Depok, Transnews.co.id –
Depok – Politisi Golkar Kota Depok, Wirananda Goemilang ikut memberikan komentar perihal polemik mundurnya Ketua RW dan beberapa ketua RT di Kelurahan/Kecamatan Cipayung.
Politisi muda yang akrab disapa Wira Bobom tersebut mengatakan polemik pengunduran RW dan beberapa RT di Cipayung tersebut seharusnya tidak terjadi, jika Pemerintah Kota Depok menepati janjinya tentang perbaikan di kawasan Jembatan Jago.

“Kalau ga salah ada program wakil wali kota tentang penanggulangan sampah yang sampai saat ini belum terealisasi, soal sampah jadi bahan pengganti batu bara,” kata Wira Bobom, Selasa (12/5/2026).
Wira juga mengatakan semua pihak harus ikut andil dalam membantu Pemerintah Kota Depok dalam menyelesaikan masalah persampahan.
Diluar itu, pria tambun berwajah brewok itu juga menyindir fungsi dari legislatif yang dinilai abai akan tugas. Ia menilai DPRD masih terlalu asik bermitra dengan pemerintah, sehingga fungsi pengawasan berjalan tidak maksimal.
“Harusnya itu benar-benar tidak terjadi jika para anggota dewan melakukan fungsi kontrol terhadap eksekutif. Kalau sudah gini, kasihan warga yang jadi korban seperti ditarik-ulur diantara muatan politik,” ujarnya.
Diinformasikan, beberapa hari terakhir sebanyak enam ketua RT di Kelurahan/Kecamatan Cipayung, secara serempak mengundurkan diri dari jabatannya. Aksi pengembalian stempel itu dipimpin satu Ketua RW yang kecewa kepada Pemkot Depok atas aspirasi yang tak didengar.
Karena viral, Wali Kota Depok Supian Suri akhirnya langsung meninjau lokasi yang dimaksud. Supian bahkan langsung menginstruksikan DPUR bergandengan tangan dengan DLHK Kota Depok. Para ketua lingkungan tersebut langsung balik arah dan mendukung pemerintah.
Sehari setelahnya, dua alat berat milik PUPR langsung diterjunkan menormalisasi kali dan melakukan pengangkatan sampah yang menjadi keluhan masyarakat.












