswa mulai masuk, seluruh perlengkapan belajar sudah siap digunakan,” tegasnya.

Sekolah Rakyat Jatim 4 Banyuwangi Siap Sambut 237 Siswa Baru, Proyek Tahap Finishing

Ia menambahkan, selama Juli 2026 pihaknya juga menuntaskan pembangunan dua gedung sekolah untuk jenjang SD dan SMP, enam gedung asrama siswa, satu masjid, satu rumah ibadah bagi nonmuslim, satu gedung dapur, serta dua gedung kantin. Seluruh bangunan tersebut masih dalam proses penyelesaian dengan progres rata-rata mencapai 95 persen.

Selain itu, pekerjaan pemasangan keramik telah mencapai 99 persen, sedangkan seluruh furnitur telah selesai diproduksi dan siap dipasang.

Secara teknis, lanjut Eko, tidak ada kendala berarti selama proses pembangunan. Namun, beberapa faktor eksternal sempat memengaruhi percepatan proyek, seperti persoalan distribusi material urugan, keterlambatan kembalinya pekerja usai libur Lebaran, tingginya kebutuhan tenaga kerja karena pembangunan sekolah di berbagai daerah, hingga kelangkaan pasokan solar untuk alat berat akibat terganggunya distribusi pasca konflik di Teluk Hormuz.

“Material sebenarnya sudah tersedia di Jakarta, tetapi proses pengirimannya sempat terhambat sehingga berdampak pada pekerjaan di lapangan,” jelasnya.

Tak hanya menyediakan ruang belajar, Sekolah Rakyat Jatim 4 juga dilengkapi berbagai fasilitas penunjang, seperti lapangan sepak bola, dua lapangan basket yang dapat difungsikan sebagai lapangan voli, masjid, serta rumah ibadah bagi pemeluk agama lain.

Ke depan, Sekolah Rakyat Jatim 4 Banyuwangi akan mengusung konsep boarding school yang mencakup jenjang SD, SMP, hingga SMA dengan kapasitas sekitar 1.000 siswa. Seluruh jenjang akan dilengkapi gedung belajar dua lantai, asrama siswa dan guru, kantin terpisah, dapur, gudang, hingga rumah susun guru.

“Konsepnya boarding school, sehingga siswa dapat tinggal dan belajar dalam satu kawasan yang terintegrasi,” kata Eko.

Keberadaan sekolah tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat sekitar. Silvy (35), warga Desa Blambangan, Kecamatan Muncar, berharap Sekolah Rakyat benar-benar menjadi sekolah gratis yang dapat diakses masyarakat kurang mampu.

“Harapannya sekolah ini benar-benar gratis tanpa pungutan liar, sehingga bisa membantu masyarakat kecil,” ujarnya.

Harapan serupa disampaikan Margono (53), warga Sampangan. Menurutnya, kehadiran Sekolah Rakyat akan membuka akses pendidikan yang lebih luas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, terutama di wilayah Kecamatan Muncar.

Diketahui, proyek pembangunan Sekolah Rakyat Jawa Timur 4 merupakan bagian dari proyek strategis pemerintah yang dilelang secara nasional dan diikuti sekitar 50 perusahaan konstruksi.

PT Nindya Karya (Persero) ditetapkan sebagai pemenang tender dengan nilai kontrak sekitar Rp1,2 triliun untuk pembangunan lima lokasi Sekolah Rakyat di Jawa Timur.

Pembangunan Sekolah Rakyat diharapkan menjadi langkah nyata pemerataan akses pendidikan berkualitas sekaligus menjadi model pengembangan sekolah berbasis asrama di Indonesia.

Jika diinginkan, saya juga bisa membuat versi berita yang lebih tajam dengan gaya media massa seperti Jawa Pos atau Detik.

Baca Lainnya

Bupati Subandi Perkuat Stabilitas Politik Sidoarjo, Kawasan Mandiri Pangan Disiapkan Dukung Program MBG

8 Juli 2026 - 18:50

Pilpet Jepara 2026 Tanpa Uang Jaminan, Ketua DPRD: Demokrasi Desa Harus Jujur dan Bermartabat

8 Juli 2026 - 18:04

Renovasi Madrasah PHTC Jawa Timur 5 Tahap Finishing, Tinggal Pemasangan Pintu dan Kaca Jendela

8 Juli 2026 - 14:31

LJM Dukung Penyusunan Kurikulum P4GN di Jepara, Dorong Sinergi Pemkab, BNN, dan Kemenag

8 Juli 2026 - 06:35

News Trending DAERAH