Operasi Zebra 2022, Berikut 14 Sasaran Pelanggaran

Operasi Zebra 2022 foto: polri.go.id

JAKARTA, transnews.co.id || Polri menggelar Operasi Zebra 2022 mulai 3 Oktober sampai 16 Oktober 2022.

Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya Kombes Pol Latif Usman mengatakan tidak ada razia stasioner dalam operasi ini.

“Tidak ada seperti dulu secara stasioner, menghentikan memeriksa itu tidak ada,” kata Latif di Jakarta, Sabtu, 1 Oktober 2022.

Latif mengatakan penindakan segala jenis pelanggaran lalu lintas dalam Operasi Zebra Jaya 2022 tidak harus dilakukan dengan tilang.

“Penindakan kan bukan harus tilang, jadi bisa memberi peringatan. Tilang itu adalah pilihan paling terakhir,” katanya

Operasi Zebra 3 Oktober 2022 dilakukan tanpa adanya tilang di tempat. Kegiatan tersebut akan mengandalkan e-TLE (tilang elektronik) yang telah terpasang di sejumlah wilayah di Indonesia.

“Operasi Zebra tahun ini dilarang melaksanakan penilangan secara manual, seluruh penilangan dilaksanakan dengan sistem e-TLE statis maupun mobile dan dengan teguran simpatik,” ucap Kas

Baca Juga :   Operasi Zebra 2021, Satlantas Polres Dumai Bagikan Stiker Keselamatan Berlalu Lintas dan Masker
ubbag Ren Ops Bagops Korlantas Polri, AKBP Agung Nugroho, dikutip dari laman Korlantas, Senin (3/10/2022).

Dilansir TMC Polda Metro Jaya, ada 14 sasaran dari Operasi Zebra 2022 yang diselenggarakan oleh polisi sebagai berikut;

1. Melawan Arus
Ketentuan ini termaktub dalam Pasal 287 dengan ancaman denda maksimal Rp. 500 ribu.

2. Berkendara di Bawah Pengaruh Alkohol
Aturan ini tertera dalam Pasal 293 dengan denda maksimal Rp. 750 ribu.

3. Menggunakan Handphone Saat Mengemudi
Ketentuan ini tertulis dalam Pasal 283 dengan ancaman denda maksimal Rp. 750 ribu.

4. Tidak Menggunakan Helm SNI
Aturan tersebut tertulis dalam Pasal 291 dengan denda tertinggi Rp. 500 ribu.

5. Mengemudi Tidak Menggunakan Sabuk Pengaman
Peraturan itu tertulis dalam Pasal 289 dengan ancaman denda Rp. 250 ribu.

6. Melebihi Batas Kecepatan
Larangan ini diatur dalam Pasal 287 ayat (5) dengan ancaman denda maksimal Rp. 500 ribu.

7. Berkendara di Bawah Umur, Tidak Memiliki SIM
Pengemudi di bawah umur dan tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) yang diatur dalam Pasal 281 dengan ancaman denda maksimal Rp1 juta.

8. Berboncengan Lebih dari Satu Orang pada Sepeda Motor
Larangan ini tertera dalam Pasal 292 dengan ancaman denda maksimal Rp. 250 ribu.

9. Kendaraan Roda Empat atau Lebih yang Tidak Memiliki Syarat Laik Jalan
Peraturan ini termaktub dalam Pasal 286 dengan denda maksimal Rp. 500 ribu.

10. Kendaraan Roda Dua yang Tidak dengan Perlengkapan Standar
Aturan ini dijelaskan dalam Pasal 285 ayat (1) dengan denda maksimal Rp. 250 ribu.

11. Kendaraan Roda Dua atau Empat yang Tidak Dilengkapi STNK
Ketentuan ini tertulis dalam Pasal 288 dengan ancaman denda maksimal Rp. 500 ribu.

12. Pengemudi Kendaraan yang Melanggar Marka atau Bahu Jalan
Aturan ini disebutkan dalam Pasal 287 dengan ancaman denda maksimal Rp. 750 ribu.

13. Kendaraan Bermotor yang Memasang Rotator atau Sirine yang Bukan Peruntukan (Khususnya Pelat Hitam)
Pasal 287 ayat (4) dengan ancaman denda maksimal Rp. 250 ribu atau kurungan maksimal satu bulan.

14. Penertiban Kendaraan yang Memakai Pelat Rahasia atau Dinas.

*DBS

 257 views

Catatan Redaksi: Apabila ada pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, Silakan mengirimkan sanggahan dan/atau koreksi kepada Kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers melalui email: transnewsredaksi@gmail.com Terima kasih.