Menu

Mode Gelap
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Pengamanan Natal 2025 di Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2025 Berjalan Aman, Forkopimda Sidoarjo Pantau Gereja Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jatim 2 Tahap Finishing, Addendum 14 Hari  Kominfo Jatim Evaluasi Pengelolaan SP4N LAPOR!, Dorong Peningkatan Status Kabupaten/Kota Bupati Sidoarjo Tinjau Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Instruksikan Penanganan Darurat Perkuat Tata Kelola Digital, Ribuan Desa di Jawa Timur Terima Hibah Komputer dari Korsel

DAERAH

Bupati Buleleng Instruksikan Penanganan Stunting Lebih Terstruktur dan Terukur

LOGOS TNbadge-check


					Bupati Buleleng Instruksikan Penanganan Stunting Lebih Terstruktur dan Terukur Perbesar

Buleleng, Transnews.co.id – Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana menginstruksikan agar penanganan stunting di Kabupaten Buleleng lebih terstruktur dan terukur.

“Saya yakin dengan apa yang dilakukan tim ini, ke depan penanganan stunting bisa terstruktur dan terukur secara kualitas maupun kuantitas. Mudah-mudahan tim ini bisa bergerak cepat dan serius,” ujar Agus Suradnyana dalam acara Pengukuhan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Buleleng di Wantilan Praja Winangun Kantor Bupati Buleleng, Kamis (28/4/2022).

Agus Suradnyana menjelaskan guna mencapai kinerja penanganan stunting yang terstruktur dan terukur, diperlukan basis data yang baik. Untuk itu, pelaksana TPPS Kabupaten Buleleng diminta untuk membuat basis data yang baik dan terintegrasi. Mulai dari tingkat desa/kelurahan, kecamatan, hingga Kabupaten. Selain mengandalkan data dari pihak terkait seperti BPS dan Disdukcapil.

“Saya harap penanganan sesuai dengan basis data. Tidak hanya berpatokan basis data dari BPS saja yang berasal dari survei. Kita juga bisa membuat basis data berdasarkan data dari pemerintah desa. Jadi bisa diketahui apa penyebab stunting secara dominan,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana TPPS Kabupaten Buleleng I Nyoman Sutjidra usai acara mengatakan berkat penanganan yang konsisten, angka stunting di Buleleng tinggal delapan persen lebih.

Angka tersebut tentu akan terus diturunkan hingga serendah mungkin. Presiden sebelumnya telah memutuskan agar angka stunting di Indonesia turun hingga 14 persen. “Khusus di Buleleng memang sudah di bawah itu namun kita terus genjot agar tidak ada lagi stunting. Sehingga sumber daya manusia yang kita miliki betul-betul merupakan generasi emas,” katanya.

Lebih lanjut dijelaskan, jauh sebelum dikukuhkan pihaknya sudah banyak melakukan pertemuan dengan BKKBN Provinsi Bali. Untuk membahas pembentukan tim pendamping keluarga di masing-masing desa.

Lanjutnya, koordinasi juga dilakukan dengan tim yang sudah ditempatkan di masing-masing posyandu, sehingga, basis data dapat dikumpulkan dari pelaksana terbawah. “Kita akan mendapatkan basis data dari sana, sehingga bisa dilakukan penanganan khusus untuk pencegahan stunting,” tutup Sutjidra.

Baca Lainnya

Wabup Sidoarjo Resmikan SPPG Desa Prasung, Dorong Layanan Gizi Terintegrasi dan Ekonomi Lokal

16 April 2026 - 19:48

Ketua DPRD Jepara: Retreat Akmil Jadi Kunci Sinkronisasi Kebijakan Pusat dan Daerah

16 April 2026 - 17:23

Proyek Sekolah Rakyat Jatim 3 di Pasuruan Dikebut, Progres Capai 12 Persen

15 April 2026 - 20:58

Progres Pembangunan Ponpes Al Khoziny Sidoarjo Capai 27,9 Persen, Lebih Cepat dari Target

15 April 2026 - 20:54

News Trending DAERAH