Menu

Mode Gelap
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Pengamanan Natal 2025 di Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2025 Berjalan Aman, Forkopimda Sidoarjo Pantau Gereja Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jatim 2 Tahap Finishing, Addendum 14 Hari  Kominfo Jatim Evaluasi Pengelolaan SP4N LAPOR!, Dorong Peningkatan Status Kabupaten/Kota Bupati Sidoarjo Tinjau Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Instruksikan Penanganan Darurat Perkuat Tata Kelola Digital, Ribuan Desa di Jawa Timur Terima Hibah Komputer dari Korsel

DAERAH

Peusaba: Rencana Pembangunan Hotel Di Areal Makam Sultan Jamalul Alam Harus Dihentikan

LOGOS TNbadge-check

TN.ACEH l — Rencana pembangunan hotel di depan makam Sultan Jamalul Alam (1703-1726), mendapat protes keras dari Peusaba Aceh.

Hal itu diungkapkan ketua Peusaba – Mawardi Usman, ketika tim Peusaba mendapatkan info kalau didepan makam Sultan Jamalul sudah ditembok dan akan segera dibangun Hotel.

“Peusaba memprotes sebab kawasan tersebut adalah kawasan tanah Wakaf Poteu Jeumaloy. Tanah Wakaf Poteu Jeumaloy bahkan tidak berani diganggu Belanda. Dulu dikenal Dengan nama Lampoh Tube Poteu Jeumaloy. Jadi pada masa lalu kawasan pemakaman Poteu Jeumaloy adalah Kawasan Wakaf sedangkan Umong Sara di Blang Padang tanah wakaf Mesjid Raya dan dikawasan Blang Padang juga terdapat Kuta Rantang,” terang Mawardi, kamis (1/8/19).

Areal pemakaman Sultan Jamalul Alam.

Peusaba memperingatkan bahwa Poteu Jeumaloy atau Sultan Jamalul Alam Badrul Munir adalah Sultan besar Aceh. Banyak keturunannya yang menjadi Sultan setelahnya. Bahkan hingga Kesultanan Perlis di Malaysia dan Sulu Di Filipina Selatan masih ada hubungan dengan Sultan Jamalul Alam.

“Karena itu Peusaba meminta agar Situs Makam Poteu Jeumaloy segera dilindungi, dan yang membangun rumah di samping makam Sultan Jamalul Alam agar segera dibersihkan sehingga Makam Sultan Jamalul Alam Badrul Munir salah satu Sultan terbesar di Aceh benar-benar terjaga,” kata Mawardi lagi.

Menurut Mawadi, jika tidak tentu akan mempermalukan Aceh di mata dunia dan generasi yang akan datang.

“Mari lindungi situs nenek moyang kita bangsa Aceh,” tutup Mawardi.*** (Gara)

Rencana pembangunan hotel di areal makam Sultan Jamalul Alam harus dicegah.


Baca Lainnya

Polres Jember Laksanakan Gerakan Indonesia Asri Bersihkan Pantai Watu Ulo

9 Februari 2026 - 23:41

GWI Ucapkan Selamat Hari Pers Nasional 2026

9 Februari 2026 - 23:39

Cegah Banjir, Pemkab Sidoarjo Kebut Normalisasi Sungai di Belakang PG Krembung

9 Februari 2026 - 23:33

Bupati Subandi Tegaskan Sinergi Pemkab–Perguruan Tinggi di Milad ke-37 Umsida

9 Februari 2026 - 23:31

News Trending DAERAH