Menu ✖

Otomatis

DEPOK

Opini: Hati-hati Politik Dua Kaki

badge-check

Opini: Hati-hati Politik Dua Kaki Perbesar

Oleh: Luki Leonaldo

Depok – Pilkada serentak semakin dekat, namun sampai saat ini baru 2 nama bakal calon yang muncul kepermukaan yaitu Imam Budi Hartono (IBH) dan Supian Suri (SS). Belum ada kader partai lain yang tampak berani menantang IBH dari PKS.

IBH walaupun tergolong muda, dia adalah kader senior di PKS. Dia ketua DPD PKS Depok pertama kali, sewaktu PKS bernama PK. Kini IBH kembali menjadi ketua DPD PKS Depok. Jadi wajar saja kalau PKS mencalonkan IBH sebagai calon wali kota pada pilkada kali ini.

Sementara, SS adalah lulusan STPDN yang memang dididik untuk menjadi birokrat. Jaringan STPDN di birokrat Depok akan menjadi tulang punggung kekuatan SS.

Delapqn puluh persen Camat, Lurah dan sekretarisnya satu almamater dengan Sekda, belum lagi beberapa Kepala OPD yang merupakan para senior di STPDN, inilah yang menjadi kekuatan SS.

Hasil obrolan penulis dengan beberapa tokoh politik, ada analisa menarik dari salah satu tokoh politik Depok yang tidak mau disebutkan namanya.

Menurutnya, ada yang luput dari perhatian publik. Secara informal, selama ini SS berada dibawah asuhan orang-orang PKS.

Dari jalur itulah ia menyebut tidak heran karir SS moncer sejak zaman Nur Mahmudi, dan semakin bersinar pada masa Pak Idris yang merupakan paman beliau.

Karirnya melesat melampaui para seniornya. Selalu menjadi plt ketika terjadi kekosongan Kepala Dinas.

Hal ini ia katakan tidak lepas dari peranan kedekatan SS dengan ustadz-ustadz PKS yang mantan anggota dewan lama.

Sebagai ASN, tak mungkin SS menjadi kader PKS. Sebagaimana pak Idris, dulu juga membantah sebagai kader PKS karena sebagai ASN tidak mungkin jadi anggota partai.

Ada yang menduga SS ini sebenarnya dipersiapkan PKS untuk menjadi penerus IBH nanti.

Untuk itu SS diplot sebagai calon wakil pada pilkada kali ini, setelah itu jadi walikota. Dari D3 (sekda), D2(wakil) lalu D1(walikota).

Mungkin terinspirasi dengan Gibran yang dibesarkan PDIP. SS merasa sudah layak jadi Walikota bukan lagi wakil wali kota.

Dengan sumber daya yang dimilikinya, jaringan STPDN di wilayah, beberapa kepala OPD yang memegang kendali anggaran, SS jadi merasa yakin bisa maju dan menang tanpa PKS.

Disamping itu niat SS ini pas dengan kebutuhan partai-partai yang memang sedang mencari figur untuk menandingi IBH untuk mengakhiri dinasti PKS di Depok.

Tapi, ada juga kemungkinan PKS punya hidden agenda, dalam mempertahankan hegemoninya di kota Depok.

Sehingga Patut diduga secara diam-diam SS sebenarnya sedang menjalankan misi dari PKS melemahkan partai-partai non PKS dengan menyodorkan SS sebagai calon.

Resikonya, SS mundur sebagai sekda, dan itu tidak masalah tidak masalah bagi SS. Dengan cara ini SS menjadi semakin besar dan kelak akan melanjutkan kepemimpinan IBH.

Dalam politik tidak aneh yang lawan menjadi kawan, kali ini PKS mungkin meniru guru besar politik Indonesia Jokowi dari lawan jadi kawan.

Indikasi ini bisa kita lihat tidak biasanya buzzer2 yang biasanya garang dan kritisnya, ternyata adem saja dengan SS dimedsos.

Beberapa kader PKS juga tampak dibelakang SS, anggota dewan Pakar PKS mantan caleg propinsi dr PKS Jamhurobi mungkin ditugaskan mendampingi SS. Ada kemungkinan wakil SS juga dari mantan caleg PKS yang gagal dalam pemilu kemarin.

Ini seperti permainan catur yang menarik.

Dugaan penulis, yang menang tetap saja IBH dan SS maju pada pilkada berikutnya.

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Dari Lenong Betawi hingga Kontes Batu Akik, Ini Rangkaian Acara Milad KOOD Berbudaya ke-26

24 Sep 2026 - 15:20 WIB

Dari Lenong Betawi hingga Kontes Batu Akik, Ini Rangkaian Acara Milad KOOD Berbudaya ke-26

Tanggapi Isu Terkait Fasos Fasum, Kadiskominfo Depok Ingatkan Hak Berpendapat dan Peran APH

24 Sep 2026 - 11:33 WIB

Tanggapi Isu Terkait Fasos Fasum, Kadiskominfo Depok Ingatkan Hak Berpendapat dan Peran APH

Layanan Biskita Depok Tuai Kritik, Pengusaha Pertanyakan Transparansi Anggaran Rp19 Miliar

24 Sep 2026 - 10:46 WIB

Layanan Biskita Depok Tuai Kritik, Pengusaha Pertanyakan Transparansi Anggaran Rp19 Miliar

BKPSDM Kota Depok Sabet Penghargaan Manajemen Talenta, Sekda: Motivasi Dorong Kinerja ASN

21 Sep 2026 - 23:51 WIB

BKPSDM Kota Depok Sabet Penghargaan Manajemen Talenta, Sekda: Motivasi Dorong Kinerja ASN

Sebut Tebang Pilih Aturan Izin Bangunan, Handiyana Tantang Ketegasan Wali Kota Depok

19 Sep 2026 - 14:40 WIB

Sebut Tebang Pilih Aturan Izin Bangunan, Handiyana Tantang Ketegasan Wali Kota Depok

Perkuat Sinergi dan Literasi Data, SWI Kota Depok Kunjungi BPS

16 Sep 2026 - 10:16 WIB

Perkuat Sinergi dan Literasi Data, SWI Kota Depok Kunjungi BPS
Trending di DEPOK