Menu

Mode Gelap
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Pengamanan Natal 2025 di Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2025 Berjalan Aman, Forkopimda Sidoarjo Pantau Gereja Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jatim 2 Tahap Finishing, Addendum 14 Hari  Kominfo Jatim Evaluasi Pengelolaan SP4N LAPOR!, Dorong Peningkatan Status Kabupaten/Kota Bupati Sidoarjo Tinjau Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Instruksikan Penanganan Darurat Perkuat Tata Kelola Digital, Ribuan Desa di Jawa Timur Terima Hibah Komputer dari Korsel

PERISTIWA

Kadisdik Riau Siapkan Jurus Jitu Benahi Sektor Pendidikan

LOGOS TNbadge-check


					Kadisdik Riau Siapkan Jurus Jitu Benahi Sektor Pendidikan Perbesar

Pekanbaru, Transnews.co.id – Kepala Dinas Pendidikan Riau, Kamsol, usai dilantik Gubernur Riau, Jumat (17/12/2021) mengatakan, bahwa ia telah menyusun sejumlah program untuk meningkatkan pendidikan di Riau.

Mulai dari program terkait tenaga pendidik, infrastruktur sekolah, sampai menurunkan angka putus sekolah.

“Yang paling penting kita kerjakan masalah gaji guru honor. Ini sesuai dengan arahan pak gubernur. Sementara, kita harus mendata sesuai dengan data awal yang kita punya untuk memperbaikinya, kita mencari solusi bagaimana menperbaikinya,” kata Kamsol.

“Langkah strategis lainnya dalam rangka meningkatkan infrastruktur pendidikan, banyak sekolah-sekolah lama dan juga pemerataan guru yang tidak seimbang. Yang penting bagaimana kualitasnya meningkat,” tambahnya.

Untuk infrastruktur sekolah, kata Kamsol, di Provinsi Riau terutama di kabupaten/kota, masih kekurang ruang belajar.

Sehingga perlu dilakukan penambahan sekolah, dan ruang kelas, agar bisa menampung siswa yang lulus SMP. Sejauh ini jumlah siswa yang lulus SMP tidak seimbang dengan ruang kelas yang diterima.

“Pemeraataan pembangunan ruang kelas baru, sekolah baru memang digesa. Karena apa sebabnya ada lebih kurang 20 ribu setiap tahun angka dari SMP ke SMA yang tidak bisa ditampung karena kekurangan lokal. Dan setiap daerah berbeda jumlah siswanya,” jelasnya.

Untuk persoalan angka putus sekolah masih terjadi sejak lama. Ada beberapa cara untuk mengurangi angka putus sekolah, walaupun saat ini sudah mulai berkurang. Tapi perlu dilakukan program lain dalam meningkatkan pendidikan di daerah.

Sekarang alhamdulillah mulai berkurang, memang paket pendidikan non formal anak-anak putus sekolah kewenangan kabupaten/kota, tapi bisa kita bantu dengan menyiapkan bantuan keuangan, atau menyiapkan bantuan guru kepada mereka.

“Kita harapkan setiap desa membangun Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), itukan sekolah nonformal, kita minta pemerintah pusat membantu,” ungkapnya.

Baca Lainnya

Jatim Open Woodball 2026 Digelar Perdana di Sidoarjo, Jadi Momentum Kebangkitan Woodball Nasional

16 Mei 2026 - 12:29

PT Tirta Asasta Depok Sosialisasi Pencegahan Korupsi: Komitmen Bangun Budaya Kerja Bersih

14 Mei 2026 - 16:13

Rayakan Hari Perempuan Internasional 2026, Ketua PBI Depok: Perkuat Sinergi Perjuangkan Hak-hak Perempuan Indonesia

14 Mei 2026 - 11:41

Mahasiswa UPER Raih Juara 3 Nasional Lewat Kampanye “Jejak Kota”

13 Mei 2026 - 21:03

News Trending NASIONAL