Menu

Mode Gelap
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Pengamanan Natal 2025 di Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2025 Berjalan Aman, Forkopimda Sidoarjo Pantau Gereja Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jatim 2 Tahap Finishing, Addendum 14 Hari  Kominfo Jatim Evaluasi Pengelolaan SP4N LAPOR!, Dorong Peningkatan Status Kabupaten/Kota Bupati Sidoarjo Tinjau Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Instruksikan Penanganan Darurat Perkuat Tata Kelola Digital, Ribuan Desa di Jawa Timur Terima Hibah Komputer dari Korsel

HUKUM

Jaksa Goes To Campus, Adi Tyo Sampaikan Aspek Hukum Kebebasan Bersuara Mahasiswa

LOGOS TNbadge-check


					Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Sumenep, Adi Tyogunawan, SH., MH Perbesar

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Sumenep, Adi Tyogunawan, SH., MH

Sumenep, Transnews.co.id – Menjadi mahasiswa merupakan suatu kebanggaan. Mahasiswa menjadi garda terdepan dalam menjaga nilai-nilai luhur dan mulia berupa kejujuran, gotong royong, dan empati kepada masyarakat yang terpinggirkan.

Demikian disampaikan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Sumenep, Adi Tyogunawan, SH., MH. dalam kegiatan Jaksa Menyapa yang digelar di Aula Graha STKIP PGRI Sumenep, Senin (29/11/2021).

Mengangkat tema Aspek Hukum Kebebasan Bersuara Mahasiswa, Adi Tyo membuka wawasan bagaimana menjadi mahasiswa ketika akan menyampaikan aspirasi dengan empati.

“Gotong-royong musyawarah untuk mufakat adalah nilai luhur dan mulia yang harus kita jaga,” ungkapnya.

Ia katakan, Indonesia adalah negara hukum, di mana tujuan hukum adalah menciptakan keadilan melalui aturan-aturan yang dibuat bersama. Terkadang aturan yang dibuat bisa saja tidak adil, bisa mahasiswa sampaikan suaranya.

“Ada lembaga Mahkamah Konstitusi jika ingin melakukan gugatan terhadap aturan yang dirasa tidak adil,” terangnya.

Menurut Adi Tyo, menyampaikan suara tidak harus dengan melakukan demonstrasi. Pendekatan kearifan lokal jangan sampai ditinggalkan.

“Tidak semua yang dari luar baik bagi kita. Kita ada kearifan lokal, bermusyawarah,” tegasnya.

Namun, apabila terpaksa harus melakukan demonstrasi, ia berpesan agar dilakukan dengan damai, tertib, dan aman.

“Dalam keluarga, ketika ada konflik, perbedaan pendapat misalnya, pasti ada caranya menyampaikan pendapat tanpa harus marah-marah. Sampaikan dengan empat,” pesannya.

Selain di atas, banyak pesan yang disampaikan Kajari kepada mahasiswa. Di antaranya juga adalah, bagaimana mahasiswa menghadapi tantangan.

“Dalam bersuara tidak harus ke jalan, bisa melalui forum-forum ilmiah, forum diskusi, kajian bersama, banyak cara untuk menyampaikan pendapat,” imbuhnya.

Ia memberikan perumpamaan bahwa nelayan yang handal tidak ditempa dengan ombak yang kecil.

Ia berharap agar mahasiswa harus kuat dan tangguh dalam menghadapi tantangan ke depan.

Baca Lainnya

Dugaan Oknum TNI Terlibat Penyiraman Air Keras, BEM PSI: Jangan Lindungi Pelaku!

19 Maret 2026 - 18:52

Tanpan IMB, DPRD Depok Desak Perumahan Diamond Field Disegel

12 Maret 2026 - 21:02

Wartawan Dipukuli di Halaman DPRD, Jurnalis Probolinggo Raya Bersatu Laporkan Penganiayaan ke Polisi

26 Februari 2026 - 21:50

Polres Jember Musnahkan 15 Ribu Botol Miras dan Narkoba Hasil Operasi Pekat Ramadan

26 Februari 2026 - 17:51

News Trending DAERAH