Menu

Mode Gelap
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Pengamanan Natal 2025 di Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2025 Berjalan Aman, Forkopimda Sidoarjo Pantau Gereja Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jatim 2 Tahap Finishing, Addendum 14 Hari  Kominfo Jatim Evaluasi Pengelolaan SP4N LAPOR!, Dorong Peningkatan Status Kabupaten/Kota Bupati Sidoarjo Tinjau Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Instruksikan Penanganan Darurat Perkuat Tata Kelola Digital, Ribuan Desa di Jawa Timur Terima Hibah Komputer dari Korsel

DAERAH

Durian ‘Ber KTP’ di Jombang Ikuti Ajang Inotek Award Tahun 2021

LOGOS TNbadge-check


					Durian ‘Ber KTP’ di Jombang Ikuti Ajang Inotek Award Tahun 2021 Perbesar

Jombang, Transnews.co.id – Upaya Pemerintah Kabupaten Jombang untuk mengembangkan varietas unggul durian dikawasan Wonosalam tampaknya bukan isapan jempol.

Langkah Pemda Jombang tersebut, diwujudkan dengan melakukan pendataan pohon durian, yang kemudian diberi barcode masuk dalam penilaian ajang Inovasi Teknologi (Inotek) Award 2021 yang diselenggarakan Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Jatim.

Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan Bappeda (Badan Perencanaan Pembanguan Daerah) Kabupaten Jombang, Isawan Nanang, Rabu (22/9/2021) dihadapan tim penilai Inotek Award 2021 menceritakan, bahwa durian Wonosalam memiliki rasa khas. Dagingnya tebal, rasanya manis bercampur pahit.

Untuk mengembangkan produk unggulan tersebut, Pemkab Jombang melakukan berbagai langkah. Salah satunya, melakukan pendataan dan pemetaan pohon durian di kecamatan yang berada di kawasan perbukitan tersebut.

Dari hasil pemetaan itu diketahui jumlah tanaman durian di Kecamatan Wonosalam tercaatat 192.152 pohon. Rinciannya, tanaman sudah berbuah atau menghasilkan sebanyak 112.521 pohon, sedangkan yang belum menghasilkan 79.632 pohon.

Durian yang telah terdata tersebut, tersebar di sembilan desa di Kecamatan Wonosalam. Paling banyak di Desa/Kecamatan Wonosalam tercatat 62.714 pohon atau 32,64 persen. Paling sedikit di Desa Wonokerto, yakni 2.631 pohon atau 1,37 persen,” kata Isawan .

Dikatakannya, selain sebarannya, durian tersebut juga dilihat dari kualitasnya. Yakni meliputi durian grade A, grade B, grade B+, grade C, serta grade D. Setiap grade memiliki ciri fisik dan kualitas berbeda. Semisal durian grade A memiliki daging tebal, warna menarik, pernah menjadi juara kontes, serta bibit berasal dari generatif/vegetatif.

Kemudian durian grade B+ pembibitannya secara generatif, dagingnya tebal dan memiliki warna menarik, bijinya lajur, serta berpotensi menjadi durian grade A.

Hasil penelitian durian Wonosalam tersebut sudah didaftarkan ke Kementerian Hukum dan HAM. Sedangkan hasil pendataan dikelola dalam aplikasi yang dikelola Askom yang terintegrasi dengan laman www.gowonosalam.com. “Ini digunakan untuk mengetahui standart buah durian Wonosalam,” terangnya. (HD).

Baca Lainnya

Gubernur Khofifah Siagakan OPD Hadapi Mudik Lebaran 2026, WFA Diterapkan Tanpa Ganggu Layanan Publik

18 Maret 2026 - 20:02

Pemkab Sidoarjo Berangkatkan 1.400 Pemudik Gratis, Siapkan 28 Bus ke 5 Rute Favorit

18 Maret 2026 - 20:00

Jelang Lebaran 2026, Forkopimda Jepara Pastikan Stok Pangan dan Energi Aman

17 Maret 2026 - 21:39

Semarak Ramadhan, Grup Senam Aerobik Saigo Jepara Gelar Buka Bersama untuk Pererat Silaturahmi

16 Maret 2026 - 21:52

News Trending DAERAH