Menu

Mode Gelap
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Pengamanan Natal 2025 di Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2025 Berjalan Aman, Forkopimda Sidoarjo Pantau Gereja Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jatim 2 Tahap Finishing, Addendum 14 Hari  Kominfo Jatim Evaluasi Pengelolaan SP4N LAPOR!, Dorong Peningkatan Status Kabupaten/Kota Bupati Sidoarjo Tinjau Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Instruksikan Penanganan Darurat Perkuat Tata Kelola Digital, Ribuan Desa di Jawa Timur Terima Hibah Komputer dari Korsel

DAERAH

Harga Telur Meroket, Bupati Batang Sidak Pasar

LOGOS TNbadge-check


					Harga Telur Meroket, Bupati Batang Sidak Pasar Perbesar

Batang, Transnews.co.id – Harga komoditas pangan pokok mengalami peningkatan menjelang Natal dan Tahun Baru 2022. Setelah minyak goreng, kini masyarakat dibuat kaget dengan harga telur ayam ras yang meroket.

Sutiadi, pedagang telur ayam ras, di Kabupaten Batang, Jawa Tengah mengatakan, saat ini telur dijual dengan harga Rp32.000,00 per kilogram.

Terkait hal itu, Bupati Batang Wihaji melakukan inspeksi mendadak (sidak) harga telur di Pasar Batang karena banyaknya keluhan masyarakat Kabupaten Batang.

“Kenaikannya sudah dua minggu ini sejak menjelang Nataru, naik bertahap setiap harinya sekarang mencapai Rp32.000,00 per kilogram, kalau sebelumnya Rp20.000,00 per kilogram, bahkan pas murah-murahnya itu bisa Rp18.000,00,” kata Sutiadi saat ditemui di Pasar Batang, Kabupaten Batang, Senin (27/12/2021).

Banyak pelanggan yang kaget dengan melambungnya harga telur yang dia jual. Bahkan tidak sedikit yang mundur untuk membeli sehingga penjualan telur miliknya pun mengalami penurunan.

“Jujur banyak yang kaget, tanya harga dan akhirnya mundur tidak jadi beli setelah tahu harganya tinggi. Biasanya bisa 20 sampai 40 peti setiap harinya, paling kalau sekarang ya 15 peti sudah bagus,” ungkapnya.

Menurutnya, kenaikan harga telur dipicu karena dampak harga telur sebelumnya yang cukup merosot sehingga banyak peternak kecil yang menjual ayamnya.

“Memang biasanya kalau Nataru itu naik, tapi kemungkinan kalau ini karena sebelumnya sempat murah banget peternak kecil pada menjual ayamnya, bisa jadi itu salah satu penyebabnya,” jelasnya.

Seorang pembeli, Mila yang merupakan ibu rumah tangga juga mengeluhkan harga telur yang meroket. Ia pun harus mengurangi jumlah pembelian dari biasanya.

“Kebetulan anak saya suka telur, jadi setiap hari harus stok, mengetahui harga telur tinggi jelas kaget, ya sudah jatahnya dikurangi biasanya beli satu kilogram ini jadi setengah kilogram saja,” tuturnya.

Sementara itu, Bupati Batang Wihaji melakukan pengecekan harga telur di Pasar Batang.

“Iya memang banyak yang mengeluhkan harga telur, sebelumnya minyak goreng juga, tadi sudah saya cek memang harganya cukup tinggi,” terangnya.

Kenaikan harga komoditas pangan pokok memang seringkali mengalami naik turun terutama saat momen tertentu misalnya lebaran dan Nataru.

“Kalau dilihat hukum pasar, barang langka harga naik dan sebaliknya barang banyak harga turun,” ujar dia.

Baca Lainnya

Gubernur Khofifah Siagakan OPD Hadapi Mudik Lebaran 2026, WFA Diterapkan Tanpa Ganggu Layanan Publik

18 Maret 2026 - 20:02

Pemkab Sidoarjo Berangkatkan 1.400 Pemudik Gratis, Siapkan 28 Bus ke 5 Rute Favorit

18 Maret 2026 - 20:00

Jelang Lebaran 2026, Forkopimda Jepara Pastikan Stok Pangan dan Energi Aman

17 Maret 2026 - 21:39

Semarak Ramadhan, Grup Senam Aerobik Saigo Jepara Gelar Buka Bersama untuk Pererat Silaturahmi

16 Maret 2026 - 21:52

News Trending DAERAH