Jaga Tren Penurunan Kasus Stunting, Dewan Minta Kewaspadaan dan Perhatian Pemkot

  • Bagikan
Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya Cahyo Siswo Utomo, melakukan kunjungan ke Kelurahan Prada Kali Kendal Surabaya, Kamis (2/12/21)

Surabaya, Transnews.co.id – Tingginya kasus stunting pada balita dan bayi baru lahir di Surabaya, mendapat atensi dari anggota DPRD Kota Surabaya. Salah satunya yang terjadi di Kelurahan Pradah Kali Kendal, Surabaya.

Stunting adalah kondisi badan anak yang lebih pendek daripada badan anak seusianya yang disebabkan oleh kekurangan gizi kronis dan infeksi.

Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya, Cahyo Siswo Utomo melakukan kunjungan ke Kelurahan Pradah Kali Kendal, Kamis (2/12). Didampingi oleh Lurah Pradah Kali Kendal, Kepala Puskemas Dukuh Kupang dan Babinsa kelurahan, melihat secara langsung kondisi balita yang mengalami stunting di wilayah tersebut sekaligus memberikan bantuan berupa paket bingkisan, diantaranya sembako, vitamin, susu serta makanan bergizi.

Baca Juga :   Hari Ibu ke-93, Gubernur Jatim Beri Penghargaan Perempuan dan Kepala Daerah Berprestasi

Dalam kunjungan tersebut, Cahyo menyampaikan , bahwa perlu kewaspadaan dan perhatian yang serius terkait adanya kasus stunting di Surabaya, khususnya di Kelurahan Pradah Kali Kendal. Agar tidak semakin membesar dan meluas, sementara tren kasus stunting di Surabaya terus mengalami penurunan dalam lima tahun terakhir.

“Kasus balita stunting di Pradah Kali Kendal perlu diwaspadai dan diperhatikan secara serius, supaya tidak semakin membesar dan meluas mengingat tren kasus stunting di Surabaya dalam lima tahun terakhir mengalami penurunan,” ujarnya.

Baca Juga :   Masuk Kantor Polisi di Surabaya Wajib Gunakan Scan Barcode Pedulilindungi

Selain itu, politisi muda PKS ini menambahkan komitmen walikota terkait masalah stunting di Surabaya tidak hanya diturunkan tetapi targetnya zero stunting. “Target walikota terkait stunting bukan hanya diturunkan angkanya, tapi zero stunting,” jelasnya.

Sementara itu, Lurah Pradah Kali Kendal, Hajar Sulistyono, S.Sos, M.Si menjelaskan, bahwa balita yang mengalami stunting di wilayahnya ada 11 balita. “Total ada 11 balita yang mengalami stunting di kelurahan Pradah Kali Kendal,” ujarnya.

Hajar, turut mengapresiasi dan sampaikan terimakasih atas kunjungan yang dilakukan oleh anggota DPRD Kota Surabaya. Dan berharap penderita stunting di wilayah nya bisa menurun, sehingga ini bisa menjadi keberhasilan bagi kota Surabaya.

Baca Juga :   Pemkab Jember Serahkan Vitamin Untuk Pencegahan Stunting Kepada Ibu Hamil dan Menyusui

“Kami sampaikan terimakasih atas kunjungan yang dilakukan anggota Komisi D, Pak Cahyo. Kami berharap agar penderita stunting di wilayah Pradah Kali Kendal menurun dan bisa menjadi keberhasilan bagi kota Surabaya,” tambahnya. (hd).

 198 views

Catatan Redaksi: Apabila ada pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, Silakan mengirimkan sanggahan dan/atau koreksi kepada Kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers melalui email: transnewsredaksi@gmail.com Terima kasih.

  • Bagikan
error: Content is protected !!