Pengamat: Dian Nurfarida Bisa Jadi Wali Kota Depok

Editor: Dimas Pramudya

137 seconds reading this post

Depok – Belum juga digelar pesta demokrasi pemilihan presiden dan legislatif, pengamat politik Ubaidillah Badrun menyebut akan ada fenomena politik yang menarik di Kota Depok tentang pemilihan kepala daerah atau Pilkada.

Ubedillah menyebut kontestasi lima tahunan itu akan lebih menarik jika yang maju adalah sosok perempuan. Keterwakilan kaum hawa itu ia katakan mampu mengedukasi generasi muda dalam hal perpolitikan.

“Jika muncul calon wali kota perempuan di Depok itu fenomena politik menarik karena secara kultur politik akan memberi edukasi politik baru untuk generasi muda Depok yang selama ini politik Depok masih didominasi laki-laki,” kata Ubaidillah.

Ia jelaskan alasan beberapa wanita yang berhasil menjadi kepala daerah. Menurutnya, selain faktor popularitas, jiwa kepemimpinan atau leadership pasti dimiliki bagi mereka yang menang di pilkada.

“Secara umum dapat memenangkan kontestasi elektoral jika yang bersangkutan memiliki modal sosial (social capital) yang kuat dan memiliki kapasitas untuk memimpin,” sambung dia.

BACA JUGA :  Wali Kota Depok Hadiri Rakernas XVII APEKSI Tahun 2024

Meskipun perempuan Indonesia telah mengalami kemajuan dalam hal partisipasi politik, namun angka keterwakilan perempuan dalam kepemimpinan daerah masih rendah. Penyebabnya tidak terlepas dari dukungan partai politik.

Ubaidilah melanjutkan, hal tersebut dikarenakan pandangan patriarki yang masih mengakar kuat dikalangan partai politik Indonesia. Padahal, terkadang perempuan yang lebih baik kinerjanya sebagai pemimpin daerah

“Perempuan masih ditempatkan sebagai subordinat dari laki-laki. Padahal secara kualitas bisa jadi perempuan yang memimpin bisa lebih berhasil dibanding laki-laki untuk level kepala daerah,” lanjut dia.

Hal ini, kata dia, bisa ditangani jika pandangan partai politik berubah terhadap perempuan. Terlebih, memiliki elektabilitas yang tinggi dan kemampuan leadership yang kuat.

“Jika cara pandang parpol berubah dan melihat calon perempuan terlihat lebih unggul, saya kira partai politik bisa berubah pikiran sehingga akan mendukung calon perempuan,” ungkap dia.

BACA JUGA :  Hafid Nasir Tawarkan Solusi atasi Banjir dan Pembangunan Posyandu di Wilayah Rangkapan Jaya

Namun, lanjut dia dengan semakin banyaknya keterwakilan perempuan dalam kursi palemen, peluang perempuan dalam menduduki kursi kepala daerah semakin terbuka. Dalam UU Pilkada, kata dia juga tidak dilarang perempuan sebagai pemimpin.

“Bahkan bisa menjadi energi positif baru untuk masa depan Kota Depok,” tegas dia.

Di Kota Depok sendiri, beberapa nama bisa disebut memiliki peluang menjadi calon kepala daerah, baik wali maupun wakilnya. Mereka adalah Qonita Lutfiyah, Yeti Wulandari dan pendatang baru Dian Nurfarida.

Meski Qonita dan Yeti telah lebih dulu menjajaki dunia politik, namun menurut Ubedillah tidak menjamin akan selalu berjalan mulus sesuai dengan keinginan. Dian bisa saja bermanuver di ‘tikungan terkahir’ dan jadi pemenang untuk dapat tiket menuju pilkada.

BACA JUGA :  Wali Kota Depok Berikan 6 Perangkat Daerah Penghargaan

Secara kendaraan politik, ketiganya dianggap Ubaidillah mumpuni untuk menjajaki langkah mengikuti pilkada. Namun, jika dilihat rekam jejak tentu PKS lebih diunggulkan jika menempatkan Dian Nurfarida sebagai bakal calon wali kota.

Tidak lupa Ubaidillah menyebut semua masih tetap harus dilihat dari hasil pileg 14 Februari mendatang. Menurutnya, hasil pada pileg menjadi penerang tentang kemana arah peta politik kedepan.

“Saya kira bagus jika PKS berani mencalonkan Dian Nurfarida. Itu bisa jadi terobosan politik untuk memberi warna baru politik di Depok.” tutup dia

Catatan Redaksi: Apabila ada pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, silahkan mengirim sanggahan dan/atau koreksi kepada Kami sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) UU Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers melalui email: transnewsredaksi@gmail.com

Pos terkait