Menu

Mode Gelap
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Pengamanan Natal 2025 di Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2025 Berjalan Aman, Forkopimda Sidoarjo Pantau Gereja Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jatim 2 Tahap Finishing, Addendum 14 Hari  Kominfo Jatim Evaluasi Pengelolaan SP4N LAPOR!, Dorong Peningkatan Status Kabupaten/Kota Bupati Sidoarjo Tinjau Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Instruksikan Penanganan Darurat Perkuat Tata Kelola Digital, Ribuan Desa di Jawa Timur Terima Hibah Komputer dari Korsel

DAERAH

Wajibkan ASN Gunakan Batik, Pengrajin Batik Khas Pemalangan Sampaikan Terima Kasih kepada Bupati

LOGOS TNbadge-check


					Wajibkan ASN Gunakan Batik, Pengrajin Batik Khas Pemalangan Sampaikan Terima Kasih kepada Bupati Perbesar

Pemalang, Transnews.co.id – Kebijakan Pemerintah Kabupaten Pemalang yang mewajibkan ASN mengenakan batik khas Pemalangan sebagai seragam setiap hari Rabu dan Kamis disambut dengan gembira oleh para pengrajin Batik Pemalang.

Mereka menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bupati Pemalang Mukti Agung Wibowo atas kepeduliannya terhadap produk lokal Pemalang.

Sebagaimana diketahui, sebelum mengeluarkan Surat Edaran mengenai Penggunaan Sarung Goyor sebagai pakaian seragam selama Ramadan 1443 H Bupati Pemalang telah menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 060/ 132/ Organisasi tentang Pakaian Dinas Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkungan Pemkab Pemalang tanggal 19 Januari 2022 yang mewajibkan ASN memakai Batik Khas Pemalangan pada setiap hari Rabu dan Kamis.

Salah satu pengrajin Batik khas Pemalangan Slamet Puji dari Batik Sekar Manggar Desa Jebed Utara Kecamatan Taman menyampaikan rasa terimakasihnya karena dengan adanya surat edaran tersebut omsetnya meningkat.

Ia berharap ke depannya ada regulasi atau aturan yang mengatur lebih rinci mengenai motif batik yang dipakai agar memberikan kemudahan dan semangat produsen dalam memproduksi Batik Pemalangan.

“Kalau bisa ya ditentukan melaui edaran tersebut Hari Kamis Motif A, Hari Rabu motif ini, jadi keseragaman dilihat itu enak lho, di pandang oh ini rukun,” harapnya, kemarin.

Masih menurut Slamet Puji, salah satu motif batik khas Pemalang yakni Kepiting Soka, ia menjelaskan filosofi Batik tersebut ialah kepiting yang perkasa mengangkat Nanas dan di hiasi mangga pada capitnya menggambarkan penyatuan perbedaan anatara nanas dari selatan dan mangga yang berasal dari Desa Penggarit bersatu untuk membangun Pemalang yang diiringi oleh wanginya kembang widuri.

“Dari awal kita gambarkan samudera yang luas, kita ambil dari kepitingnya yang perkasa, itu menyatukan grup, nanas kan dari kidul/selatan kita satukan dibondong yang artinya ayo kita bersatu membangun kota yang dikawal dengan kembang Widuri dengan keharuman kembang Widuri,” lanjutnya.

Ia menambahkan, penyatuan segenap potensi Pemalang dalam selembar kain batik menunjukkan kesatuan tekad masyarakat Pemalang dalam membangun daerahnya. “Siapa lagi yang peduli dan bangga kalau bukan kita,” ujarnya.

Sebagai informasi, Surat Edaran Bupati Pemalang tersebut dikeluarkan bertujuan untuk mewujudkan kemandirian ekonomi yang berbasis pada potensi lokal sesuai dengan Misi ke-5 Kabupaten Pemalang sebagaimana tertuang pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Pemalang Tahun 2021-2026 serta dalam rangka meningkatkan kebanggaan dan rasa cinta terhadap produk lokal yaitu Batik Pemalangan yang telah menjadi ikon daerah.

Baca Lainnya

Dukung HPN 2026, Alfamart Kolaborasi Dengan GWI Jember Salurkan Puluhan Bansos Untuk Anak Yatim

6 Maret 2026 - 04:20

Jatim Siaga Mudik Lebaran 2026, Dinkes Dirikan 230 Pos Kesehatan dan Siapkan Ribuan Tenaga Medis

5 Maret 2026 - 19:10

Sidak Jelang Lebaran, Bupati Subandi Pastikan Stok Aman dan Harga Sembako Stabil di Sidoarjo

5 Maret 2026 - 19:08

Bupati Subandi Sosialisasi Perbup Baru, Anggaran Desa Jangan Disalahgunakan

5 Maret 2026 - 03:57

News Trending DAERAH