Menu

Mode Gelap
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Pengamanan Natal 2025 di Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2025 Berjalan Aman, Forkopimda Sidoarjo Pantau Gereja Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jatim 2 Tahap Finishing, Addendum 14 Hari  Kominfo Jatim Evaluasi Pengelolaan SP4N LAPOR!, Dorong Peningkatan Status Kabupaten/Kota Bupati Sidoarjo Tinjau Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Instruksikan Penanganan Darurat Perkuat Tata Kelola Digital, Ribuan Desa di Jawa Timur Terima Hibah Komputer dari Korsel

DAERAH

Emak-emak Banyuwangi Ubah Liimbah Masker Jadi BBM

LOGOS TNbadge-check


					Anggota Bank Sampah Telok Lema’ Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo sedang melakukan pemrosesan limbah masker menjadi BBM. Perbesar

Anggota Bank Sampah Telok Lema’ Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo sedang melakukan pemrosesan limbah masker menjadi BBM.

Banyuwangi, Transnews.co.id – Sebuah inovasi baru karya emak-emak di Banyuwangi, yang mencoba mengolah sampah menjadi bahan berguna. Terutama memanfaatkan limbah masker bekas menjadi bahan bakar minyak setara premium.

Kegiatan ini digagas oleh para emak-emak yang tergabung dalam Bank Sampah Telok Lema’, Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo. Aksi ini berawal dari banyaknya sampah khususnya masker di lingkungan mereka.

“Awalnya memang kami peduli adanya sampah khususnya masker yang berada di sekitar khususnya di tempat wisata Bangsring Underwater ini. Ya, kan banyak wisatawan yang datang biasanya membuang masker di sini. Kemudian, kami mencoba mencari tau dan memanfaatkan itu,” kata Rukinah, Bank Sampah Telok Lema’, Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo, Kamis (27/1/2022).

Sementara itu, Pengelola Wisata Bangsring Underwater, Wildan Sukirno menjelaskan, cara mengolah limbah masker tersebut. Awalnya, para anggota Bank Sampah mengumpulkan masker, kemudian membersihkan, menjemur sebelum melakukan proses penyulingan menggunakan alat pirolisis.

“Jadi usai dikumpulkan, limbah masker direndam dengan deterjen atau sabun atau pemutih selama semalam selanjutnya dijemur sampai kering. Limbah masker harus melalui proses lagi dipotong -potong kecil sebelum dimasukkan ke dalam tungku penyulingan,” katanya.

Memang prosesnya cukup lama. Karena, setelah limbah masker dimasukkan dalam tungku pirolisis itu harus melalui proses pembakaran.

“Pemanasnya menggunakan api dari gas elpiji. Prosesnya butuh panas hingga 300 sampai 350 derajat Celsius hingga bisa mencair,” katanya.

Proses awal, kata Sukir, limbah masker seberat 0,62 kilogram bisa menghasilkan seperempat liter produk setara bbm jenis premium. Artinya, butuh sekitar 2,48 kilogram untuk bisa mendapatkan 1 liter hasil produksi.

“Hasilnya kita coba manfaatkan untuk operasional kapal angkut kecil di sini, terus kita coba di motor lama itu hasilnya cukup bagus,” katanya.

Wildan Sukirno menyebut, ini sebuah awal yang bagus untuk gerakan peduli kebersihan di lokasi wisata, khususnya di Bangsring Underwater. Meskipun masih butuh pengembangan lain untuk langkah penyempurnaan.

“Kita sudah coba untuk menggalakkan gerakan ini, terutama gerakan peduli sampah, dengan membuka layanan pembelian tiket masuk dengan sampah. Khusus untuk penyulingan ini nanti akan ada pengembangan lain yang masih terus kami upayakan,” pungkasnya. (hd)

Baca Lainnya

Wujudkan Zero Narkoba Polres Jember Test Urine Bagi Para Perwira

7 Maret 2026 - 03:21

Ramadan Penuh Kebersamaan, Ormas PROGIB DPC Jepara Bagikan 1500 Takjil

7 Maret 2026 - 03:17

Dukung HPN 2026, Alfamart Kolaborasi Dengan GWI Jember Salurkan Puluhan Bansos Untuk Anak Yatim

6 Maret 2026 - 04:20

Jatim Siaga Mudik Lebaran 2026, Dinkes Dirikan 230 Pos Kesehatan dan Siapkan Ribuan Tenaga Medis

5 Maret 2026 - 19:10

News Trending DAERAH