Peusaba: Rencana Pembangunan Hotel Di Areal Makam Sultan Jamalul Alam Harus Dihentikan

TN.ACEH l — Rencana pembangunan hotel di depan makam Sultan Jamalul Alam (1703-1726), mendapat protes keras dari Peusaba Aceh.

Hal itu diungkapkan ketua Peusaba – Mawardi Usman, ketika tim Peusaba mendapatkan info kalau didepan makam Sultan Jamalul sudah ditembok dan akan segera dibangun Hotel.

“Peusaba memprotes sebab kawasan tersebut adalah kawasan tanah Wakaf Poteu Jeumaloy. Tanah Wakaf Poteu Jeumaloy bahkan tidak berani diganggu Belanda. Dulu dikenal Dengan nama Lampoh Tube Poteu Jeumaloy. Jadi pada masa lalu kawasan pemakaman Poteu Jeumaloy adalah Kawasan Wakaf sedangkan Umong Sara di Blang Padang tanah wakaf Mesjid Raya dan dikawasan Blang Padang juga terdapat Kuta Rantang,” terang Mawardi, kamis (1/8/19).

Areal pemakaman Sultan Jamalul Alam.

Peusaba memperingatkan bahwa Poteu Jeumaloy atau Sultan Jamalul Alam Badrul Munir adalah Sultan besar Aceh. Banyak keturunannya yang menjadi Sultan setelahnya. Bahkan hingga Kesultanan Perlis di Malaysia dan Sulu Di Filipina Selatan masih ada hubungan dengan Sultan Jamalul Alam.

“Karena itu Peusaba meminta agar Situs Makam Poteu Jeumaloy segera dilindungi, dan yang membangun rumah di samping makam Sultan Jamalul Alam agar segera dibersihkan sehingga Makam Sultan Jamalul Alam Badrul Munir salah satu Sultan terbesar di Aceh benar-benar terjaga,” kata Mawardi lagi.

Catatan Redaksi: Apabila ada pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, silahkan mengirim sanggahan dan/atau koreksi kepada Kami sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) UU Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers melalui email: transnewsredaksi@gmail.com