Menu

Mode Gelap
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Pengamanan Natal 2025 di Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2025 Berjalan Aman, Forkopimda Sidoarjo Pantau Gereja Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jatim 2 Tahap Finishing, Addendum 14 Hari  Kominfo Jatim Evaluasi Pengelolaan SP4N LAPOR!, Dorong Peningkatan Status Kabupaten/Kota Bupati Sidoarjo Tinjau Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Instruksikan Penanganan Darurat Perkuat Tata Kelola Digital, Ribuan Desa di Jawa Timur Terima Hibah Komputer dari Korsel

DAERAH

Tinjau Food Estate Wonosobo, Mentan SYL: Kehadiran Teknologi Penting!

LOGOS TNbadge-check


					Tinjau Food Estate Wonosobo, Mentan SYL: Kehadiran Teknologi Penting! Perbesar

Wonosobo, Transnews.co.id – Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo melakukan kunjungan kerja ke Desa Lamuk, Wonosobo, Jawa Tengah dalam rangka peninjauan kawasan Food Estate berbasis hortikultura pada Kamis (18/11/2021).

Dalam kunjungannya, Mentan Syahrul mengapresiasi penerapan teknologi yang diterapkan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan).

“Pengembangan Food Estate untuk ketahanan pangan perlu didukung dengan inovasi teknologi. Semoga teknologi yang dikenalkan Badan Litbang Pertanian di sini bisa menjadi percontohan bagi petani,” ucap Syahrul Yasin Limpo.

Adapun teknologi yang dikenalkan mulai dari irigasi pintar sekaligus pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) yang dikendalikan secara otomatis. Teknologi tersebut disesuaikan dengan komoditas yang ditanam antara lain bawang putih, bawang merah, cabai, dan kentang.

“Di sini Balitbangtan salah satunya oleh Balai Penelitian Lingkungan terlibat menyiapkan teknologi irigasi otomatis berbasis internet of things. Cara kerjanya menggunakan tenaga surya, terhubung dengan sistem informasi, dan merupakan teknologi ramah lingkungan,” papar Kepala Balitbangtan Fadjry Djufry.

Selain itu, Balitbangtan juga menyiapkan alat dan mesin pertanian untuk mendukung budi daya hingga pascapanen komoditas hortikultura. Mulai dari mesin penggulud tanah, penanam dan pemanen kentang, mesin pengupas kentang, mesin peniris minyak, deep fryer, dan continous sealer untuk pengemasan.

Seperti diketahui, Food Estate berbasis hortikultura dikembangkan di beberapa kecamatan di Wonosobo dengan total luas 332 hektare. Food Estate ini juga dikembangkan dengan model kemitraan closed loop yang melibatkan petani, pemerintah, swasta, dan perbankan.

Dengan mekanisasi pertanian, diestimasikan dapat menekan biaya tenaga kerja sebesar 20 persen serta menghasilkan produk yang berdaya saing. Selain itu, diharapkan bisa memenuhi kebutuhan, meningkatkan kesejahteraan petani, dan mendorong peningkatan nilai.

Baca Lainnya

Progres Proyek Strategis Nasional SR di Nganjuk Melesat, Sekolah Rakyat Diharapkan Buka Juli 2026

25 Juni 2026 - 23:21

Perkuat Komunikasi Publik, Bupati Subandi Gandeng Kreator Konten Dorong Birokrasi Go Digital

25 Juni 2026 - 23:15

Sekolah Rakyat Pacitan Beroperasi Tiga Shift, Progres Tembus 83,9 Persen

25 Juni 2026 - 18:28

Dukung Gerakan Cinta Kampus, Ketua DPRD Usulkan Diperluas Jadi Gerakan Cinta Jepara

25 Juni 2026 - 14:03

News Trending DAERAH