Menu

Mode Gelap
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Pengamanan Natal 2025 di Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2025 Berjalan Aman, Forkopimda Sidoarjo Pantau Gereja Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jatim 2 Tahap Finishing, Addendum 14 Hari  Kominfo Jatim Evaluasi Pengelolaan SP4N LAPOR!, Dorong Peningkatan Status Kabupaten/Kota Bupati Sidoarjo Tinjau Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Instruksikan Penanganan Darurat Perkuat Tata Kelola Digital, Ribuan Desa di Jawa Timur Terima Hibah Komputer dari Korsel

PERISTIWA

Gubernur Riau: Pendidikan Sejarah Penting Diberikan Kepada Anak

LOGOS TNbadge-check


					Gubernur Riau, Syamsuar. Perbesar

Gubernur Riau, Syamsuar.

Pekanbaru, Transnews.co.id – Gubernur Riau Syamsuar mengatakan bahwa pendidikan sejarah itu penting diberikan kepada anak-anak.

Menurutnya, bangsa Indonesia ini merupakan bangsa yang tidak lepas dari sejarah dan peristiwa besar. Oleh karena itu, sudah sewajarnya generasi penerus bangsa mengetahui bagaimana sejarah bangsanya.

“Berkaitan dengan ini (pendidikan sejarah), menurut kami sangat penting,” ucapnya, saat memberikan kata sambutan sebagai Ketua Umum (Ketum) Dewan Harian Daerah (DHD) Badan Pembudayaan Kejuangan 45 Provinsi Riau masa bakti 2021-2026 di Pangeran Hotel Pekanbaru, Minggu (12/12/2021).

Gubernur mengungkapkan, jika pendidikan sejarah tidak diberikan kepada anak-anak, mana mungkin anak-anak tersebut akan tahu bagaimana sejarah Kemerdekaan Indonesia ini.

“Apalagi kalau orang tuanya tidak mau cerita sejarah ke anaknya, bagaimana anaknya akan tahu tentang sejarah,” ujarnya.

Zaman ia sekolah dahulu, pendidikan Pancasila, pendidikan moral Pancasila dan Pendidikan Kewarganegaraan menjadi mata pelajaran penting dipelajari karena itu adalah bagian ciri orang Indonesia. “Tentu kita harapkan pendidikan seperti ini (sejarah) tetap kita berikan kepada anak-anak kita,” ungkapnya.

Syamsuar menambahkan, selain pendidikan sejarah. Pendidikan yang tidak kalah penting yang harus diberikan kepada anak-anak sejak usia dini adalah pencegahan narkoba. Sebab di beberapa daerah anak pendidikan Sekolah Dasar (SD) sudah dimanfaatkan untuk menjual narkoba, sabu-sabu dan barang haram lainnya. “Kalau memang itu sampai ke anak, rusaklah bangsa kita ini,” tuturnya.

Karena daerah Riau ada yang berada di daerah pesisir menjadi tempat masuknya narkoba, maka Gubernur Riau mengajak semua pihak untuk berjuang mengatasi masalah narkoba. Agar generasi muda Riau betul-betul menjadi generasi emas pada tahun 2045 yang akan datang.

“Kita harus betul-betul menyiapkan generasi emas dan bonus demografi ini yang jauh dari narkoba. Kita harap ini betul-betul bisa kita manfaatkan untuk bangsa dan Negara RI,” tutupnya.

Baca Lainnya

Munas SWI di Boyolali, Andrie Once Dorong Wartawan Miliki Jiwa Entrepreneur

21 Mei 2026 - 21:59

Riset UPER: Hilirisasi Biodiesel Mampu Dongkrak PDB Riil Nasional hingga 1,45% di 2030

21 Mei 2026 - 03:08

Gunakan Bahu Jalan Provinsi, PKL di Kencong Jember Dikeluhkan Pengguna Jalan

20 Mei 2026 - 15:02

Bupati Jepara Komitmen Tingkatkan Perlindungan Pekerja Lewat Kerjasama BPJS Ketenagakerjaan

19 Mei 2026 - 21:36

News Trending DAERAH