Menu

Mode Gelap
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Pengamanan Natal 2025 di Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2025 Berjalan Aman, Forkopimda Sidoarjo Pantau Gereja Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jatim 2 Tahap Finishing, Addendum 14 Hari  Kominfo Jatim Evaluasi Pengelolaan SP4N LAPOR!, Dorong Peningkatan Status Kabupaten/Kota Bupati Sidoarjo Tinjau Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Instruksikan Penanganan Darurat Perkuat Tata Kelola Digital, Ribuan Desa di Jawa Timur Terima Hibah Komputer dari Korsel

DAERAH

Kelompok Batik Pusparinengga Sleman Jadikan Motif Jangkang sebagai Ciri Khas

LOGOS TNbadge-check


					Kelompok Batik Pusparinengga Sleman Jadikan Motif Jangkang sebagai Ciri Khas Perbesar

Sleman, Transnews.co.id – Motif Jangkang merupakan icon dan ciri khas batik karya Kelompok Usaha Bersama (Kube) Pusparinengga Padukuhan Dalem, Kalurahan Widodomartani, Kapanewon Ngemplak, Sleman.

Hal itu dijelaskan oleh Kalpikaningsih (71 th) saat menerima Kunjungan Pendamping Desa Budaya Widodomartani, Ratih Dewayani dan Bowo Purwadi, Senin (14/3/2022), di Sanggar Batik Pusparinengga Dalem, Widodomartani.

Dipilihnya Jangkang sebagai ciri khas batik produk Kube Pusparinengga, karena Jangkang adalah pohon yang dahulu banyak tumbuh dan dijumpai di sekitar tempat KUBE Pusparinengga berada.

“Nama dusun Jangkang sendiri diambil dari nama pohon Jangkang yang tumbuhnya bisa besar dan tinggi, bentuk dan warna daun serta buahnya indah. Tetapi saat ini pohon itu sudah jarang ditemui. Di Padukuhan Dalem sendiri tinggal satu dan itu tumbuh di makam dan oleh sebagian masyarakat dianggap angker,” jelas Kalpikaningsih.

Untuk mengabadikan keindahan pohon Jangkang itu, lanjut Kalpikaningsih, maka KUBE Pusparinengga menjadikan Jangkang sebagai motif batik khas produksinya. “Terutama diambil dari bentuk daun dan bunganya. Kami ibu yang bergabung di KUBE sejak tahun 2019 ini ingin melestarikan kebudayaan dengan cara membatik dan mengambil motif lokal,” ujarnya.

Berdirinya kelompok batik KUBE Pusparinengga sendiri berawal dari adanya Bhakti Masyarakat AMIKOM. Saat itu belum ada gambaran mau berkegiatan apa, lalu muncul gagasan untuk belajar mbatik dengan pelatihnya Nyimas Ngabehi Renggomurti, warga setempat yang juga pembatik di Pura Pakualaman.

“Jumlah anggotanya 20, semuanya perempuan usia antara 50 – 75 tahun. Sedang kelampoknya itu dibina oleh dinas Sosial dan pemerintah Kalurahan Widodomartani,” tambah Kalpikaningsih. Keanggotaan tersebut saat ini ingin dikembangkan sehingga tidak hanya terdiri dari ibu-ibu, namun juga bapak dan generasi muda.

“Produk batik Pusparinengga telah banyak diikutkan diberbagai pameran. Karena batik tulis asli maka harganya memang agak mahal. Nah, kami berharap bisa memiliki cap, sebab kalo kami promosi ke Kalurahan dan kantor kantor, mereka ingin membuat seragam batik cap agar harganya lebih terjangkau. Kula dereng gadhah cap (saya belum punya cap),” kelakar Kalpikaningsih.

Sementara itu disela sela aktivitas membatik, Nyimas Ngabehi Renggamurti menyampaikan rasa senang dan bangga karena ternyata anggota KUBE tekun dan sangat menikmati proses membatik. Saat ini hampir semua sudah mampu menuangkan ide di atas kain, termasuk proses lain seperti njaplok, nglowong, ngiseni hingga dan tahapan lain hingga jadi batik.

Dia pun senang bisa menularkan kepada anggota. “Kula eman-eman menawi ilmu Kula mboten Kula tularaken. Menawi ngaten Niki rak ilmu Kula wonten manfaatipun (Sayang sekali kalau ilmu saya tidak saya bagikan. Kalau seperti ini kan ilmu saya ada manfaatnya),” kilahnya.

Menurut Pendamping Kalurahan Budaya Ratih Dewayani, kunjunganya ke Pusparinengga tidak terlepas dari ditetapkanya Widodomartani sebagai Kalurahan Kalurahan Budaya oleh Gubernur DIY. Maka perlu pendataan dan inventarisasi potensi kebudayaan yang telah ada dan tumbuh di masyarakat. Hal demikian untuk dapat dilestarikan, dikembangkan dan dimanfaatkan.

“Mulai 2022 Widodomartani menjadi Kalurahan Budaya, maka ada pendampingan,” tutur Ratih.

Baca Lainnya

Gubernur Khofifah Siagakan OPD Hadapi Mudik Lebaran 2026, WFA Diterapkan Tanpa Ganggu Layanan Publik

18 Maret 2026 - 20:02

Pemkab Sidoarjo Berangkatkan 1.400 Pemudik Gratis, Siapkan 28 Bus ke 5 Rute Favorit

18 Maret 2026 - 20:00

Jelang Lebaran 2026, Forkopimda Jepara Pastikan Stok Pangan dan Energi Aman

17 Maret 2026 - 21:39

Semarak Ramadhan, Grup Senam Aerobik Saigo Jepara Gelar Buka Bersama untuk Pererat Silaturahmi

16 Maret 2026 - 21:52

News Trending DAERAH