Menu

Mode Gelap
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Pengamanan Natal 2025 di Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2025 Berjalan Aman, Forkopimda Sidoarjo Pantau Gereja Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jatim 2 Tahap Finishing, Addendum 14 Hari  Kominfo Jatim Evaluasi Pengelolaan SP4N LAPOR!, Dorong Peningkatan Status Kabupaten/Kota Bupati Sidoarjo Tinjau Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Instruksikan Penanganan Darurat Perkuat Tata Kelola Digital, Ribuan Desa di Jawa Timur Terima Hibah Komputer dari Korsel

KESEHATAN

Desa di Blora Jadi Sasaran RVS Kusta dan Frambusia

LOGOS TNbadge-check


					Desa di Blora Jadi Sasaran RVS Kusta dan Frambusia Perbesar

Blora, Transnews.co.id – Sepuluh desa di Kabupaten Blora menjadi sasaran kegiatan rapid village survey (RVS) kusta dan frambusia.

Melalui kegiatan tersebut, petugas dari Dinas Kesehatan Blora dan puskesmas setempat serta pihak terkait lainnya mendatangi satu persatu desa untuk meningkatkan penemuan kasus kusta dan eradikasi frambusia sekaligus penyembuhan bagi para penderitanya.

Sepuluh desa itu adalah Desa Singget Kecamatan Jati, Desa Bleboh Kecamatan Jiken, Desa Sambonganyar Kecamatan Ngawen, Desa Dringo Kecamatan Todanan, Desa Ngliron Kecamatan Randublatung, Desa Sambiroto Kecamatan Kunduran, Desa Pilang Kecamatan Randublatung, Desa Buloh Kecamatan Kunduran, Desa Jepangrejo Kecamatan Blora dan Desa Bogorejo Kecamatan Japah.

Kepala Dinas Kesehatan Blora Edi Widayat, diwakilkan Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Sutik mengemukakan, sepuluh desa itu sesuai dengan usulan puskesmas masing-masing.

‘’Sebenarnya banyak desa di Blora yang endemis kusta. Tahun ini sebanyak 10 desa yang menjadi sasaran kegiatan RVS,’’ ujar Sutik, Jumat (25/2/2022).

Dia mengungkapkan, RVS tahun ini sudah dilakukan di beberapa desa. Seperti yang dilaksanakan di Desa Singget Kecamatan Jati pada Kamis (24/2/2022). Petugas dari Dinas Kesehatan bersama Puskesmas Doplang dan Tim Rumah Sakit Rehata Kelet Jepara secara door to door mendatangi sejumlah rumah warga di desa tersebut.

‘’Dari kegiatan RVS di Desa Singget, kami menemukan tujuh orang penderita kusta,’’ ungkap Sutik.

Adapun di desa lainnya, menurut Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Joko Budi Heri Santoso, melalui Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Sutik, seperti di Desa Sambonganyar ditemukan dua orang penderita, Sambiroto (3 penderita) dan di Desa Bleboh (2 penderita).

‘’Untuk desa lainnya, laporannya belum masuk dan juga ada yang belum dilakukan RVS,’’ kata Sutik.

Kusta merupakan penyakit yang menahun dan disebabkan oleh kuman kusta (Mycobacterium leprae) yang menyerang kulit, saraf tepi dan jaringan tubuh lainnya. Banyak anggapan yang salah di masyarakat yang menyebabkan keterlambatan berobat ke pelayanan kesehatan sehingga terjadi kecacatan. Dari kegiatan RVS 2021, Dinas Kesehatan Blora menemukan 45 orang penderita di sejumlah desa.

‘’Kusta bisa disembuhkan. Kami mengharapkan penderitanya rutin mengonsumsi obat agar sembuh. Obatnya bisa diperoleh secara gratis di puskesmas,’’ tegas Sutik.

Sutik menambahkan, jika di satu desa ditemukan banyak penderita kusta, untuk tahun berikutnya program RVS hendaknya dilakukan kembali di desa tersebut sehingga pemantauannya lebih mudah dan perkembangan menuju kesembuhan penderita lebih terjamin.

Baca Lainnya

Ketua DPRD Jepara Tegaskan Komitmen Peningkatan Kualitas Pendidikan di Hardiknas 2026

2 Mei 2026 - 14:58

Wabub Sidoarjo Lantik Tiga Organisasi Alumni HMI, Ajak Perkuat Sinergi Pembangunan

1 Mei 2026 - 18:38

Kasatlantas Polres Jepara Ajak Insan Pers Bersinergi Wujudkan Lalu Lintas Tertib

1 Mei 2026 - 18:30

Jaga Kondisivitas Peringatan May Day 2026, Polres Jepara Siagakan Personel Gabungan di Lapangan Bandengan

1 Mei 2026 - 14:55

News Trending DAERAH