Menu

Mode Gelap
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Pengamanan Natal 2025 di Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2025 Berjalan Aman, Forkopimda Sidoarjo Pantau Gereja Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jatim 2 Tahap Finishing, Addendum 14 Hari  Kominfo Jatim Evaluasi Pengelolaan SP4N LAPOR!, Dorong Peningkatan Status Kabupaten/Kota Bupati Sidoarjo Tinjau Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Instruksikan Penanganan Darurat Perkuat Tata Kelola Digital, Ribuan Desa di Jawa Timur Terima Hibah Komputer dari Korsel

DAERAH

PT KAI dan Pemkab Temanggung Gagas Pemanfaatan eks-Stasiun Parakan

LOGOS TNbadge-check


					PT KAI dan Pemkab Temanggung Gagas Pemanfaatan eks-Stasiun Parakan Perbesar

Temanggung, Transnews.co.id – Jajaran PT Kereta Api Indonesia (KAI), dalam hal ini Daerah Operasi (DAOP) IV dalam kunjungan kerjanya di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, untuk memberikan bantuan bibit tanaman, juga menyinggung tentang keberadaan eks-Stasiun Kereta Api Parakan.

Dalam pertemuan yang dihadiri Bupati HM Al Khadziq dan jajaran PT KAI tersebut, dibicarakan bahwa bekas stasiun bisa untuk kegiatan positif, seperti digunakan menjadi tempat diskusi, sambil menikmati kopi khas Temanggung dengan nuansa bangunan kuno. PT KAI menyambut baik hal tersebut, sebab dengan begitu justru asetnya akan terjaga dan ada asas kemanfaatan bagi Kabupaten Temanggung.

Kepala DAOP 6 PT KAI Yogyakarta, Iwan Eka Putra, mengatakan, eks Stasiun Parakan bisa dimanfaatkan asalkan ada ijin terlebih dahulu. Namun yang terutama adalah tetap terjaganya aset PT KAI.

“Terkait Stasiun Parakan memang ditawarkan kepada Bapak Bupati bisa dimanfaatkan, karena di sana memang stasiunnya paling ujung dan bangunannya juga heritage. Jadi bisa dimanfaatkan salah satunya untuk objek pariwisata, karena itu peninggalan zaman dulu yang memang harus kita lestarikan,” katanya di Ruang Gajah Pendopo Jenar, Senin (31/1/2022).

Sebagaimana diketahui, jalur kereta api Parakan-Secang didirikan oleh pemerintah Hindia Belanda melalui Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS), dengan arsitek seorang Tinghoa bernama Ho Tjong An. Stasiun dioperasikan pertama kali tanggal 1 Juli 1907 untuk mengangkut hasil pertanian, perkebunan. Akan tetapi operasional stasiun ini kemudian ditutup oleh pemerintah RI pada awal dekade tahun 1970-an.

Bupati HM Al Khadziq menuturkan, sangat menarik jika Stasiun Parakan kemudian bisa dimanfaatkan. Ia pun menanyakan, bagaimana bentuk kerjasamanya jika bisa digunakan. Bupati menilai, keberadaan bangunan kuno itu bisa digunakan untuk berbagai kegiatan, seperti diskusi atau semacam tempat nongkrong bagi anak muda.

“Kopi enak Temanggung, bisa disajikan di eks Stasiun Parakan, menarik ini. Kita tengok nanti stasiun itu, kita explore lokasinya pasti ada inspirasi. Sebenarnya bagus juga digunakan untuk berkegiatan, bisa untuk selfie,” katanya.

Baca Lainnya

Temuan Kokain di Sumenep, Polda Jatim Perketat Pengawasan Jalur Laut

4 Mei 2026 - 21:31

Pemkab Sidoarjo Hapus Denda Pajak hingga Oktober 2026, Dorong Kepatuhan dan Genjot PAD

4 Mei 2026 - 21:25

Cemburu, Pria di Surabaya Bacok Warga hingga Tewas, Tiga Rekan Jadi DPO

3 Mei 2026 - 20:40

Bupati Sidoarjo Sidak RTLH dan Salurkan Bantuan, Soroti Akses Kesehatan Warga Rentan

2 Mei 2026 - 21:06

News Trending DAERAH