Menu

Otomatis

DEPOK

FKH: Ngaji Budaya Upaya Penyadaran Ruang 

LOGOS TNbadge-check

FKH: Ngaji Budaya Upaya Penyadaran Ruang  Perbesar

Depok, transnews.co.id – Masih adanya kelompok yang saling menjatuhkan, menyalahkan menjadi salah satu sebab dari tidak adanya ruang yang guyub. Hal itu disampaikan Koordinator Forum Komunitas Hijau (FKH) Kota Depok, Heri Syaifuddin seusai acara Ngaji Budaya.

Menurutnya, Ngaji Budaya merupakan sarana untuk menyebarkan ide tentang kesadaran ruang, tentang kesadaran budaya.

“Hari ini pengelolaan ruang kita dalam perspektif tanah, kemudian tidak pernah diimbangi dengan dampak adanya struktur perubahan budaya. Kesadaran itu ingin kita bangun, ketika satu-satunya Panglima kita adalah ekonomi diikuti politik maka struktur budaya kita menjadi sangat berubah,” ujarnya seusai acara Ngaji Budaya, Joglo Nusantara, Situ Pengasinan.

Heri menuturkan, dengan pola-pola ruang yang hari ini ketika tanah juga menjadi komoditi aset yang kemudian diasetkan. Ia menegaskan, kondisi tersebut menjadikan klasterisasi ruang yang kemudian itu membuat interaksi sosial menjadi kacau.

“Makanya adanya satu kelompok dengan kelompok yang lain saling saling menjatuhkan, saling salah menyalahkan. Itu karena ruang-ruang guyub sudah tidak ada lagi. Maka terkadang kebudayaan disalahkan karena bertentangan dengan isme atau agama. Padahal budaya hasil dari bagaimana merespon ruang, ibu Pertiwi adalah ibu kandung kebudayaan,” paparnya.

Dalam menyikapi hal tersebut, dirinya mengungkapkan agar tidak menutup diri terhadap nilai-nilai yang masuk. Namun, lanjutnya, tapi juga tidak perlu mengubur apa yang ada yang dimiliki.

“Hari ini kita coba mulai, membuka tentang apa yang kita punya sebagai landasan untuk maju ke depan. Ya setinggi-tingginya kita terbang, sebagai masyarakat yang melek digital analog itu penting jadi ruang-ruang guyub seperti ini menjadi penting,” terangnya.

Sementara itu Ketua Penyelenggara Bobby mengatakan acara Ngaji Budaya dengan Narasumber Joko Koentono (Penggiat Budaya), JJ. Rizal (Sejarawan), Murni Khuarizmi (Biang Desain Community) dan Moderator Irfan Hakim.

Ia menambahkan, acara diramaikan dengan oagelaran “Sinden Opera Wayang Beber” bersama Mahagenta dan Wayang Beber Metropolitas.

“Kolaborasi kesenian asli Indonesia yang menggabungkan konsep Wayang Beber dipadukan alunan merdu pesinden. Dengan iringan musik etnik dalam pagelaran Sinden Opera Wayang Beber,” tandasnya.

Sejumlah tokoh masyarakat, budayawan, seniman, pejabat publik, ikut larut dalam rangkaian acara yang secara ketat menjalankan Proses.

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Dari Lenong Betawi hingga Kontes Batu Akik, Ini Rangkaian Acara Milad KOOD Berbudaya ke-26

24 Sep 2026 - 15:20 WIB

Dari Lenong Betawi hingga Kontes Batu Akik, Ini Rangkaian Acara Milad KOOD Berbudaya ke-26

Tanggapi Isu Terkait Fasos Fasum, Kadiskominfo Depok Ingatkan Hak Berpendapat dan Peran APH

24 Sep 2026 - 11:33 WIB

Tanggapi Isu Terkait Fasos Fasum, Kadiskominfo Depok Ingatkan Hak Berpendapat dan Peran APH

Layanan Biskita Depok Tuai Kritik, Pengusaha Pertanyakan Transparansi Anggaran Rp19 Miliar

24 Sep 2026 - 10:46 WIB

Layanan Biskita Depok Tuai Kritik, Pengusaha Pertanyakan Transparansi Anggaran Rp19 Miliar

BKPSDM Kota Depok Sabet Penghargaan Manajemen Talenta, Sekda: Motivasi Dorong Kinerja ASN

21 Sep 2026 - 23:51 WIB

BKPSDM Kota Depok Sabet Penghargaan Manajemen Talenta, Sekda: Motivasi Dorong Kinerja ASN

Sebut Tebang Pilih Aturan Izin Bangunan, Handiyana Tantang Ketegasan Wali Kota Depok

19 Sep 2026 - 14:40 WIB

Sebut Tebang Pilih Aturan Izin Bangunan, Handiyana Tantang Ketegasan Wali Kota Depok

Perkuat Sinergi dan Literasi Data, SWI Kota Depok Kunjungi BPS

16 Sep 2026 - 10:16 WIB

Perkuat Sinergi dan Literasi Data, SWI Kota Depok Kunjungi BPS
Trending di DEPOK